SPj Fiktif Jilid II Dalam Antrean


Kamis, 24 Mei 2018 - 12:25:44 WIB
SPj Fiktif Jilid II Dalam Antrean Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Penanganan kasus dugaan korupsi jilid II Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif di Kepala Subdit Dit Tipidkor, Bareskrim Polri tertunda untuk sementara. Penyelidik Kepala Subdit Dit Tipidkor harus membagi fokus karena juga menangani kasus korupsi PT Pertamina EP Cepu blok Alas Dara Kemuning dengan kerugian negara mencapai Rp178 miliar. Namun, polisi memastikan kasus ini akan dituntaskan.

Kepala Subdit Dit Tipidkor Bareskrim Polri Kombes Pol Totok Suharyanto kepada Haluan menyebutkan, tim penyidik masih terus mendalami kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dan bukti. Meski pun, tim yang bekerja saat ini mesti membagi fokus dengan kasus lain yang telah masuk pada tahap penyidikan (dik).

Baca Juga : Sri Mulyani: Joe Biden Bawa Harapan Pemulihan Ekonomi Dunia

“Kami tetap komitmen mengungkap jilid II kasus Tipikor yang sebelumnya telah menjerat Yusafni ini, tapi kosentrasi tahun ini agak terbagi ke kasus PT PEPC ADK (kasus korupsi PT Pertamina EP Cepu blok Alas Dara Kemuning dengan kerugian negara mencapai Rp178 miliar) yang telah masuk tahan sidik (penyidikan),” kata Totok, Selasa (22/5).

Dikatakan Totok, setelah proses sidik terhadap kasus PT PEPC ADK tuntas dilakukan, pihaknya akan kembali berkonsentrasi penuh untuk membongkar keterlibatan subjek hukum lain pada kasus SPj Fiktif yang masih dalam tahap penyelidikan.

Baca Juga : Pelantikan Presiden AS, Jokowi Ucapkan Selamat pada Joe Biden

“Pendalaman untuk jilid II ini terus kami lakukan. Ini tidak berhenti pada jilid I dengan tersangka Yusafni saja. Keterlibatan subjek hukum lain tentu ada dan kami akan fokus lagi nanti setelah sidik PEPC ini tuntas. Mohon terus dukungannya. Kami jaga komitmen untuk ini,” imbuh Totok.

Sebelumnya, penyelidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri, AKBP Rahmat mengatakan, penyelidik sedang mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti-bukti untuk mencari keterlibatan pihak lain. Dia memastikan, dugaan aliran uang ke banyak pihak bukan sekadar ocehan Yusafni saja. Dalam pengembangan kasus, Bareskrim juga menemukan praktik tersebut. 

Baca Juga : Joe Biden Wajibkan Pemakaian Masker di Semua Gedung Federal

“Aliran uang ke sejumlah orang itu jelas ada, karena selain Tipidkor ini juga masuk ke ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Yusafni tidak bekerja sendiri. Dia hanya bagian dari dugaan tindak kejahatan yang terstruktur,” katanya beberapa waktu lalu. 

Proses pengembangan kasus ini tetap akan terus dilakukan, karena menyangkut kerugian keuangan negara dengan jumlah cukup banyak. Perhitungan BPK RI, SPj Fiktif dengan pelaku utama Yusafni  tersebut merugikan negara hingga Rp62,5 miliar.

Baca Juga : Distribusi Dihentikan, Vaksin Corona Moderna Sebabkan Alergi Parah

“Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Gunanya tentu untuk melihat keterlibatan pihak-pihak lain. InsyaAllah kami terus fokus. Kami berharap semua pihak terus mendorong dan mendukung pengungkapan kasus ini,” katanya.

Informasi terakhir, Dittipidkor Bareskrim yang sebagian besar anggotanya mantan penyelidik dan penyidik KPK, telah memeriksa setidaknya 30 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam pengusutan kasus SPj Fiktif jilid II ini. Setelah penyelidikan tuntas dilakukan, sesuai tahapan yang berlaku, akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan siapa yang terlibat dan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka. (h/isq)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]