Dugaan Korupsi Gaji Pekerja Rumah Dinas

Istri Wali Kota Nonaktif Padang Panjang Dituntut 3 Tahun Penjara


Selasa, 22 Mei 2018 - 13:41:34 WIB
Istri Wali Kota Nonaktif Padang Panjang Dituntut 3 Tahun Penjara Maria Feronika keluar dari ruang sidang Pengadilan Tipikor Padang.


PADANG, HALUAN – Maria Feronika, istri Wako nonaktif Padang Panjang, Hendri Arnis dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tidak hanya kurungan penjara, Maria juga diminta membayar uang pengganti Rp167 juta dan denda Rp100 juta. Jika tak mampu membayar uang pengganti, hartanya akan disita oleh negara.

Sama dengan Maria, Richi Lima Saza yang sama-sama terjerat dalam kasus dugaan korupsi anggaran rumah tangga rumah dinas Wako Padang Panjang juga dituntut tiga tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Padang, Senin (21/5). “Kedua terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi, dan dituntut tiga tahun penjara,” terang JPU Syahrul dalam tuntutannya yang dibacakan di depan majelis hakim.

Dijelaskan Syahrul, Jika tidak mampu membayar denda Rp100 atau subside, JPU meminta majelis hakim menambah hukuman maria tiga bulan. Sedangkan uang pengganti Rp167 juta harus dibayar dalam jangka satu bulan setelah putusan tetap. "Dalam jangka satu bulan tidak dibayar, maka jaksa dapat menyita harta beda untuk dilelang. Jika harta itu tidak mencukupi maka subsider enam bulan penjara," katanya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya, terdakwa dijerat Pasal 3 jo 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kemudian Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Atas tuntutan dari JPU tersebut, terdakwa Maria Feronika yang didampingi penasehat hukumnya, Delfika Yuliandra Cs dan Rici didampingi, PH Amiruddin cs akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Untuk itu meminta waktu kepada majelis hakim. "Baiklah kita tunda sidang dan buka kembali pada Rabu (30/5), dengan agenda pledoi," kata Hakim Ketua R Ari Muladi didampingi hakim anggota Srihartati dan Zaleka.

Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan, kasus ini berawal sejak awal 2014 lalu, dimana Sekretariat Daerah (Setda) Kota Padangpanjang memperoleh anggaran Rp360 juta. Uang tersebut lalu digunakan untuk membayar upah 12 pekerja dengan masing-masing pekerja memperoleh upah Rp45 ribu perhari.

Kemudian, Maret 2014, dilakukan penggantian penjabat pengawas kebersihan Rumdis Wako dan Wawako Padangpanjang, yang sebelumnya dijabat saksi Zulherman, dan digantikan oleh Rhici Lima Saza. Dalam pekerjaannya, pengawas bertanggungjawab mengelola absensi serta nama-nama petugas kebersihan, dan membawa daftar tersebut ke bendahara untuk pencairan gaji.

Berdasarkan daftar, terdapat beberapa nama pekerja dalam daftar hadir Maret hingga Desember 2014, yang tidak pernah bekerja di rumah dinas tersebut. Nama-nama itu antara lain, Nofrita, Febri Yanti, dan Nurhayati. Selain itu, juga terdapat nama-nama pekerja yang telah berhenti, tetapi gajinya tetap dicairkan oleh Rhici Lima Saza, yaitu atas nama Suhendrik, Hendri, Amel Zola, dan Esi Widiyani.

Pencairan gaji atas nama fiktif dan nama-nama yang telah berhenti tersebut dilakukan terdakwa Richi atas permintaan terdakwa Maria Feronika. Tindakan itu lebih dulu diawali dengan memasukkan nama-nama tersebut oleh Maria dengan meminta fotocopy KTPkepada yang bersangkutan. Setiap bulan, nama-nama pekerja fiktif dan yang berhenti tersebut seharusnya disampaikan oleh Rhici kepada bendahara, dan melaporkan hal tersebutkepada Sekretaris Daerah Padangpanjang. Namun, informasi perihal nama-nama pekerja yang berhenti hanya diberitahukan Richi kepada Maria.

Tidak hanya itu, untuk pekerja yang setiap bulannya menerima gaji, juga dilakukan pemotongan oleh terdakwa Maria dengan berbagai alasan. Sehingga setiap pekerja menerima gaji dalam jumlah yang berbeda-beda

Selanjutnya, pada 2015 Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang memperoleh anggaran senilai Rp540 juta. Uang tersebut digunakan untuk membayar upah 12 pekerja yang masing-masing menerima upah Rp75 ribu perhari, dengan sistempembayaran gaji yang sama dengan sistem pada 2014. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, juncto UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (h/mg-hen)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 24 Januari 2020 - 18:27:12 WIB

    Jamaah Umrah Diduga Terjangkit Corona, Istri: Biar Dokter yang Memutuskan

    Jamaah Umrah Diduga Terjangkit Corona, Istri: Biar Dokter yang Memutuskan PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Seorang jamaah umrah asal Sumatera Barat diduga terjangkit virus Corona atau wabah pneumonia yang saat ini menjadi sorotan di China. Pasien ini baru memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri kar.
  • Rabu, 22 Januari 2020 - 11:38:31 WIB

    Kasus Kematian Lina Mantan Istri Sule, Polisi Periksa 17 Saksi

    Kasus Kematian Lina Mantan Istri Sule, Polisi Periksa 17 Saksi BANDUNG, HARIANHALUAN.COM - BANDUNG -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memeriksa 17 saksi untuk pemeriksaan kasus laporan Rizky Febian menyangkut kematian ibunya, Lina Jubaedah yang diduga janggal. Polisi mengatakan hasi.
  • Senin, 20 Januari 2020 - 18:31:18 WIB

    Istri Tersangka Curanmor 10 TKP Melahirkan Setelah Ditangkap

    Istri Tersangka Curanmor 10 TKP Melahirkan Setelah Ditangkap PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Polsek Koto Tangah berhasil mengamankan tersangka pencurian sepeda motor yang mengaku sudah beraksi 10 TKP di Padang. Yang menyedihkan, istri tersangka yang sudah ditahan lebih dulu harus melahirka.
  • Senin, 20 Januari 2020 - 16:46:46 WIB
    Ditangkap Setelah Dihadiahi Timah Panas

    Miris! Pria di Padang Ini Ajak Istrinya Mencuri Motor

    Miris! Pria di Padang Ini Ajak Istrinya Mencuri Motor PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pasangan suami istri di Padang ditangkap jajaran Polsek Koto Tangah, Sabtu (18/1) malam. Keduanya ditangkap karena telah melakukan aksi pencurian sepeda motor lebih di 10 lokasi dan rata-rata menya.
  • Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:22:37 WIB

    Begini Penjelasan Polisi soal Hasil Autopsi Lina eks Istri Sule

    Begini Penjelasan Polisi soal Hasil Autopsi Lina eks Istri Sule BANDUNG, HARIANHALUAN.COM - Telah sepekan lebih jenazah mendiang Lina Jubaidah diautopsi oleh pihak kepolisian. Hal itu merupakan tindak lanjut laporan Rizky Febian, yang menduga ada kejanggalan pada kematian ibunya tersebut..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM