Selembar Uang Pemanggil Jamaah

Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid


Jumat, 22 Juni 2018 - 01:13:18 WIB
Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid KUBAH Masjid Al-Irsyad tampak dari balkom lantai dua Masjid Raya Sumbar. Sejak Masjid Raya Sumbar difungsikan, jamaah Al-Irsyad banyak yang berpindah ke sana. Otomatis masjid menjadi sepi. YESI

"Sejak diberi amanah sebagai Ketua Pengurus Masjid Al-Irsyad tahun 1984 silam, baru tahun ini Bang Dul gusar. Masjid yang dikelolanya kian hari semakin sepi. Para jamaah satu per satu meninggalkan rumah Tuhan yang dijaganya. Pun demikian, Bang Dul tak kehabisan akal. Dia siapkan uang untuk siapa saja yang datang ke masjid di agenda-agenda tertentu. Adalah kewajiban menurutnya untuk berkorban agar masjid kembali ramai."

Oleh: Yesi Deswita

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

NAMA Bang Dul harum di Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat. Dia tenar sebagai dermawan yang akhirnya memilih jalan pengabdian sebagai pengurus masjid. Bang Dul, nama lengkapnya dr H Abdullah Wali Nasution DABK, Sp And. Dokter senior kenamaan. Di usia yang beranjak 73 tahun, barangkali jarang dokter di Padang yang tak kenal dia. Bang Dul dulu dosen tetap di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas.

Lama malang-melintang di dunia kesehatan dengan beragam warnanya, Bang Dul akhirnya perlahan mulai menepi. Dia hanya buka praktik di rumah, dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berbuat baik antar sesama. Salah satunya mengelola Masjid Al-Irsyad yang berada di Jalan Khatib Sulaiman, Nomor 15 A, atau persisnya di samping Sekretariat Kopertis Wilayah X. Sejak 1984, ahli medis yang mendalami andrologi dan seksologi itu terus mencoba menghidupkan masjid, meramaikan dan memeriahkannya.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Mencari Bang Dul bukan perkara sulit di Jalan Khatib Sulaiman. Hampir semua orang kenal dengannya.  "Bang Dul, siapa yang tak tahu. Beliau orang teramat baik dan pahlawan bagi kami. Cara-caranya bermasyarakat dan menghidupkan masjid patut diacungi jempol. Walau bukan asli penduduk, pandai sekali ia merebut hati kami. Namanya harum, jamaah masjid yang lama menghilang dipanggilnya dan diberinya uang saku agar datang dan mau menghadiri wirid," ungkap Erni, seorang jamaah Masjid Al-Irsyad kepada Yesi Deswita, wartawati Haluan yang mendapat tugas mewawancarai Bang Dul.

Cerita Erni benar adanya. Banyak cara yang dilakukan Bang Dul, dan itu berhasil. Berbelas tahun, Masjid Al-Irsyad yang berkubah warna emas itu tak pernah sepi. “Di tahun-tahun berlalu masjid ini selalu ramai. Tak hanya sekadar untuk salat saja, tapi juga menggelar kajian keagamaan, wirid dan musyawarah. Masjid tak sekadar tempat keagamaan semata, tapi juga menjadi gedung untuk mencari pemufakatan oleh masyarakat. Pintunya selalu terbuka,” terang Bang Dul.

Namun lambat laun Masjid Al-Irsyad mulai lengang. Puncaknya ketika Masjid Raya Sumbar difungsikan. Para jamaah meninggalkannya dan beralih ke Masjid Raya yang persis berdiri di depan Al-Irsyad. Kemegahan dan luasnya masjid yang masuk ke dalam daftar masjid termegah di Asia Tenggara itu menarik minat orang untuk datang, tak terkecuali jamaah Masjid Al-Irsyad. Siapa pula nan tak akan terkesima dengan masjid yang pilar-pilarnya berbaris elok. Menaranya mirip bangunan-bangunan di Thailand, atapnya serupa kain sorban yang ditarik masing-masing ujungnya. Arsitektur masjid ini unik dan tak dijumpai di masjid manapun. Tak ayal Masjid Al-Irsyad kian merasa kerdil.

Al-Irsyad yang dulu ramai dengan suara-suara anak-anak mengaji lambat laun sunyi. Sebagai pengurus Bang Dul paling gusar. Dia tak ingin di tangannya masjid menjadi “mati”. “Masjid kita kalah megah, kalah pamor dan kalah saing. Para jamaah beralih ke sana, tapi niatnya tetap beribadah,” ungkap dokter yang sesekali tetap mengajar di FK Unand sebagai dosen tamu.

Kegusaran Bang Dul bukan karena iri atau tidak bahagia dengan dibangunnya masjid yang megah

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]