Dikenal Sebagai Penjahit Ramah, Teroris Tangerang Asal Padang


Jumat, 18 Mei 2018 - 10:13:00 WIB
Dikenal Sebagai Penjahit Ramah, Teroris Tangerang Asal Padang Ilustrasi (haluan)

Kepada Ketua RT dan tetangganya, Choir mengaku berasal dari Padang. Namun, dia tidak merinci asal daerahnya lebih jauh. Dia awalnya warga yang ramah, namun jadi tertutup sejak menikah. Padahal usaha konvensi yang dijalankannya mulai ramai pesanan.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Muhammad Choir, terduga teroris yang ditangkap di kiosnya, Jalan Gempol Raya, Kunciran Induk, Kota Tangerang, Banten dikenal baik oleh tetangga. Pengusaha muda yang berbisnis konvensi itu disebut para tetangga berasal dari Padang.

Baca Juga : Diharapkan Jadi Rumpon Ikan, Kapal Ikan Asing Ilegal Ditenggelamkan

Ketua RT 04/RW 02, Kunciran Induk, Nalim menyebutkan kalau kepadanya, Choir mengaku dari Padang. Dia telah mengontrak kios tempatnya menjalankan usaha konvensi yang diberi nama Duta Konvensi sejak setahun lalu. Meski mengaku dari Padang, namun Choir banyak tertutup.

“Mengakunya berasal dari Padang, Sumatera Barat. Tapi dimana persisnya saya tidak tahu karena hingga ditangkap, Rabu (16/5), Choir tidak pernah lapor terkait keberadaan dirinya secara lengkap,” terang Nalim kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/5).

Baca Juga : Demonstran Kompak Desak Kejati Usut Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi

Dewi, pemilik toko kelontong yang berada di samping kios Duta Konveksi milik Choir tak pernah menyangka, tukang jahit di dekat rumahnya diburu Densus 88. Dewi memang tak banyak tahu soal latar belakang Choir. Namun dia menilai Choir sebagai sosok yang baik. Dewi juga tidak terlalu mengenal wanita bercadar yang berada di lokasi itu. Pun karyawan bernama Ghofar yang ikut ditangkap Densus 88. Hal yang Dewi tahu, Choir berasal dari Padang. Sementara istrinya berasal dari Jawa Barat.

"Dulu mengakunya dia bujang. Kalau kata warga sih sudah nikah lima bulan lalu. Tapi saya enggak tahu. Namanya aja baru tahu kemarin. Kenal muka, tapi enggak kenal nama," ujar Dewi.

Baca Juga : Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan, Perkakasnya Jadi Rebutan Nelayan

Eko, warga setempat juga tidak pernah menaruh curiga kepada Choir. Meski ia tidak terlalu mengenalnya. Sebab, tidak pernah tampak gelagat mencurigakan dari Choir.

"Orangnya baik, ya bermasyarakat juga, cuma memang pendiam. Saya pas bikin celana di sana juga dia jahit-jahit, tidak banyak omong," ucap Eko dilansir Merdeka.com.

Baca Juga : Diduga Turut Korupsi, Seorang Tenaga Pendamping Kelurahan Buron

Eko juga tidak tahu persis siapa wanita bercadar yang ikut diamankan polisi pada penangkapan Rabu kemarin. Dia hanya tahu, Choir baru saja menikah beberapa bulan lalu. Choir juga tidak pernah bermasalah dengan warga sekitarnya. Bahkan dia sering membelikan jajanan kepada anak-anak sekitar lokasi.

"Ya kadang dibelikan gorengan, kadang jajanin apa gitu," ujarnya.

Suka Menulis Diary

Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan mengungkapkan bahwa Muhammad Choir dan Ghofar, teroris itu memang sudah lama menjadi target operasi. Muhammad Choir dan Ghofar yang berada di lokasi sudah dipantau oleh intelijen selama empat bulan.

Mereka diduga ada keterlibatan pelatihan semi militer di Sukabumi. Dalam rangka perencanaan amaliyah kelompok JAD Jabodetabek.

Bahkan terduga teroris ini merencanakan amaliyah di sejumlah mako atau pos polisi di wilayah Bogor, Bandung, Jakarta dan Mako Brimob Kelapa Dua. Dengan sistem hit and run menggunakan senjata, panah yang busurnya dilengkapi bom di ujungnya serta pisau komando.

"Juga aktivitas amaliyah dengan berbagai persiapan - persiapan lainnya seperti pengumpulan bahan peledak," cetus Harry.

Sejumlah barang bukti pun turut disita dalam prosesi penggerebekan. Di antaranya sepeda motor Honda Spacy warna putih nopol B-6967-VEP dan 1 handphone merk Oppo.

"Kami juga mengamankan buku diary milik pelaku. Masih dilakukan interogasi," paparnya.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]