Kasus Besi Non-SNI Mulai Disidang


Selasa, 22 Mei 2018 - 11:08:40 WIB
Kasus Besi Non-SNI Mulai Disidang Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Terdakwa Widya Kasuma Lawrenzi (68) Alias Awi jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Padang, Senin (21/5). Terdakwa diduga mengedarkan besi beton Non Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sidang tersebut beragendakan mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunelda, pada Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat. Ia mengatakan terdakwa mendapatkan besi baja tersebut dengan membeli kepada rekan.

"Besi dipesan terdakwa melalui Hendi di daerah Jakarta dan Tangerang, kemudian dijual dan disampan oleh terdakwa di Gudang nya," kata Yunelda saat membacakan dakwaannya, Senin (21/5).

Dijelaskannya, Besi tersebut dijual oleh terdakwa di toko milik terdakwa di kawasan M Yamin Padang, berdasarkan bukti penjualan pada toko tersebut sudah beroperasi beberapa tahun.

" Saat anggota Polda Sumatra Barat menggeledah gudang terdakwa, ditemukan besi baja tulang beton berbagai merek dan ukuran. Dari hasil laboratorium bahwa, besi yang dimiliki terdakwa tidak memenuhi syarat," jelas JPU.

Selain itu JPU juga menyebutkan bahwa, perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 120 ayat 1 jo pasal 53 ayat 1 Undang-Undang No.3/2014 tentang perindustrian,atau kedua melanggar pasal 113 Undang Undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, atau ketiga melanggar pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Terhadap dakwaan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) tidak keberatan atas dakwaan tersebut. Sebelum sidang ditutup JPU menyebutkan setidaknya ada beberapa saksi yang dihadirkan. Sidang yang diketuai Bambang Herry Mulyono beranggotakan Agnes Sinaga dan Inna Herlina menunda sidang pada 24 Mei 2018 mendatang.

Diketahaui, dari informasi sebelumnya penggerebekan gudang penyimpanan besi banci berawal dari laporan masyarakat. Usai menerima laporan, petugas lalu menyamar sebagai pembeli dan mendatangi Toko Sumber Baru. Setelah negoisasi, petugas yang menyamar lalu membeli dua batang besi untuk kemudian diperiksa di Balai Riset dan Standarisasi Industri di Medan. Hasilnya, besi yang dijual Toko Sumber Baru diduga tidak memenuhi standar.(h/mg-hen).




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM