Mengaku Diperintahkan Berbuat Salah, Yusafni Hanya Boneka


Selasa, 22 Mei 2018 - 11:06:04 WIB
Mengaku Diperintahkan Berbuat Salah, Yusafni Hanya Boneka Dokumentasi Haluan

Yusafni menyebut ada pihak tertentu yang memerintahkan dirinya untuk melakukan perbuatan yang salah. Dia sendiri hanya pejabat rendahan, dan dengan kewenangan kecil yang dimiliki, tak akan bisa melakukan korupsi hingga puluhan miliar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Yusafni Ajo, terdakwa kasus korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif menyebut, perbuatan korup yang dilakukannya, tak serta merta keinginan pribadinya. Ada pihak-pihak yang menyuruh dan mengarahkannya untuk berbuat salah, dan berujung pada perbuatan korup. Seolah-olah dia boneka yang dikendalikan orang lain.

Baca Juga : Longgarkan Karantina Covid-19, Israel Mulai Buka Restoran

Pengakuan itu disampaikan Yusafni dalam pembelaannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang, Senin (21/5). Meski mengaku dia disuruh, namun Yusafni tidak menyebut nama orang yang memerintah dan menyuruhnya. Dia hanya mengatakan, suruhan itu datang dari pihak berwenang.

“Posisi saya hanya sebagai staf biasa pada Dinas Prasjaltarkim. Namun karena perintah tugas, saya ditunjuk untuk melaksanakan ganti rugi lahan untuk proyek strategis di beberapa titik,” terangnya memulai pembelaan.

Baca Juga : Menlu China Nyatakan Serius Bantu Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19 di ASEAN

Yusafni mengakui kalau memang ada beberapa kesalahan yang dilakukan dalam proses ganti rugi lahan. Namun dia menyebut tidak pernah berniat untuk melakukannya.

“Terjadinya kesalahan  yang menyebabkan kerugian negara itu dikarenakan adanya permintaan dari pejabat berwenang. Saya hanya pelaksana terendah, kesalahan itu muncul karena adanya permintaan-permintaan dari pejabat berwenang sebagaimana datanya telah saya jelaskan," ucap Yusafni dengan suara sayup-sayup sembari memandang kertas yang ada di tangannya.

Baca Juga : Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web

Dalam kertas yang dituliskan dengan tulisan tangan Yusafni membantah tuduhan nilai kerugian negara yang disebutkan JPU sebanyak Rp62,5 miliar. Menurutnya nilai tersebut sangat memberatkannya. Padahal dari jumlah tersebut selaku pelaksana ganti rugi ia telah menyalurkan kepada masyarakat, seperti di Jalan Samudera ada sekitar Rp20 miliar untuk ganti tugi tanaman dan bangunan. Namun, itu tetap dihitung oleh BPK sebagai kerugian negara. "Saya hanya menggunakan sekitar Rp18 miliar dan itu sudah saya sebutkan,” paparnya.

Kepada majelis hakim dan jaksa, Yusafni meminta sanksi yang setimpal dari apa yang sudah diperbuatnya.

Baca Juga : Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]