Polisi Rekontruksi Kasus Rp3,5 Miliar


Kamis, 07 Juni 2018 - 09:41:04 WIB
Polisi Rekontruksi Kasus Rp3,5 Miliar

 

Penyelidikan yang dilakukan polisi ada kemungkinan ketiga staf bank yang membawa uang dari Bukittinggi menuju Payakumbuh benar-benar dirampok ketika melintas di kawasan PLTA Batang Agam.

Baca Juga : Ratusan Tabung Gas Subsidi 3 Kg Disita Petugas Polsek

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kasus hilangnya uang Rp3,5 miliar milik Bank Syariah Mandiri (BSM) Aur Kuning, Bukittinggi belum juga menemukan titik terang. Pihak kepolisian baru sebatas melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi. Terakhir, rekontruksi ulang dilakukan.

Namun, hasil rekontruksi dikabarkan juga tidak terlalu menggembirakan karena adanya ketikdaksinkrona keterangan tiga karyawan bank yang membawa uang. “Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Petugas juga melakukan rekontruksi. Gunanya untuk memperjelas kronologis kejadian karena sejauh ini ada beberapa keterangan karyawan bank yang tidak sinkron. Mungkin mereka trauma,” terang Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmad Natun, Rabu (6/6) siang.

Baca Juga : Astaghfirullah, TKW di Malaysia Dianiaya Majikan, 5 Tahun Tak Digaji

Dari tahapan penyelidikan yang dilakukan, polisi memperkirakan ketiganya, Hendra yang merupakan staf bank, Jakfar Sinaga, petugas keamanan dan Sardi, kemungkinan benar-benar dirampok. “Alur kejadian sudah kami pelajari. Arahnya, berkemungkinan, ketiganya memang benar dirampok. Uang Rp3,5 miliar tersebut dilarikan oleh para pelaku yang melakukan aksinya di sekitar PLTA Agam, yang berbatasan dengan Limapuluh Kota, namun secara hukum, wilayahnya Polres Bukittinggi,” lanjut Rahmad Natun.

Untuk mengungkap kasus ini, dijelaskan Rahmad Natun, Polres Bukittinggi tidak sendiri. Mereka dibantu penuh oleh jajaran Ditreskrikum Polda Sumbar dan Polres Payakumbuh. Keterlibatan Polres Payakumbuh dalam pengungkapan kasus dikarenakan tiga karyawan bank yang mengaku dirampok ditinggalkan pelaku di daerah Payakumbuh. “Koordinasi ini bertujuan agar kasusnya cepat tuntas. Selain itu perkaranya juga atensi karena kerugiannya besar,” papar Kasat Reskrim.

Baca Juga : Terduga Gembong 500 Gram Sabu Diciduk Polisi

Petugas kepolisian sampai sekarang masih berjibaku di lapangan untuk mencari jejak para pelaku. Sementara pihak bank dan para saksi terus diperiksa secara intensif. “Dua metode dilakukan. Selain melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para korban, saksi dan pihak bank, anggota juga di lapangan untuk melakukan pelacakan,” kata Rahmad Natun.

Uang yang hilang tersebut berada dalam tanggungan pihak asuransi. Pihak BSM sudah mengansuransikan uang tersebut ke PT Japindo. Jika pihak kepolisian nantinya memastikan ini kasus perampokan, otomatis pihak bank akan mengklaim polis asuransi, untuk penggantian uang yang hilang.

Baca Juga : Simpan Sabu Dalam Koper, Sepasang Pasutri Dicokok Polisi

Dijelaskan AKP Rahmad Natun, polisi juga mempertanyakan kenapa pihak bank tidak meminta pengawalan pihak kepolisian ketika membawa uang dalam jumlah banyak itu. "Dari keterangan pihak BSM, jika mengirimkan uang dibawah Rp5 miliar, boleh dikawal, boleh tidak. Namun pada kasus ini pihak BSM tidak meminta pengawalan. Akhirnya terjadilah kasus ini. Uang yang sudah diasuransikan hilang, dan menurut pengakuan karyawan yang membawanya, mereka dirampok,” kata Kasatreskrim.

Kepada polisi, tiga karyawan mengaku jadi korban perampokan dan sempat melapor ke Polsekta Payakumbuh, Senin (4/6) siang. Ketiganya menyebut, sebanyak Rp3,5 miliar uang bank yang mereka bawa, dilarikan oleh perampok di dekat jembatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Agam, yang merupakan perbatasan Agam – Limapuluh Kota. Rencananya, mereka akan mengantarkan uang ke Payakumbuh menggunakan mobil Xenia hitam BM 1971 JQ, untuk disetorkan ke Bank Nagari Payakumbuh.

Jalan yang disebutkan sebagai lokasi perampokan, biasanya selalu ramai, apalagi di siang hari, karena merupakan jalan penghubung antar kota/kabupaten, bahkan provinsi. Para karyawan bank menuturkan, mereka membawa uang tanpa pengawalan polisi dari Bukittinggi menuju Payakumbuh. Sekitar pukul 09.00 WIB, ketiganya berangkat dari Bukittinggi. Sebelum dirampok, mobil yang mereka gunakan untuk mengangkut uang disebut diserempet oleh mobil pelaku. Setelah diserempet, mereka berhenti dan langsung ditodongi pistol. Ketiganya lalu disekap dalam mobil. Tangan diikat, mulut dilakban dan mata ditutup.

Dalam kondisi mata tertutup, mobil diambil alih pelaku. Tiga karyawan lalu diturunkan di kawasan Kalawi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Sementara uang dibawa kabur. Setelah berhasil melepas ikatan, lalu mereka melapor ke Mapolsekta Payakumbuh. Sewaktu melapor itulah muncul pengakuan kalau ketiganya korban rampok.

Ketika Haluan mendatangi kantor BSM di Aur Kuning yang berada tidak jauh dari Flyover untuk, pimpinannya enggan ditemui dan tidak bersedia untuk diwawancarai. “Pimpinan tidak bisa diwawancarai saat ini,” kata petugas keamanan bank. (h/ril)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]