Korban Air Bah Solok

Jelang Magrib, Habib Ditemukan Mengambang di Batang Lembang


Rabu, 16 Mei 2018 - 22:23:14 WIB
Jelang Magrib, Habib Ditemukan Mengambang di Batang Lembang Proses evakuasi penemuan korban air bah Batalg Lembang Solok. Habib(24) ditemukan tim ganungan mengambang di kawasan jorong Data Tampunik nagari Aripan bawah, atau sekira 10 KM dari lokasi penemuan korban pertama dan kedua, Rabu (17/5) sekira pukul.18.00 Wib. YUTISWANDI

Untuk proses pemulangan korban yang berasal dari Banuhampu, Bukittinggi, warga srtempat sejak awal sudah mempersiapkan tiga unit mobil ambulan dari Puskesmas Selayo, Ambulan Nagari Kotobaru  dan ambulance Pemuda Bukit Kili Kotobaru.

"Puluhan pemuda yang terjun sebagai relawan juga ikut melakukan pencarian korban sejak pertama musibah terjadi pada Minggu kemarin," kata Wandi Malin ketua Pemuda Kotobaru.

Baca Juga : Gempa Jatim, Presiden Perintahkan Jajarannya Temukan Korban yang Tertimbun Reruntuhan

Pantauan Haluan di lokasi, ditemukannya korban yang merupakan alumni salah satu perguruan tinggi asal Banuhampu, kabupaten Agam itu langsung membuat warga buncah. Puskesmas Salayo yang berada di tepi jalan lintas sumatera itu langsung macet oleh banyaknya warga yang penasaran dan ingin mencari tau nasib korban.

Keluarga Ikut Mencari

Baca Juga : BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof

Sejak musibah terjadi masyarakat Solok bersama relawan gabungan terus berjibaku melakukan pencarian korban. Ketiga korban air bah Batang Lembang dinyatakan hilang  sesaat setelah ketiga korban ingin mandi dan membersihkan badan sepulang ziarah kubur nenek Widya di kawasan Kajai Kotobaru.

Hal yang sama juga dilakukan pihak keluarga Habib yang datang dari Pakan Sinayan Banuhampu, Agam. Belasan orang pihak keluarga terlihat hampir tidak sabar untuk segera menemukan putra kesayangan mereka, bahkan dalam kondisi apapun.

Baca Juga : Minibus Terjun ke Sungai di Agam, Ini Nama-nama Korban

  " Kami sejak hari pertama disini mencari anak kami. Kami menumpang nginap di Kotobaru," ujar salah seorang pihak keluarga nenek.

Mirisnya, pada hari kedua pencarian, Selasa (15/5), ada informasi korban Habib dilihat warga di kawasan Lubuak Sikarah Kota Solok. Setelah sejak pagi melakukan pencarian dengan menggunakan jasa seorang paranormal, mendadak tersiar kabar jasad korban muncul di lokasi Kota Solok.

Baca Juga : Sedang Nongkrong, Warga di Padang Dilempari Gerombolan Bersepeda Motor

Kabar tersebut praktis membuat seluruh tim bersama pihak keluarga korban berbondong-bondong ke arah kota Solok. Namun begitu tiba di titik yang dicari, ternyata khabar korban ditemukan tidak benar.   

Meski demikian, tim terus melakukan pencarian di lokasi yang berpencar hingga larut malam. Tanpa mengenal kondisi dan cuaca yang.kurang baik karena hujan, tim gabungan kembali turun ke sungai, menyisir tempat-tempat yang diperkirakan korban berada di kawasan itu.

" Tim sudah melakukan penyisiran sungai sejak Minggu hingga sore hari ini (Rabu-red). Kita terus mengupayakan pencarian, bahkan dengan melokalisir aliran air sungai, sampai akhirnya Korban ditemukan mengabang di Data Aripa"," ujar Wandi

Rencananya, korban Habibullah selesai dilakukan Visum et repertum di Puskesmas Selayo segera di bawa ke rumah duka di Banuhampu Agam dengan memakai Ambulance Nagari Kotobaru. Pihak keluarga korban tampak tidak sabar lagi untuk segera menyelenggarakan pemakaman jenazah korban pada awal bulan puasa ini.

"Keluarga di kampung sudah mempersiapkan pemakaman. Sholat jenazah Habib juga akan kita laksanakan di kampung," ujar salah seorang keluarga korban.

Petugas BPBD Kabupaten Solok menjelaskan, tim Gabungan dengan kekuatan seratusan orang lebih, dibagi dalam tiga tim. Tim pertama berjaga di tempat kejadian, ada yang menyusuri sungai Batang Lembang dari titik kejadian hingga lapangan Merdeka Kota Solok.

Kemudian tim yang menyusuri Batang Lembang sekitar Lapangan merdeka  Solok terus ke hilir ke arah Danau Singkarak serta, masyarakat yang dilewati aliran Sungai Batang Lembang juga ikut membantu pencarian korban.

"Sebelum Maghrib tadi korban terakhir sudah kita temukan, dan terimakasih juga kepada masyarakat yang telah ikut membantu kita tanpa pamrih," ujarnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ikhwal terjadinya musibah yang menimpa tiga orang korban air bah Sunfai Batang Lembang tak lebih karena takdir. Habib menemani temannya  Widya, warga Perumahan Batubatupang Kotobaru Solok, bersama sepupunyaelajukan ziarah kubur neneknya yang berada di dekat sungai, persis dibelakang komplek perumahan Batubatulang Jorong Kajai Kotobaru. 

Selepas melakukan ziarah dan membersihkan pandam pekuburan karena akan memasuki bulan puasa,  Widya bersama sepupu dan kawan-kawannya pergi ke sungai Batang Lembang untuk melakukan bersih-bersih dari sisa kotoran tanah.

Di situ bencana terjadi. Persis ketika berada di sungai, mendadak datang air bah dari hulu sungai Batang Lembang. Widya bersama sepupunya Fstih dan temannya  Habib, diseret gelombang air yang begitu besar, hingga ketiganya hilang dan akhirnya ditemukan meninggal dunia. (h/ndi)

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]