Polisi Temukan Paku, Batrai dan Cangkul di Tas Pria yang Diamankan Polres Sijunjung


Rabu, 23 Mei 2018 - 11:30:53 WIB
Polisi Temukan Paku, Batrai dan Cangkul di Tas Pria yang Diamankan Polres Sijunjung Pria yang diamankan polisi di Pasar Jumat, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Selasa (22/5). Ist

Informasi lain yang didapat Haluan, 22 Agustus, tahun 2014, Firman memang pernah diamankan Polres Kota Depok karena dilaporkan masyarakat yang mencurigai dirinya terlibat kelompok radikal ISIS. Firman bahkan mengibarkan bendera ISIS di rumahnya. Kepada polisi waktu itu Firman mengakui dirinya mengagumi aliran Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) karena membela kaum yang lemah. Polisi menyita satu bendera ISIS, tiga bendera kaligrafi tauhid, laptop Lenovo berikut mousenya, satu rompi air soft gun, serta sejumlah stiker Daulatul Islam Baaqiyah dan KTP milik Firman.

Selama pemeriksaan, Firman mengaku pernah ke Ambon tahun 2001 saat ada kerusuhan di sana. Lantaran tidak betah di Ambon, Firman pergi ke Aceh. Di sana ia ikut dengan orangtuanya, sebagai perantau dan bekerja honorer. Setelah diperiksa, Firman akhirnya dipulangkan ke keluarganya. Meski dipulangkan, kepolisian tetap memantau gerak-gerik Firman. Firman disebut tak memiliki hubungan dengan jaringan teroris manapun.

Baca Juga : Gempa Jatim, Presiden Perintahkan Jajarannya Temukan Korban yang Tertimbun Reruntuhan

Firman kepada polisi mengaku hanya mengidolakan gerakan ISIS bahkan mengaku bersedia diberangkatkan ke Palestina untuk berjihad.

"Saya ngefans berat sama gerakan ISIS dalam memperjuangkan rakyat Palestina terhadap penindasan Istrael dan saya mendapatkan informasi dari internet," katanya dikutip dari Beritasatu.com.

Baca Juga : BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof

Ia juga merasa heran kenapa dirinya ditangkap oleh Kepolisian, menurut Firman, dirinya tidak pernah melakukan tindakan teror atau mengajak orang lain untuk mengikuti jejaknya.

"Istri saya saja tidak ikut-ikutan, saya membeli antribut ISIS juga menggunakan uang sendiri di daerah Senayan. Jadi jangan menyudutkan saya," bantahnya.

Baca Juga : Minibus Terjun ke Sungai di Agam, Ini Nama-nama Korban

Firman juga tidak merasa takut dengan apa yang dia lakukan saat ini, bahkan dirinya siap apabila dirinya diminta bergabung dengan gerakan ISIS.

"Saya juga siap diberangkatkan ke Palestina untuk berjihad dan saya akan pindah kewarganegaraan bila perlu," tambahnya.

Baca Juga : Sedang Nongkrong, Warga di Padang Dilempari Gerombolan Bersepeda Motor

Komisaris Achmad Subarkah yang kala itu menjabat Kepala Kepolisian Metro Depok mengatakan bahwa belum ada bukti yang mengarah kepada tindak terorisme yang dilakukan Firman. Dari barang-barang milik Firman, seperti ratusan stiker, lima bendera ISIS berwarna hitam yang bertuliskan huruf Arab, satu unit laptop, topeng wajah, serta rompi, juga tidak ada dugaan mengarah pada unsur membahayakan.

"Dia hanya mengidolakan ISIS, namun setelah kami periksa dari barang-barang bukti tidak ada indikasi mengarah ke terorisme," kata dia.(h/ben)

Baca juga: Pria-yang-viral-karena-dituduh-teroris-ini-pernah-nginap-di-padang

Pria-yang-viral-karena-dicurigai-teroris-ditangkap-di-sijunjung

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]