Bhen Maharajo Diperiksa Polisi

Pernyataan Sikap AJI Padang: Ingatkan Polda Sumbar Patuhi MoU Dewan Pers - Polri 


Kamis, 31 Mei 2018 - 12:12:46 WIB
Pernyataan Sikap AJI Padang: Ingatkan Polda Sumbar Patuhi MoU Dewan Pers - Polri  Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Jurnalis Harian Haluan, Benni Okva Dela atau Bhenz Maharadjo, memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, Jalan Sudirman, Padang, Kamis (31/5).

Pemanggilan Bhenz sebagai saksi atas laporan Irwan Prayitno.

Baca Juga : Sri Mulyani: Joe Biden Bawa Harapan Pemulihan Ekonomi Dunia

Dalam surat pemanggilan yang ditandatangani oleh Direktur Reskrimsus Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Margiyanta, tanggal 28 Mei 2018 itu, Bhen (terlapor) diminta hadir menemui AKBP Junaidi dan Kompol Yunisman.

Bhenz diminta klarifikasi atau didengar keterangannya sebagai saksi, dalam dugaan terjadinya tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui media sosial elektronik, media cetak, media online dengan adanya perkataan yang merendahkan harkat dan martabat Irwan Prayitno. 

Baca Juga : Pelantikan Presiden AS, Jokowi Ucapkan Selamat pada Joe Biden

Dalam hal laporan ini, Ditreskrimsus Polda Sumbar mengacu pada pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang - undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 310 ayat 1 dan 2 jo Pasal 311 ayat 1 KUHP dan atau pasal 5 ayat 1 jo Pasal 18 ayat 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam press release Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, yang diterima hariahaluan.com, terkait undang-undang pers dalam kasus yang melibatkan karya karya jurnalistik dan jurnalis atau wartawan, polisi mestinya merujuk pada Nota Kesepahaman Dewan Pers - Polri Nomor 2/DP/MoU/II/2017 - Nomor B/15/II/2017 tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan. 

Baca Juga : Joe Biden Wajibkan Pemakaian Masker di Semua Gedung Federal

Dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangi Ketua Dewan Pers Yosep Adiprasetyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu, pada Bab III Bagian Kedua tentang Koordinasi di Bidang Perlindungan Kemerdekaan Pers, Pasal 4 ayat 2 menyebut ; Pihak kedua (Polri) apabila menerima pengaduan dugaan perselisihan/sengketa termasuk surat pembaca atau opini/kolom antara wartawan/media dengan masyarakat, akan mengarahkan yang berselisih/bersengketa dan atau pengadu untuk melakukan langkah-langkah secara bertahap dan berjenjang mulai dari menggunakan hak jawab atau hak koreksi, pengaduan ke pihak kesatu (Dewan Pers) maupun proses perdata. 

Bahkan pada bagian ketiga tentang Koordinasi di Bidang Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan, semakin mempertegas adanya koordinasi dan pentingnya peran Dewan Pers sebelum proses hukum oleh Polri dilanjutkan. 

Baca Juga : Distribusi Dihentikan, Vaksin Corona Moderna Sebabkan Alergi Parah

Atas alasan dan pertimbangan itu, maka AJI Padang menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Meminta Ditreskrimsus Polda Sumbar bersikap netral, profesional dan proporsional dalam menangani perkara ini.

2. Meminta Ditreskrimsus Polda Sumbar  berkoordinasi dan meminta pendapat Dewan Pers sesuai Nota Kesepahaman yang telah disepakati antara Dewan Pers dan Mabes Polri.

3. Mengharapkan penyidik menunda pemeriksaan Beni (terlapor) sebelum adanya jawaban dari Dewan Pers, apalagi di Dewan Pers sedang berproses pengaduan berita yang sama sesuai mekanisme UU Pers.

4. Meminta Dewan Pers untuk ikut turun tangan dalam perkara ini, karena terkait dengan karya jurnalistik, oleh media yang sudah terverifikasi.

5. Mendesak agar perkara ini diselesaikan di Dewan Pers.

Perkara yang menyeret Beni Okva Dela bermula dari gencarnya pemberitaan Harian Haluan terhadap kasus dugaan SPJ fiktif yang merugikan negara 62 Miliar rupiah.

Harian Haluan memuat peryataan terdakwa Yusafni di luar persidangan tentang adanya aliran dana untuk baliho Irwan Prayitno di Pilgub lalu. Berita yang ditulis Harian Haluan itu kemudian di posting Beni Okva Dela di akun Facebooknya.

Postingan berita ini kemudian menjadi persoalan dan dilaporkan oleh Gubernur Irwan Prayitno, atas dugaan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik.(h/rel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]