Jaga Tradisi Sejak 32 Tahun, IKBK Bakal Gelar Halalbihalal di Sungai Tambang


Rabu,13 Juni 2018 - 10:45:42 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Jaga Tradisi Sejak 32 Tahun, IKBK Bakal Gelar Halalbihalal di Sungai Tambang Ketua Pusat Ikatan Keluarga Besar Kampung Baru, Syafrial Malin Batuah

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Tradisi berkumpul bersama, bersilaturahmi dari lima nagari bakal kembali digelar di Sijunjung.

Acara tahunan pada perayaan idul fitri 1439 hijriyah tahun atau halal bi halal itu diadakan oleh organisasi masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Kampung Baru (IKBK).

Acara bakal dilaksanakan pada hari ketiga lebaran yaitu tanggal 17 Juni mendatang di Jorong Empat Nagari Sungai Tambang, Kecamatan Kamang Baru.

Agenda tersebut merupakan wadah bersilaturahmi antar masyarakat Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Sungai Tambang, Kecamatan Kamang Baru, Trimulya, Beringin Sakti dan Marga Makmur yang masuk dalam kecamatan Timpeh, Dharmasraya.

Tidak saja masyarakat yang berdomisili di kampung halaman tetapi halal bi halal yang telah berlangsung selama 32 tahun sejak 1986 itu juga berbaur dengan masyarakat dari perantauan asal Kampung Baru.

Diperkirakan, pada perayaan halal bi halal tahun ini di Sungai Tambang akan hadir berkumpul keluarga besar asal Kampung baru baik masyarakat desa induk kampung baru, warga transmigrasi serta dari rantau, berkisar sekitar seribuan warga. 

Ketua Pusat Ikatan Keluarga Besar Kampung Baru, Syafrial Malin Batuah, S.Ag kepada Haluan, Senin (11/6) memaparkan, bahwa agenda halal bi halal IKBK selalu digelar tiap lebaran idul fitri sebagai wadah untuk merajut silaturahmi antara masyarakat asal Kampung Baru yang kini telah berdomisili di lima nagari dan di perantauan.

"Pelaksanaannya kita gilirkan setiap tahun dan masing-masing nagari atau desa mendapatkan jatah tuan rumah tiap lima tahun sekali, tahun ini Nagari Sungai Tambang menjadi tuan rumah. Sebelumnya pada tahun kemarin Kampung Baru sebagai desa induk tuan rumahnya, kemudian tahun besok giliran Trimulya Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, berikut Beringin Sakti dan setelahnya Marga Makmur, begitu seterusnya tiap tahun," ujar Syafrial.

Dikatakan, untuk penyelenggaraan di desa induk di Kampung Baru tahun kemarin dilaksanakan helat besar-besaran selama tujuh hari karena desa induk memang selalu meriah dibanding daerah cabang karena hal itu juga dipengaruhi ramainya perantau pulang kampung setiap tuan rumah di desa induk.

Dilaksanakan berbagai agenda yang dihadiri oleh pucuk pimpinan daerah dan Forkopimda serta kepala OPD diantaranya acara yang digelar musyawarah IKBK, pesantren kilat, MTQ, pertandingan berbagai cabang olahraga, seminar hukum adat, seminar pembangunan dan ditutup dengan menangkap ikan bersama anak-anak di sawah. Malam hari juga dimeriahkan dengan hiburan berbagai kesenian daerah dan organ tunggal.

"Yang terbaru program kita yaitu program 1.000 membangun, masyarakat kita yang dominan menekuni usaha asesoris membentuk penggalangan dana dengan menyisihkan Rp.1.000 tiap hari per toko asesoris di berbagai kota se indonesia. Dari 350 unit toko yang sudah tergabung khusus warga asal desa kampung baru selama lima tahun akan terkumpul dana untuk pembangunan fasilitas umum dan rumah ibadah di Kampung Baru sebesar Rp.500 juta, ini diharapkan juga digagas oleh desa atau nagari cabang," ucapnya.

Sekretaris IKBK Sungai Tambang, Laswan juga menyebutkan Sungai Tambang yang menjadi tuan rumah halal bi halal IKBK tahun ini telah mempersiapkan berbagai agenda.

"Pada pukul 12.30 WIB, acara kita awali di Masjid Al Mustakin dengan solat zuhur berjamaah di Jorong Empat, kemudian dilanjutkan pertemuan bersilaturahmi di Masjid itu, setelah di Masjid silaturahmi juga dilakukan ke rumah-rumah famili terdekat sesuia suku dan kekerabatan masing-masing, kita rencanakan malam hiburan juga akan memeriahkan para tamu undangan dan tuan rumah dengan penampilan randai dari Batusangkar," ujarnya.

Laswan juga menuturkan, sejarah singkat berdirinya IKBK berawal dari pemikiran dua orang tokoh masyarakat Sungai Tambang yaitu Harmaini (alm) dan Darwis.

"Beliau saat itu berdua bersepeda dari Sungai Tambang ke Beringin Sakti menelusuri jalan perusahaan perkebunan kelapa sawit, di Beringin Sakti pada tahun 1986 itu diajaklah sebagian masyarakat untuk berkumpul setelah lebaran di Sungai Tambang. Begitu juga tiga nagari lainnya dan terwujud pertemuan di Masjid Al Mustakin, warga lima desa berkumpul saat itu hingga masjid saat itu penuh bahkan banyak yang duduk di luar Masjid, di sana waktu itu disepakati agenda digelar tiap tahun,"ujarnya. 

Trimulya tuan rumah penyelenggara kedua, dan seterusnya bergiliran. Lalu sekitar tahun kelima berjalan terbentuklah AD/ART yang hingga saat ini menjadi agenda kebanggaan masyarakat kita,"tuturnya. (h/fma)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM