Bola Panas PKL Kelok Sembilan


Kamis, 24 Mei 2018 - 12:27:55 WIB
Bola Panas PKL Kelok Sembilan Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Persoalan siapa yang berwenang dan bertangung jawab dalam penertiban dan relokasi pedagang Kelok Sembilan masih menggelinding. Sebelumnya, Gubernur melalui surat  telah menunjuk BKSDA untuk memimpin upaya penertiban. Namun tidak ditindaklanjuti hingga muncul opsi pembentukan tim terpadu, yang sampai saat ini masih belum jelas “siapa yang akan melakukan apa” dalam pekerjaan tersebut.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumbar Zul Aliman kepada Haluan menjelaskan, sebelumnya memang sudah digelar rapat di kabupaten (Limapuluh Kota) untuk membahas persoalan ini. Menyertakan beberapa organisasi pemerintahan provinsi di antaranya, Satpol PP Sumbar, Dirlantas Polda, Badan Kesbangpol, BKSDA, dan Dinas Koperasi dan UMKM.

Baca Juga : Astaga! Ada Masalah, Pilot Matikan Mesin Boeing 737 MAX Saat Mengudara

“Sebelumnya sudah ada surat gubernur yang memerintahkan BKSDA melakukan penertiban dengan cara berkoordinasi dengan OPD terkait, tapi tidak ditindaklanjuti. Padahal dalam rapat sudah mereka (BKSDA) sebut bahwa Kelom Sembilan itu wilayah tanggung jawab mereka,” kata Zul akhir pekan lalu.

Karena tidak ada tindak lanjut, dalam rapat di kabupaten, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Limapuluh Kota bersama peserta rapat memunculkan opso membentuk tim terpadu. Namun, Zul Aliman menegaskan belum ada ketegasan soal siapa yang bertanggung jawab sebagai leading sector, serta menjadi ketua dalam tim terpadu tersebut.

Baca Juga : Kapolres Inhu Jebloskan Ratusan Tersangka Narkoba ke Penjara

“Setelah itu turun rapat ke lapangan. Dipimpin Sekdakab, bersama BKSDA, Satpol PP, dan Dirlantas juga. Itu sekitar dua minggu jelang Ramadan. Karena kami harap penertiban bisa clear sebelum Ramadan,” lanjut Zul.

Pada rapat lapangan tersebut, terang Zul lagi, Sekdakab meminta kesediaan Satpol PP membuat nota dinas pembentukan tim dalam SK. Permintaan itu langsung ditindaklanjuti dan dinaikkan Satpol PP untuk diperiksa di Biro Humum Setdaprov Sumbar. Dalam nota, Zul Aliman mengusulkan Sekdakab Limapuluh Kota menjadi ketua tim, tapi yang bersangkutan menolak dan meminta agar provinsi yang memimpin tim.

Baca Juga : Ada Truk CPO Terperosok, Jalan Lintas Kinali-Padang Macet

Zul Aliman kemudian meminta pertimbangan kepada Kepala Badan Kesbangpol Sumbar. Hingga saat ini, draf nota tersebut masih di Kesbangpol Sumbar karena belum adanya intruksi langsung dari pimpinan perihal penanggungjawaban pembuatan SK oleh Kesbangpol Sumbar.

“Kepala Badang Kesbangpol berharap ada penunjukan yang jelas secara tertulis untuk membuat SK itu. Awalnya saya pikir tidak perlu formil betul, tinggal menghadap ke pimpinan dan draf nota itu disampaikan. Saya sudah berikan bahan ke Kesbangpol,” sebutnya lagi.

Baca Juga : Musibah di Jumat Petang, Empat Rumah Hangus Terbakar

Terkait hal ini, Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Sumbar Nazwir menerangkan, ia memang berharap ada kedudukan yang jelas pada masing-masing penugasan sebelum pembentukan tim dilakukan. Nota Dinas Satpol PP memang sudah naik, tapi tetap saja harus berdasarkan petunjuk dari pimpinan (gubernur atau wagub) untuk pembuatan dan penetapan SK tersebut.

“Saya maunya didiskusikan dengan pimpinan dulu, artinya ditemui dulu. Kalau asal tunjuk saja nanti tidak sesuai. Dilihat dulu berdasarkan kewenangan, agar SK nanti tidak keliru. Kelok Sembilan itu kewenangan Sumbar, yang punya kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Tentu disusun dulu. Kami memberikan pertimbangan saja agar susunan bisa pas. Kalau untuk Sumbar, tentu Gubernur yang SK-kan,” kata Nazwir.

Sebelumnya, lanjut Nazwir, memang ada penugasan dari gubernur kepada BKSDA untuk mengerjakan penertiban. Namun tidak berjalan sehingga muncul opsi pembentukan tim terpadu. Sehingga menjadi jelas, apakah yang akan dilakukan penertiban saja, atau langsung dengan penataan (relokasi) pedagang.

“Nikmatnya kerja ini tentu sama-sama. Makanya saya mau didudukkan dulu. Kalau sudah jelas siapa yang kompeten dalam SK, baru ada rapat. Kalau kami jelas diberi tanggung jawab untuk membuat rancangan SK, kami siap saja,” tutupnya.

Lebih 200 Pedagang

Kadis Satpol PP Sumbar juga menerangkan, setidaknya lebih dari 200 pedagang berjualan di sepanjang jembatan layang Kelok Sembilan. Keberadaan mereka telah memakan lebih dari sepertiga panjang jembatan dan lebih dari setengah lebar badan jalan. Sehingga memang sangat mengganggu dan mengancam keselamatan.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 10:39:05 WIB

    Astaga! Ada Masalah, Pilot Matikan Mesin Boeing 737 MAX Saat Mengudara

    Astaga! Ada Masalah, Pilot Matikan Mesin Boeing 737 MAX Saat Mengudara Sebuah pesawat Boeing 737 MAX milik maskapai American Airlines berhasil mendarat dengan selamat setelah pilot mematikan satu mesin selama penerbangan. Pesawat tersebut mendarat di Newark, New Jersey, Amerika Serikat pada hari.
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 23:33:05 WIB

    Kapolres Inhu Jebloskan Ratusan Tersangka Narkoba ke Penjara

    Kapolres Inhu Jebloskan Ratusan Tersangka Narkoba ke Penjara Setidaknya sudah 319 tersangka kasus narkoba di Kabupaten Inhu, Provinsi Riau  diringkus dan meringkuk dibalik jeruji besi semenjak jabatan  Kapolres Inhu dipangku oleh AKBP Efrizal S.I.K, hingga sekarang..
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 22:47:16 WIB

    Ada Truk CPO Terperosok, Jalan Lintas Kinali-Padang Macet

    Ada Truk CPO Terperosok, Jalan Lintas Kinali-Padang Macet Satu unit truk tangki pembawa CPO terperosok di bagian pangkal jembatan darurat Pinaga Sungai Paku. Kejadian tersebut mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang di Jalan Lintas Kinali-Padang, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (5.
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 22:33:45 WIB

    Musibah di Jumat Petang, Empat Rumah Hangus Terbakar

    Musibah di Jumat Petang, Empat Rumah Hangus Terbakar Empat rumah berkonstruksi permanen,  terbakar dengan cepat, Jumat (5/3/21) petang. Dalam musibah  tidak ada korban jiwa..
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 22:26:05 WIB

    Dua Orang Hilang Terseret Ombak di Perairan Pesisir Selatan

    Dua Orang Hilang Terseret Ombak di Perairan Pesisir Selatan Dua orang dilaporkan hilang terseret ombak di perairan pesisir pantai, Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Mendapat laporan, tim dari Kantor Pencarian dan .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]