Di Tanah Datar, Leonardy Dorong Nagari Serap Anggaran 100 Persen


Rabu, 30 Mei 2018 - 16:05:52 WIB
Di Tanah Datar, Leonardy Dorong Nagari Serap Anggaran 100 Persen SAMPAIKAN ASPIRASI - Masyarakat Nagari Koto Laweh, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPD RI, Leonardi Harmainy Dt Bandaro Basa, Senin (29/5) terkait penggunaan dana desa. IST

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM – Kunjungan Tim Safari Ramadan (TSR) Leonardy Harmainy DT Bandaro Basa di Nagari Koto Laweh, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan mereka tentang kondisi yang ada di nagarinya, Senin (29/5).

Rino Setiady DT Bandaro Gapuang, selaku Wali Nagari Koto Laweh mempertanyakan mengenai persoalan payung hukum untuk pemerintahan di nagari.

Baca Juga : Museum Raja Ali Haji, Sumber Ilmu Generasi Milenial

“Pengelolaan dana desa itu melalui aturan yang cukup banyak, seperti dari Kementerian Desa (Kemendes), pengawasan dari kepolisian, tim pengawas lainnya dan kejaksaan. Oleh sebab itu kami meminta payung hukum yang nyata, seandainya nanti ada salah kebijakan yang dilakukan. Jika nanti terjadi salah mengambil kebijakan hingga berujung ke ranah hukum, kami ingin dibantu oleh pengacara. Pasalnya kami tidak sanggup untuk menyewa pengacara,” tutur Rino Setiady.

Ia juga menambahkan, tentang perkembangan dana desa tahun 2018 ini. Sekarang masih dalam pencairan tahap satu, masih sekitar 20 persen yang masuk dalam rekening nagari. “Pelaksanaan dalam mengelola dana desa di Nagari Koto Laweh, memakai sistem penggunaan dana satu prioritas. Maksudnya mempergunakan dana untuk satu kegiatan saja. Sekarang, Nagari Koto Laweh merencanakan pembangunan jalan usaha tani dengan panjang sekitar 900 meter,” sebutnya.

Baca Juga : Para Ulama Besar Terdahulu juga Pernah Ditangkap Penguasa Zalim, Begini Kisahnya

Sementara itu, Siswendri, anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di Nagari Koto Laweh juga mengeluhkan jumlah gaji yang diterima tidak sesuai dengan tanggung jawab yang harus diembannya. “TPK bertugas mengawasi pekerjaan, mengorder bahan, membayarkan gaji pekerja proyek. Bekerja setiap harinya, kalau dibandingkan dengan yang dulu, sekarang aturannya terlalu sulit, pengawasannya banyak tapi kesejahterahaan tidak diperhatikan,” keluhnya.

Menanggapi keluhan ini, Leonardy mengatakan, prisipnya pemakaian anggaran apabila pekerjaaannya dilakukan dengan benar dan administrasinya jelas, maka serta tidak akan ada ditemukan ketimpangan dalam menggunakan anggaran.

Baca Juga : Irwandi Dt. Batujuah Letakkan Standar Baru Etika Politik di Bukittinggi

“Kita akan dorong wali nagari agar tidak takut menyerap dana desa sampai 100 persen. Pasalnya, kalau pemakaian dananya masih sisa 30 persen pertahunnya, nanti anggarannya untuk tahun yang akan datang akan dikurangi. Padahal untuk mendapatkan dana yang basar itu sangat sulit,” ingatnya.

Selain menerima keluhan dari masyarakat, Leonardy DT Bandaro Basa dalam Safari Ramadan di Kabupaten Tanah Datar ini juga memberikan sumbangan kepada anak yatim, melalui pengurus masjid dan memberikan bantuan berupa 10 Alquran untuk masjid. (h/mg-pmi)

Baca Juga : Tak Menyerah pada Pandemi Covid-19, Penghasilan Jutaan Rupiah Diraup Penjual Tanaman

 

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]