Takjil di Pariaman Bebas dari Bahan Berbahaya


Selasa, 22 Mei 2018 - 11:29:44 WIB
Takjil di Pariaman Bebas dari Bahan Berbahaya BBPOM bersama tim saat mengunjungi penjual takjil di Pasar Sicincin Padang Pariaman, Minggu (20/5). IST

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, melakukan pemeriksaan periksa takjil yang dijual di Kabupaten Padang Pariaman.

Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri bersama tim dengan didampingi Wakil Bupati Padang Pariaman, mengambil sampel diempat pasar yang ada di kabupaten ini, Minggu (20/5).

Baca Juga : Museum Raja Ali Haji, Sumber Ilmu Generasi Milenial

Martin Suhendri menyatakan, takjil yang dijual pedagang di sejumlah pasar Kabupaten Padang Pariaman bebas dari bahan berbahaya.

"Kami telah memeriksa takjil yang dijual di empat pasar di Padang Pariaman selama dua hari. Hasilnya, memang tidak ada ditemukan bahan berbahaya di dalam makanan atau takjil tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Baca Juga : Para Ulama Besar Terdahulu juga Pernah Ditangkap Penguasa Zalim, Begini Kisahnya

Keempat pasar tersebut yaitu Gasan Gadang dan Sungai Limau pada Kamis dan dilanjutkan Jumat di pasar 2x11 Enam Lingkung dan Lubung Alung. Ia juga mengatakan, dari empat pasar tersebut tidak ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya seperti rodhamin, zat pewarna, dan borak.

Namun untuk di Pasar Gasan Gadang, lanjutnya, pihaknya menemukan bahan yang dijual serupa tepung atau kapur yang biasa digunakan untuk melunakkan daging dan merenyahkan gorengan.

Baca Juga : Irwandi Dt. Batujuah Letakkan Standar Baru Etika Politik di Bukittinggi

"Nama bahan itu banyak. Tapi kalau bahasa Padangnya 'Kapua Tuhua'," ujarnya.

Ia menyatakan penemuan bahan tersebut tidak pada takjil atau makanan tetapi bahan yang siap jual. "Jika tepung itu mengandung borak maka akan berpengaruh pada gijal," ujarnya lagi.

Baca Juga : Tak Menyerah pada Pandemi Covid-19, Penghasilan Jutaan Rupiah Diraup Penjual Tanaman

Ia pun mengimbau pedagang untuk tidak menggunakan bahan tersebut karena akan berdampak pada kesehatan. Penemuan bahan berbahaya tersebut telah disampaikan secara lisan kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar segera ditindak lanjuti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Aspinuddin mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti penemuan tersebut. Tindak lanjut tersebut dapat berupa menyampaikan bahaya penggunaan bahan itu untuk tubuh kepada pedagang agar tidak menjualnya lagi.

"Kami akan mengsosialisasikan kepada masyarakat kalau bahan tersebut bosa berdampak buruk bagi kesehatan ginjal nantinya," tambahnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan takjil diawal Ramadan karena pihaknya ingin memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

"Sebagai pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kami berinisiaf langsung untuk melakukan pemeriksaan kepada penjual takjil yang memakan bahan-bahan berbahaya, agar nantinya tidak makan korban," pungkasnya. (h/mg-rul)

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]