Berkas Oli Aspal Tunggu P-21


Kamis, 24 Mei 2018 - 13:19:20 WIB
Berkas Oli Aspal Tunggu P-21 Ilustrasi (net)

PADANG, HARIANHALUAN.COMDirektur Reserse Krimininal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, KBP Margiyanta mengatakan berkas perkara kasus oli aspal (asli tapi palsu) merek Ultratec dan Federal Matic sudah dilimpahkan ke Kejati untuk proses lebih lanjut. Ia meyakini, dalam waktu dekat berkas kasus tersebut akan segera dinyatakan lengkap (P-21).

Hal ini dikatakan Pejabat Utama Polda Sumbar yang pernah menjadi Kapolres Pangkal Pinang, Polda Babel itu saat dikonfirmasi Haluan terkait perkembangan kasus itu.

Baca Juga : Jumlah Kematian karena Covid-19 di AS Terus Menurun: Sempat 4 Ribu, Kini 749 Orang Meninggal Sehari

“Sampai saat ini, tersangka dalam kasus ini adalah “M” (58), warga Pasa Gadang Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman selaku pemilik usaha yang menjual oli aspal tersebut,”katanya, Rabu (23/5).

Pengungkapan kasus ini sendiri berawal dari laporan masyarakat terkait adanya peredaran oli aspal itu. Pihak Subdit I Ditreskrimsus bersama tim PT Federal Karyatama melakukan pengecekan toko di jalan lintas lubuk Alung Korong Pasa Kandang Padang Pariaman yang menjual oli aspal tadi, Rabu (21/3) lalu.

Baca Juga : Vaksin Johnson & Johnson Diklaim Ampuh dan Hanya Perlu Satu Dosis

Hasilnya, petugas mengamankan 538 kardus berisi 24 botol oli atau 10.512 botol merek federal matic 30 10W-30 dan oil federal ultratec 20W-50 isi 0,8 L. Saat ini pihknya terus melakukan penyidikan terhadap tersangka pemilik usaha tersebut.

Menurut Margiyanta, dilihat secara fisik tidak ada perbedaan yang mencolok antara oli federal asli dan federal palsu. Namun, jika dilihat lebih teliti maka dapat perbedaan kemasan botol oli tersebut.

Baca Juga : Astaga! Akibat Virus Corona Covid-19, Pria Ini Ereksi 3 Jam dan Meninggal Dunia

"Federal Ultratec palsu ini dibeli Rp23 ribu dan dijual normal kepada konsumen Rp28 ribu-Rp31 ribu, sedangkan Federal matic dibeli Rp 25 ribu dan dijual Rp29 ribu - Rp35 ribu. Dalam setiap bulannya tersangka mampu menjual hingga 7200 botol," terang Kasubdit I Ditreskrimsus, AKBP Yunizar Yudhistira.

Tersangka sendiri dijerat Pasal 100 dan 102 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis, jo pasal 54 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2000 tentang desain Industri jo pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan. (h/mg-hen)

Baca Juga : Longgarkan Karantina Covid-19, Israel Mulai Buka Restoran

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]