DIJERAT UU KORUPSI DAN PENCUCIAN UANG

Maria Feronika Divonis 2,5 Tahun


Kamis, 07 Juni 2018 - 09:47:42 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Maria Feronika Divonis 2,5 Tahun Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Maria Feronika, istri Hendri Arnis, Walikota non aktif Padang Panjang divonis 2,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang, Rabu (6/6). Maria dinilai hakim terbukti melakukan korupsi anggaran kebersihan Rumah Dinas Walikota Padang Panjang

Perbuatan Maria melanggar Pasal 3 ayat (1) jo 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  Selain itu, Maria juga dijerat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Terdakwa Maria Feronica terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi anggaran Rumdin Walikota Padang Panjang dan dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara. Terdakwa juga harus membayar denda Rp50 juta subside tiga bulan kurungan,” terang Ketua Majelis Hakim R Ary Muladi yang dalam pembacaan putusan didampingi hakim anggota Sri Hartati dan Zaleka.

Dalam putusan itu, Maria juga diharuskan untuk membayar uang pengganti Rp167 juta sesuai dengan kerugian negara dalam dakwaan. Uang pengganti tersebut harus dibayar satu bulan setelah putusan berkekuatan tetap. Jika tidak sanggup membayar, jaksa boleh menyita harta bendanya untuk dilelang. "Bila tidak mencukupi maka diganti dengan kurungan satu tahun penjara, dan memerintahkan terdakwa untuk tetap berada dalam tahanan," kata R Ari Muladi.

Sementara itu terhadap terdakwa Rhici Lima Saza yang merupakan pengawas pada Rumdin Wako Padang Panjang divonis lebih rendah dari Maria. Dia dijatuhi hukuman selama dua tahun penjara. "Rhici hanya dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi, sementara Maria ditambah dengan pasal tentang tindak pidana pencucian uang," kata Majelis hakim.

Atas putusan tersebut, Maria Feronica yang didampingi pengacaranya Defika Yufiandra Cs dan Richi Lima Saza didampingi Amiruddin meminta waktu untuk berpikir, apakah akan mengajukan banding atau tidak. Sesuai aturan, para pihak diberi waktu 14 hari untuk berpikir. “Kami minta waktu untuk berpikir majelis,” ungkap kuasa hukum keduanya.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syahrul dari Kejaksaan Negeri Padangpanjang. JPU sebelumnya meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun kurungan tehadap kedua terdakwa. 

Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan, kasus ini berawal sejak awal 2014 lalu, dimana Sekretariat Daerah (Setda) Kota Padangpanjang memperoleh anggaran Rp360 juta. Uang tersebut lalu digunakan untuk membayar upah 12 pekerja dengan masing-masing pekerja memperoleh upah Rp45 ribu perhari.

Kemudian, Maret 2014, dilakukan penggantian penjabat pengawas kebersihan Rumdis Wako dan Wawako Padangpanjang, yang sebelumnya dijabat saksi Zulherman, dan digantikan oleh Rhici Lima Saza. Dalam pekerjaannya, pengawas bertanggungjawab mengelola absensi serta nama-nama petugas kebersihan, dan membawa daftar tersebut ke bendahara untuk pencairan gaji.

Berdasarkan daftar, terdapat beberapa nama pekerja dalam daftar hadir Maret hingga Desember 2014, yang tidak pernah bekerja di rumah dinas tersebut. Nama-nama itu antara lain, Nofrita, Febri Yanti, dan Nurhayati. Selain itu, juga terdapat nama-nama pekerja yang telah berhenti, tetapi gajinya tetap dicairkan oleh Rhici Lima Saza, yaitu atas nama Suhendrik, Hendri, Amel Zola, dan Esi Widiyani.

Pencairan gaji atas nama fiktif dan nama-nama yang telah berhenti tersebut dilakukan terdakwa Richi atas permintaan terdakwa Maria Feronika. Tindakan itu lebih dulu diawali dengan memasukkan nama-nama tersebut oleh Maria dengan meminta fotocopy KTPkepada yang bersangkutan. Setiap bulan, nama-nama pekerja fiktif dan yang berhenti tersebut seharusnya disampaikan oleh Rhici kepada bendahara, dan melaporkan hal tersebutkepada Sekretaris Daerah Padangpanjang. Namun, informasi perihal nama-nama pekerja yang berhenti hanya diberitahukan Richi kepada Maria.

Tidak hanya itu, untuk pekerja yang setiap bulannya menerima gaji, juga dilakukan pemotongan oleh terdakwa Maria dengan berbagai alasan. Sehingga setiap pekerja menerima gaji dalam jumlah yang berbeda-beda



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 22 Juni 2016 - 16:52:21 WIB

    Kerugian Akibat Kebakaran Hotel Mariani Belum Dihitung

    Kerugian Akibat Kebakaran Hotel Mariani Belum Dihitung PADANG, HALUAN - Para pengunjung dan penghuni hotel Mariani yang terletak di Jalan Bundo Kanduang Nomor 35 Kelurahan Belakang Tangsi Kecamatan Padang Barat ini seketika berhamburan keluar setelah api keluar dari hotel tersebu.
  • Rabu, 22 Juni 2016 - 15:11:13 WIB

    Hotel Mariani Terbakar

    Hotel Mariani Terbakar PADANG, HALUAN--Hotel Mariani yang berlokasi di Jalan Bundo Kanduang, Kota Padang, Rabu (22/6) terbakar. Api membakar lantai tiga salah satu hotel tertua di Kota Padang tersebut. .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM