Warga Solsel Mengeluh, Rastra Berwarna Kuning


Rabu, 23 Mei 2018 - 23:42:20 WIB
Warga Solsel Mengeluh, Rastra Berwarna Kuning Warga memperlihatkan beras dengan kualitas rendah di di Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (Solsel), Rabu (23/5). Jefli

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM- Kualitas beras sejahtera (Rastra) dikeluhkan warga di Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (Solsel), Rabu (23/5). Beras tersebut tidak layak konsumsi.

Sekretaris Nagari, Delvi ketika ditemui Haluan menyatakan, Rastra untuk masyarakat penerima manfaat di nagari ini berjumlah sekitar 489 kepala keluarga (KK) dari 14 Jorong.

Baca Juga : Sudah Tiga Kali Ketua KONI Tidak Penuhi Panggilan Penyidik

"Rastra ini baru datang tadi pagi (23/5) untuk pasokan bulan April - Mei," kata Delvi.

Namun, pihaknya sangat menyayangkan kualitas beras saat ini tidak sebaik kualitas Rastra pada bulan sebelumnya. Tiap warga penerima manfaat mendapatkan kuota Rastra seberat 10 kg/KK tanpa ada uang tebusan.

Baca Juga : Naik ke Penyidikan, Kadis Perhubungan Diperiksa Kejari

"Tadi saat bersama beberapa wali jorong dicoba dibuka, ternyata beras kotor berwarna kuning, jadi dikeluhkan wali jorong karena tidak layak konsumsi," ungkapnya.

Delvi berharap, jika bisa beras untuk warga kurang mampu adalah beras layak konsumsi.

Baca Juga : Seorang Warga Air Tawar Diserang Buaya Ganas

"Sebab jika beras seperti itu yang dikasihkan pada warga, kemungkinan tidak akan dimakan," tambahnya.
 
Menyikapi hal itu, pihaknya belum berani mendistribusikan pada warga. Pihaknya akan diskusi terlebih dahulu dengan para wali jorong sebelum melakukan distribusi rastra itu.

"Kami minta pendapat dulu sama pihak jorong dan apakah beras ini bisa ditukar kembali," lanjutnya.

Baca Juga : Maling Ikan di Perairan Kepri, 10 Kapal Asing Ditenggelamkan

Bysusanti, seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) nagari Pakan Rabaa Tengah, menyesalkan kualitas Rastra untuk bulan April-Mei ini.

"Saya tidak menerima beras seperti ini dan harus dikembalikan atau ditukar. Kadang ada juga ditemukan beras seperti tapung. Kami ingin beras yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat," keluhnya.

Senada, Wali Jorong Bancah Anak Lolo, Dosiswandi menyebutkan pihaknya tidak tega memberikan beras dengan kualitas buruk pada warga karena kotor dan tidak layak dimakan.

"Ada 23 KK penerima Rastra di jorong kami dari 123 KK. Kami menunggu kesepakatan bersama 14 wali jorong lainnya, apakah beras ini ditolak atau tetap dibagikan pada warga penerima manfaat yang berhak. Jika ditolak tapi kembali diganti tidak apa-apa. Takutnya, nanti ditolak tapi tidak ada diganti kembali," katanya. 

Begitu juga Kepala Jorong Kandang Baniah, Hendri Susanto sebanyak 26 KK dari 98 KK merupakan warga penerima Rastra diwilayahnya. Namun, dengan kondisi beras seperti itu dikhawatirkan tidak akan dikonsumsi oleh warga.

"Padahal pada Rastra di bulan Januari hingga Maret beras bagus dan layak konsumsi. Tapi, kenapa untuk bulan April-Mei ini begitu buruk kualitas berasnya. Semoga bisa ditukar kembali," tuturnya.

Terpisah, Kepala Bulog Drive Solok, Adriati pada Haluan melalui sambungan seluler mengatakan beras itu bisa ditukar kembali jika kualitas tidak bagus.

"Yang terpenting beras tidak berbau dan berkutu. Nanti dipisahkan berapa karung jumlah yang rusak. Setelah itu, pihak nagari buatkan berita acara dan dokumentasi untuk penggantian," tutupnya. (h/jef)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]