Kasus Umrah BMP Terus Dikawal


Kamis, 07 Juni 2018 - 10:08:03 WIB
Kasus Umrah BMP Terus Dikawal

PADANG, HARIANHALUAN.COM-PT Bumi Minang Pertiwi (BMP) dikabarkan telah memberangkatkan sebagian jemaah umrah yang sebelumnya gagal berangkat karena persoalan administrasi keuangan perusahaan tersebut. Namun, belum diketahui berapa jumlah pasti jemaah yang telah berangkat, dan mekanisme seperti apa yang digunakan untuk memberangkatkan ribuan jemaah tersebut.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kemenag Sumbar Efri menyebutkan, BMP sudah mulai memberangkatkan jemaah dengan menggunakan fasilitas kerja sama dengan perusahaan lain selaku mitra BMP. Namun, untuk jumlah pasti pihaknya belum bisa menyampaikan data tersebut. "Mungkin besok bisa kami berikan data itu di kantor. Jumlah sementaranya ada di sana. Untuk sekarang, kepastian pemberangkatan itu sudah ada sebagian. Berangkatnya dengan mitra dari perusahaan lain," kata Efri, Rabu (6/6).

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ombudsman Perwakilan Sumbar Adel Wahidi, yang sebelumnya membuka posko pengaduan bersama Kemenag Sumbar bagi jemaah yang gagal berangkat menyatakan, informasi sudah adanya jemaah yang berangkat telah diperoleh, tapi sebagian informasi yang diterima, diketahui pemberangkatan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari inisiatif BMP. "Ini yang mesti dijelaskan. Ada kabar yang memberangkatkan sebagian jemaah itu adalah perusahaan di daerah yang menampung jemaah pertama kali sebelum diserahkan pada BMP,. Tapi itu atas inisiatif sendiri dan berangkatnya lewat biro perjalanan lain. Kalau begitu, peran BMP tidak ada di sana," kata Adel.

Adel menyebutkan, inisiatif perusahaan jejaring BMP di daerah untuk memberangkatkan jemaah yang terlantar tersebut, bisa jadi dilakukan demi menjaga kepercayaan jemaah di daerah di luar Kota Padang. Padahal, persoalan dasar dari.kegagalan berangkat ada pada pihak BMP. "Kami akan komunikasi lagi dengan Kemenag dan BMP soal ini. Siapa sebenarnya yang memberangkatkan. BMP sendiri sudah menjalankan tanggung jawabnya sesuai janji atau belum. Ini perlu diketahui," sebutnya lagi.

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

Belum lagi, lanjut Adel, pihaknya menemukan kembali aktivitas periklanan PT BMP untuk menerima jemaah umrah baru. Padahal, status perusahaan tersebut tengah dimoratorium oleh Dirjen Haji Kemenag RI untuk menerima pendaftaran jemaah baru. "Setelah kami konfirmasi ke berbagai pihak, ternyata itu miss komunikasi, sekarang aktivitas periklanan itu sudah berhenti. Yang penting bagi kami sekarang, kejelasan keberangkatan jemaah yang terlantar itu bagaimana. Siapa yang memberangkatkan. Sudahkah BMP menunaikan janjinya atau belum," sebutnya lagi.

Ombudsman RI Perwakilan Sumbar sebelumnya juga sudah menggelar pertemuan dengan Kanwil Kemenag Sumbar untuk membahas nasib 1.600-an jemaah yang telah melakukan pembayaran namun waktu keberangkatannya belum jelas. Pertemuan yang digelar 26 April itu fokus membahas ketidakjelasan informasi dari PT BMP, soal komitmen yang disampaikan perusahaan tersebut kepada Kemenag Sumbar pada 2 April lalu. Di antaranya, soal penjaminan pemberangkatan jemaah yang sudah membayar. Data BMP ke Kemenag Sumbar sebelumnya yang menyebutkan jumlah jemaah yang akan diberangkatkan itu 1.325 orang, berdasarkan penelusuran dan laporan terbaru yang diterima Ombudsman, jumlah itu membengkak hingga 1.600 jemaah.

Baca Juga : Mrs World, Kontes Kecantikan Khusus Wanita Bersuami yang Sempat Bikin Heboh

“Kami minta informasi soal komitmen itu pada Kemenag, karena sesuai PMA (Peraturan Menteri Agama) Nomor 8 tahun 2018, Kanwil yang punya otoritas dalam pengawasan dan pemberian izin pemberangkatan jemaah. Tapi, Kanwil mengaku juga telah putus kontak dengan BMP. Saat kami tanya proses komitmen 2 April itu sudah sampai mana, ternyata kesimpulannya belum ada yang dijalankan BMP,” kata Adel lagi.

Sementara itu, usaha Haluan untuk berkomunikasi dengan Rizki Kurniawan selaku Direktur Utama PT BMP belum menemukan hasil yang menggembirakan. Haluan sudah beberapa kali bertandang ke kantor BMP di kawasan Ulak Karang, Kota Padang, tetapi kantor tersebut tutup terkunci dengan beberapa mobil terparkir di halaman kantor. Menurut pengakuan warga yang beraktivitas dj sekitar kantor tersebut, mobil-mobil tersebut merupakan mobil milik warga yang memang sengaja parkir di halaman kantor BMP. "Kantornya sudah beberapa lama ini tidak buka. Makanya sebagian pekerja di kantor-kantor di sampingnya parkir di halaman kantor tersebut," jelas seorang warga yang enggan namanya ditulis. (h/isq)

Baca Juga : Seekor Kucing Jadi Kepala Kepolisian di Jepang, kok Bisa?

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]