Lamang Tapai di Bulan Ramadan


Kamis, 24 Mei 2018 - 22:07:12 WIB
Lamang Tapai di Bulan Ramadan Edi membakar bambu yang berisi ketan dalam proses pembuatan lamang di Jalan By Pass balai baru KM 11 Padang, Kamis. Jeb

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Lemang atau lamang merupakan makanan khas yang banyak ditemukan di beberapa daerah di Sumatera Barat. Makanan ini banyak ditemui saat acara-acara besar, salah satu di Bulan Ramadan.

Di Kota Padang, pembuatan makanan dari beras ketan ini dapat ditemui di Jalan, By Pass, Balai Baru, KM 11.

Baca Juga : Museum Raja Ali Haji, Sumber Ilmu Generasi Milenial

 “Lamang ini semakin pas dimakan pakai kuah tapai. Dan salah satu ciri lamangnya lezat dilihat dari kepadatannya. Lamang yang dimasak di dalam bambu lebih padat. Aromanya juga sangat enak yang berasal dari bambu," terang Edi yang membuat dan menjual Lamang.

Menikmati jajanan yang dimasak di dalam tabung bambu ini, akan semakin nikmat jika didampingi kuah tapai ketan hitam saat berbuka puasa.

Baca Juga : Para Ulama Besar Terdahulu juga Pernah Ditangkap Penguasa Zalim, Begini Kisahnya

"Biasanya saya mematok harga Rp40.000 per batang, dengan panjang sekitar 40 sentimeter, dan satu porsi Rp1500. Bila hendak membeli kuah tapai ketan hitam, cukup membayar Rp5000 per gelasnya,"terang Edi.

Ia menuturkan, proses pembuatan lamang sudah banyak disiasati oleh pedagang yang mau cepat. Caranya dengan dimasak dikukusan terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam tabung bambu. Agar tampak asli maka bambu tersebut dipanggang.

Baca Juga : Irwandi Dt. Batujuah Letakkan Standar Baru Etika Politik di Bukittinggi

"Saya tidak seperti itu, saya masih menjaga keaslian memasak lemang agar rasa dan aromanya tetap terjaga. Hal itulah yang membuat lemang terasa gurih, dan beraroma khas,”ungkapnya.

Lamang di beberapa wilayah di Sumbar seperti, Pariaman, Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan beberapa daerah lainnya masih memakai lamang sebagai menu penting menjelang hari-hari besar.

Baca Juga : Tak Menyerah pada Pandemi Covid-19, Penghasilan Jutaan Rupiah Diraup Penjual Tanaman

Namun, bergesernya zaman, makanan cepat saji dan serba praktis mulai menjadi pilihan. Hal itu diperlukan inovasi dan kreatifitas baru dalam mempertahankan makanan warisan kuliner tersebut.

Di sepanjang Jalan By Pass balai baru KM 11 Padang, masih ditemukan pembuatan lamang. Tak hanya itu warung-warung kecil yang menjual jajanan mulai ramai terutama di Bulan Ramadan. (h/mg-jeb)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]