Finalis Miss Grand Belanda Berdarah Minang

Esmeralda Kangen Taram, Penasaran pada Haluan


Jumat, 08 Juni 2018 - 10:18:17 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Esmeralda Kangen Taram, Penasaran pada Haluan ESMERALDA memakai baju khas Indonesia dalam suatu acara di Amsterdam, Belanda. Meski lahir dan besar di Belanda, Esmeralda tidak lupa tanah leluhurnya. Dia berharap bisa kembali pulang kampung. (Foto IG @charlotteloijson)

Esmeralda Cornelia Suarni Carelse kini jadi bintang di Belanda. Perempuan manis ini menyandang status sebagai finalis Miss Grand Belanda. Siapa sangka, Esmeralda rupanya berdarah Minangkabau. Ibunya mantan guru yang berasal dari Taram, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota. Nan membanggakan, Esmeralda tak pernah lupa dengan tanah leluhurnya.

Oleh: Yessi Deswita

HARIANHALUAN.COM-Taram selalu terngiang di benak Esmeralda Cornelia Suarni Carelse. Nagari dengan panorama elok itu menjadi puncak kerinduan baginya. Namun, untuk saat ini Esmeralda hanya bisa menyimpan rindu. Walau raganya jauh di tanah seberang, dia memastikan selalu merasa dekat dengan kampung halaman. Esmeralda tak pernah malu menyebut dia orang Limapuluh Kota, atau berdarah Minangkabau.

Kisah Esmeralda nan akhirnya dipaparkan lewat tulisan ini berawal dari rasa penasarannya pada guntingan koran yang disimpan ibunya. Koran itu adalah Haluan. Dibawa sang ibu ke Amsterdam, Belanda, karena di halaman koran itu ada publikasi pernikahannya pada tahun 1992. Efi Bachmar, sang ibu bersuku Piliang dari Nagari Taram, Kabupaten Limapuluh Kota. Efi dulunya berprofesi sebagai guru SMP di Ombilin, Sawahlunto. Dia dipersunting oleh orang Belanda bernama Daniel Carelse.

Pernikahan dengan orang Belanda inilah yang dipublikasi Haluan, 26 tahun lalu. Esmeralda berhasil terhubung dengan Haluan setelah mengirim pesan via surel (email).

“Publikasi Haluan 26 tahun lalu itu memunculkan rasa penasaran. Saya ingin tahu Haluan, sekaligus mengucapkan terimakasih. Sampai sekarang, korannya masih disimpan ibu. Berita pernikahan tersebut adalah sepercik perjalanan hidup yang digoreskan dengan sangat indah oleh Haluan dan tidak akan terlupakan,” ungkap Esmeralda.

Menurut Esmeralda, ketika media lain berebut meminta sesi wawancara dengannya, dia lebih memilih untuk mencurahkan segala kisahnya pada Haluan.

“Haluan satu-satunya media lokal yang saya pilih untuk menceritakan pengalaman sebagai seorang gadis berdarah Minangkabau yang mengikuti Miss Grand Belanda 17 Juni mendatang. Saya didapuk menjadi finalis, nantinya acara akan berlangsung di Vinkeveen, Holand,” tuturnya.

Esmeralda banyak bercerita tentang Taram, kampung halamannya. Tentang keindahan Taram, dan pengalamannya pulang kampung beberapa waktu lalu. Dari rekam digital yang didapat Haluan, Esmeralda memang pernah berpose di Lembah Harau, dan beberapa kawasan di Limapuluh Kota. Dia tampak begitu sumringah. Nama yang disematkan orangtuanya juga menjadi pertanda kalau Esmeralda yang kini berusia 24 tahun tidak boleh melupakan kampung halaman. Suarni adalah nama neneknya dari garis ibu. Sedangkan Cornelia merupakan neneknya dari garis ayah.

“Suatu waktu saya akan kembali pulang. Tanah leluhur begitu menggugah dan indah,” katanya.

Terkait ajang yang diikuti, menurut Esmeralda, Miss Grand Belanda adalah pemilihan putri kecantikan terbesar dan termasuk paling terkenal di dunia. Baik di Asia atau Amerika Selatan.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM