Bercanda Bom di Pesawat, Penjara Menanti


Selasa, 12 Juni 2018 - 14:53:25 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Bercanda Bom di Pesawat, Penjara Menanti Jelang lebaran kesibukan di Bandara kian meningkat. IRHAM


PADANG, HARIANHALUAN.COM – Seorang pemudik pesawat udara berinisial NS diamankan aparat keamanan gabungan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (11/6). NS yang merupakan seorang abdi negara dianggap meresahkan karena mengaku membawa bom dalam barang bawaan ketika naik pesawat. 
General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda Wicaksana mengatakan, akibat kejadian itu pilot dan seluruh penumpang diturunkan karena harus dilakukan pemeriksaan ulang barang bawaan penumpang.  "Kronologi kejadian berawal saat pelaku yang sedang mudik dari Aceh-Medan-transit di Padang selanjutnya menuju Jambi sudah berada di pesawat Wings Air IW1293 pada pukul 16.42 WIB," kata Dwi, Senin (11/6).
Ketika itu NS ditanya oleh pramugari mengenai isi kardus yang dibawa, dia kemudian menjawab bahwa dia membawa bom. Selanjutnya pramugari melaporkan hal itu ke pilot, dan semua penumpang diturunkan untuk diperiksa ulang. Kemudian pelaku yang merupakan abdi negara itu dibawa ke Posko Pengamanan Bandara oleh petugas Avsec Angkasa Pura II untuk diamankan bersama dengan satuan TNI dan Polri yang-BKO di BIM. 
Sementara penumpang lain terpaksa kembali ke ruang tunggu karena harus dilakukan pemeriksaan ulang barang bawaan.  Dwi mengatakan saat ini oknum pelaku telah diserahkan kepada Otoritas Bandar Udara Wilayah VI.  "Setelah petugas Avsec memeriksa ulang penumpang serta bagasi dan setelah dinyatakan clear maka pesawat kembali diberangkatkan menuju Jambi," kata dia. 
Dwi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan pernah melakukan candaan tentang bom, khususnya di bandara apalagi di pesawat udara karena itu jelas melanggar UU yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Penjara Menanti
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan pemudik yang menggunakan pesawat mentaati peraturan dan tak berulah melontarkan candaan soal bom. Sebab menurut dia, hal itu bisa meresahkan dan membahayakan orang lain. Tidak hanya itu saja, pelakunya bisa dipidana dan dipenjara. Menteri berjanji bakal mengganjar para pelaku dengan hukuman berat supaya memberikan efek jera. "Harus tunduk dan patuh apa yang diisyaratkan petugas, karena kita ingin bandara aman dari teror dan sebagainya. Yang lain jangan bercanda soal bom," kata Budi Karya.
Diketahui, Undang-Undang nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan memuat aturan bahwa penyampaian informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan hingga mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda dapat dipidana penjara paling lama delapan tahun. "Karena Kemenhub dan Polri akan menuntut berat yang bercanda bom karena dampaknya tidak mengenakkan," ujarnya.

Di sisi lain, Budi juga mengimbau agar para pemudik menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada tanggal 8-9 hingga 12-13 Juni.  Ia menyarankan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman pada dua hari di antara dua puncak arus mudik tersebut. "Sampaikan kalau puncak mudik itu akan ada pada tanggal 8, 9, 12, 13 jadi kalo cerdas jangan gunakan hari-hari itu sehingga kemacetan tidak terjadi," ujarnya. (h/mg-ren)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM