Dimaki di Depan Wawako Solok, Anggota DPRD Laporkan Satpam kepada Polisi


Selasa,05 Juni 2018 - 23:09:06 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dimaki di Depan Wawako Solok, Anggota DPRD Laporkan Satpam kepada Polisi Komandan Satpam Joni Basyir (kanan) saat telibat cekcok dengan anggota DPRD Kota Solok, Deni Nofri di Pasar Raya Solok, Jumat (25/5). Screenshot

SOLOK, HARIANHALUAN.COM- Tidak terima dimaki Komandan Security (Satpam) di hadapan Wakil Walikota Solok, Anggota DPRD Kota Solok, Deni Nofri, melaporkan Komandan Security (Satpam) Pasaraya Solok, Joni Basir ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Solok Kota.

“Bukan hanya harga diri saya saja yang diinjak-injak, akan tetapi juga marwah Partai Demokrat dan lembaga DPRD. Saya melakukan ini karena Fraksi berkali-kali mendesak saya untuk membenahi karut marut pengelolaan Pasar Raya Kota Solok. Ketika saya melakukan amanah partai ke pasar itu, saya dimaki-maki Komandan Satpam, dan lebih menyakitkan lagi saya saat dimaki maki Satpam honorer itu,” kata Deni Nofri, Selasa (5/6)

Dikatakannya, sebagai upaya mengembalikan nama baik DPRD dan marwah partai, ia telah menempuh jalur hukum dengan melporkan hal ini ke Polisi Jumat, malam (1/6) lalu.

Dalam laporan nomor STPL/128/B/VI/2018/Polres Solok Kota, yang ditandatangani Kepala SPKT Ipda Syafrion tersebut, Deni Nofri mengajukan dua saksi yang berada di lokasi saat "insiden" terjadi. Kedua saksi tersebut adalah Wakil Walikota Solok Reinier dan Anggota DPRD Kota Solok Ilzan Sumarta.

Dalam laporan itu, Deni Nofri alias Pudung juga menyertakan bukti rekaman video yang menggambarkan dengan jelas “insiden” tersebut. Meski telah melaporkan ke Polres dengan tindakan penghinaan, Deni Nofri juga mengaku akan melakukan kajian untuk melaporkan tindakan lainnya. Seperti tindakan pengancaman, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan. Menurutnya, hal itu akan terlebih dahulu dikonsultasikan ke Partai Demokrat dan penasehat hukum (PH).

“Saya telah melaporkan perbuatan tak menyenangkan itu ke Polres Solok Kota. Tapi itu baru laporan awal, yakni tentang insiden penghinaan. Saat ini kami juga sedang mengkaji tentang pelaporan tentang tindakan lainnya," ujarnya.

 “Sebagai anggota legislatif, kita berkewajiban menyalurkan aspirasi ke eksekutif. Jadi, dalam kejadian Jumat sore (25/5) itu, murni pembicaraan antara eksekutif dan legislative. Bukan antara legislative, eksekutive dan  pegawai honorer,”kata Pudung.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM