Tarekat Naqsabandiyah Laksanakan Salat Id Hari Ini


Rabu, 13 Juni 2018 - 16:19:15 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tarekat Naqsabandiyah Laksanakan Salat Id Hari Ini Tareqat Nawsabandiyah Kota Padang. Dok.Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Jamaah tarekat Naqsabandiyah sudah menunaikan salat Idul Fitri di Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (13/6)

Dihadiri oleh sekitar 200 orang jamaah, salat yang dipimpin oleh guru tarekat Naqsabandiyah, Mursyid Syafri Malin Mudo tersebut berjalan lancar dan khusuk.

Setelah menunaikan salat Id, dilanjutkan dengan mendengarkan khotbat yang dibawakan dalam bahasa Arab.

Kendatipun begitu, sebelum khatib naik mimbar para jamaah telah dibagikan intisari khotbah. Sehingga sedikit banyaknya mereka dapat mengerti isi khotbah yang bertemakan tentang asal-usul salat tersebut.

Jamaah yang hadir pada salat Id pagi tadi tak hanya berasal dari kawasan pauh saja, tapi banyak pula yang berasal dari kawasan lain seperti Lubuk Buaya, Lubuk Kilangan, Kampung Lalang, Indarung, dan seterusnya.

"Untuk di Sumbar jamaah kita kebanyakan berasal dari Padang, Solok, Pasaman, dan Pesisir Selatan. Sedangkan untuk di sini sendiri setidaknya ada 23 musala tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Padang," ujar Mursyid Syafri Malin Mudo kepada Haluan selepas melaksakan salat Id.

Terkait penetapan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Mursyid mengungkapkan bahwa hal itu telah ditetapkan semenjak jauh-jauh hari. Selain itu, para ulama tarekat Naqsabandiyah juga melakukan sidang ijma pada bulan Rajab guna memastikan penetapan puasa dan lebaran yang ditetapkan dengan menggunakan metode hisab qamsiyah dan arbaiyah.

"Sederhananya metode hisab yang dipakai itu menggunakan kelipatan lima. Tahun lalu kami mulai puasa hari Kamis. Maka sesuai hitungannya, tahun ini kami puasa hari Senin. Kemudian untuk tahun depan kami puasa hari Jum'at. Itu hisab qamsiyah," ucap Mursyid.

Salah seorang jamaah Naqsabandiyah, Zulkifli (59) mengatakan perbedaan dalam penetapan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri ini hendaknya jangan menjadi sebuah pertentangan dan perpecahan. Menurutnya yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai Idul Fitri sesuai dengan keyakinan masing-masing. 

"Yang utama itu kan iman. Bagaimana kita meyakini kepercayaan yang kita anut. Toh muaranya tetap sama. Kepada Allah SWT. Dan semoga amalan kita semua, meskipun berbeda-beda, tapi tetap diterima di sisi-Nya," pungkasnya. (h/mg-dan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM