Derita Tumor, Mata si Kecil Iqbal Sulit Terpejam


Kamis,07 Juni 2018 - 11:36:22 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Derita Tumor, Mata si Kecil Iqbal Sulit Terpejam Iqbal bersama sang nenek, mencoba bertahan dari serangan tumor kantung kemih, di ruang rawat bedah bayi, RSUP DR. M. Djamil Padang, Selasa (5/6). PERI MUSLIADI

Didera Tumor, Mata si Kecil Iqbal Sulit Terpejam

Oleh Peri Musliadi

HARIANHALUAN.COM-Iqbal Muhammad Sidik terlihat gelisah di atas tempat tidur perawatan. Ia terus berguling ke sana dan kemari, berusaha mencari posisi yang nyaman untuk beristirahat. Akan tetapi tetap saja, ia tidak bisa bertahan di satu sisi tempat tidur perawatan dalam waktu yang lama. Bahkan, hanya beberapa menit matanya tertutup, kemudian terbuka lagi dan ia mulai mencari posisi lain.

Kegelisahan seperti itu dialami Iqbal yang masih bayi. Umurnya baru setahun empat bulan. Tak seperti bayi lain seumurannya, tiga selang medis yang melilit tubuhnya membatasi gerak tubuhnya. Jangankan untuk turun dari tempat tidur dan berlarian ke sana kemari laiknya bayi lain, untuk sekadar memejamkan mata, ia merasa sangat kesusahan. “Tidur sebentar, lalu bangun lagi. Waktu bangun harus lekas dikipasi agar tidur lagi. Saya dan orangtua (nenek Iqbal) bergantian menunggui sambil mengipasi,” kata ibu Iqbal, Wiwit, saat ditemui Haluan di ruang bedah anak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang.

Wiwit bercerita, Iqbal adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya saat ini tengah duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas dua. Wiwit (32) dan Ipil (36) suaminya merupakan warga Nagari Kubu Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan. Iqbal sendiri ia akui mengalami susah buang air kecil dan buang air besar karena Tumor Buli (Kantung Kemih) yang terdapat di selangkangan bayi mungil tersebut. “Iqbal hanya bisa mengejan, tapi buang airnya susah keluar. Lalu perutnya makin membesar. Sekarang sudah enam bulan Iqbal sakit seperti ini. Makan dan minum masih bisa masuk, tapi tidak banyak,” sebutnya lagi.

Sebelumnya, karena mengalami susah buang air kecil, dokter mengambil tindakan menyunat Iqbal saat umur Iqbal masih sebelas bulan. Berharap dengan tindakan itu penyakit Iqbal lebih mudah dikendalikan, tapi kenyataannya tidak membawa dampak yang berarti. Lalu, Iqbal dipasangi selang pada alat kelaminnya. Namun, setelah dua bulan dipasang tak kunjung mengurangi rasa sakit yang diderita. Sehingga saat ini selang dipasangkan lansung pada ginjalnya. “Testis Iqbal jadi bengkak dan terus membesar. Jadi sudah berjalan atau merangkak. Kata dokter, perangkat medis dan dokter spesialis di sini tidak tersedia untuk memberi penanganan. Iqbal harus dirujuk ke RS Cipto (RSCM) Jakarta untuk operasi dan kemoterapi. Sekarang sedang menunggu RSUP Djamil memberi rujukan,” sebutnya.

Wiwit mengakui, biaya pengobatan Iqbal telah ditanggung negara lewat keanggotaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun, untuk biaya sehari-hari anggota keluarga yang menunggui Iqbal, ia terpaksa berutang kiri dan kanan selama enam bulan belakangan. Karena, keluarga pun harus bolak-balik Padang-Pesisir Selatan, dan menginap di rumah sakit. “Paling kurang sudah Rp35 juta duit habis. Sumbernya kami pinjam dari tetangga. Sehari-hari saya dan suami hanya petani dan tidak punya simpanan uang. Kami berharap ada pihak yang dapat meringankan beban kami, dan membantu pembiayaan selama Iqbal dirujuk di Jakarta nanti,” harap Wiwit.

Kabar baik dari kampung, lanjut Wiwit, ada dana bantuan dari nagari yang bisa keluarganya manfaatkan untuk kebutuhan menunggui Iqbal. Meski pun, hingga hari ini dana tersebut belum kunjung sampai ke tangan mereka. “Saya dan suami tidak bisa lagi kerja penuh sekarang. Kalau ada yang tergerak membantu, kami sangat bersyukur. Nomor hp saya 0822-8578-5998,” ucapnya. (*)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu,25 November 2017 - 04:26:30 WIB
    KERJA SAMA TNI-KEMENKES

    320 Penderita Katarak Operasi Gratis

    320 Penderita Katarak Operasi Gratis PADANG, HALUAN--Komando Resor Militer 032/Wirabraja gelar bakti sosial operasi katarak gratis untuk masyarakat Sumatera Barat di Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Rekso Diwiryo Padang, Jumat (24/11)..
  • Sabtu,18 Februari 2017 - 09:39:08 WIB

    Penderita TBC di Padang Menurun Sepanjang 2016

    Penderita TBC di Padang Menurun Sepanjang 2016 PADANG,HALUAN — Jumlah penderita penyakit Tuberkulosis (TB) atau TBC di Kota Padang selama tahun 2016 tercatat sebanyak 841 orang. Meskipun jumlah itu menurun dari tahun 2015 lalu sebanyak 1.116 orang, namun jumlah penderit.
  • Selasa,11 Oktober 2016 - 02:32:02 WIB

    Sumbar Peringkat 10 Penderita AIDS

    Sumbar Peringkat 10 Penderita AIDS PADANG, HALUAN — Jum­lah penderita HIV/AIDS di Sumbar saat ini terdeteksi mencapai 2.000 orang. Jumlah ini menempatkan Sumbar di peringkat 10 terbanyak pen­derita HIV/AIDS di Indonesia..
  • Kamis,11 Agustus 2016 - 04:24:35 WIB
    JANUARI HINGGA JUNI 2016

    Sudah 653 Penderita DBD

    Sudah 653 Penderita DBD PADANG, HALUAN— Sejak Januari hingga Juni 2016, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat 653 penderita. Delapan orang diantaranya meninggal dunia..
  • Rabu,10 Agustus 2016 - 05:09:56 WIB

    46 Anak Menderita Gizi Buruk

    PADANG, HALUAN — Kasus gizi buruk masih menjadi mimpi buruk. Meski tak sampai tahap akut, namun di Kota Padang sejak Januari-Juni 2016, 46 anak dikategorikan menderita gizi buruk..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM