Ingin Obati Kakinya yang Mengalami Kelainan, Amel Bercita-cita Jadi Dokter


Ahad, 27 Mei 2018 - 16:05:58 WIB
Ingin Obati Kakinya yang Mengalami Kelainan, Amel Bercita-cita Jadi Dokter Amel (7) bersama sang kakak Nabila (8) di rumahnya didi Jorong Taratak Paneh Batang Limpauang, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Solok Selatan (Solsel).

Laporan: Jefli

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM-- Hidup dalam keterbatasan fisik tidak menjadikan bocah perempuan bernama Amel (7) hilang semangat dalam menggapai cita-cita. Amel mengalami, cacat kedua kakinya sejak lahir.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Semenjak pandai menginjak bumi, hingga usia tujuh tahun ini, gadis bungsu itu selalu mengandalkan tangan untuk berjalan dengan ditopang kedua kakinya yang cacat.

Nasib baik sepertinya kurang berpihak pada bocah perempuan itu. Namun dibalik itu, dalam mengikuti pendidikan sekolah, ia terbilang berprestasi dan masuk rangking tujuh.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

"Kami bersekolah di SDN 2 Batang Limpauang, Amel kelas satu dan Saya kelas dua. Adik (Amel.red) mendapatkan rangking tujuh disekolah," kata Nabila (8) yang merupakan kakaknya.

Senyum terpancar disudut pipi Amel, saat ditanya Haluan, terkait keinginannya kelak.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

"Ingin jadi dokter, biar bisa mengobati kaki Amel ini," ungkapnya polos.

Dilingkungan sekolah, kata Amel, semua temannya pada baik. Bahkan, teman sekolahnya sering membelikan makanan untuknya.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Sore itu, petang Sabtu (26/5) gerimis membasahi tanah, seakan ikut menangisi nasib 'bidadari' kecil berponi tersebut. Bertempat di Jorong Taratak Paneh Batang Limpauang, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Solok Selatan (Solsel). Tempat Amel tinggal bersama kedua orangtuanya dan lima saudari perempuannya, sedangkan kakak lelaki satu-satunya merantau ke tanah Jawa.

Amel anak yang lincah seperti anak pada umumnya. Walau mengalami cacat kaki, ia mampu berjalan dengan cepat dibantu kedua tangannya. Tidak membuatnya patah semangat dan minder dengan lingkungan.

"Pohon jeruk yang ada dibelakang rumah bisa dipanjat Amel," ungkap Ayahnya, Nasrul (53) saat ditemui Haluan, sore itu.

Nasrul berharap, anak bungsunya kelak mampu menggapai cita-cita dan bisa membuat bangga keluarga, ditengah keterbatasan (disabilitas). Pernah, ada orang yang menawarkan untuk menjadikan Amel sebagai anak angkat dan tinggal bersama orang itu, tapi Nasrul tidak sanggup berpisah dengan gadis kecilnya itu.

"Amel anak saya paling bungsu dari enam bersaudara, satu anak saya lelaki dan lima perempuan. Empat orang anak saya masih bersekolah, anak tertua perempuan sudah menikah dan anak lelaki merantau ke Jawa," tuturnya.

Menurut Nasrul, walaupun dalam ekonomi keluarga yang terbilang pas-pasan, tidak menjadi alasan baginya untuk membesarkan dan menafkahi anaknya.

"Saya hanya bekerja mengambil upah membajak sawah dengan mesin punya orang. Sehari bisa mendapatkan lima sukat beras. Dan jika tidak ada membajak sawah maka saya berkuli bangunan hingga ke Riau pernah ikut bekerja sebagai kuli bangunan dalam waktu sampai tiga bulan," bebernya yang mengaku tidak memiliki lahan pertanian sawah.

Terpisah, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Nagari Pakan Rabaa Tengah, Bysusanti, mengatakan jika Amel sudah pernah mendapatkan bantuan kursi roda dari pemkab Solsel pada 2017 dan diserahkan langsung oleh Bupati Solsel, H.Muzni Zakaria.

"Selain itu, Amel juga mendapatkan santunan dana seumur hidup sebesar Rp300 ribu perbulan sejak 2016. Itu yang saya tahu, kemungkinan juga ada bantuan lainnya yang telah diterima Amel," sebutnya. (h/jef)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]