Kasus Korupsi Proyek Jalan di Pasaman, Empat Terdakwa Dituntut Hari Ini


Jumat, 29 Juni 2018 - 10:37:29 WIB
Kasus Korupsi  Proyek Jalan di Pasaman, Empat Terdakwa Dituntut Hari Ini korupsi. Ilustrasi. NET

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM- Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan ruas Pintu Padang-Botung Busuk, Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman, senilai Rp3 miliar telah memasuki fase persidangan. Rencananya, Jumat (29/6) ini, para terdakwa yang terdiri dari tiga ASN dan seorang rekanan akan mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Keempat terdakwa itu, yakni Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasaman, Salman (43), Dasril (44), serta Doni (39) yang menjabat sebagai staf Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Leonard Jhoni Daulay (47), Direktur PT Rajawali Citra Wahana Pasaman (RCP) selaku pihak rekanan.

Kalau tidak ada halangan besok (hari ini-red), Jumat (29/6) kita akan membacakan nota tuntutan untuk ke empat orang tersangka kasus dugaan korupsi jalan di Kecamatan Mapat Tunggul pada tahun 2016 lalu,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Pasaman, Erik Eriyadi saat dihubungi wartawan, Kamis (28/6).

Ia berharap dalam sidang tersebut semuanya berjalan lancar. Diberitakan sebelumnya, ketiga oknum ASN tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena berperan aktif hingga terjadinya dugaan tindak pidana korupsi. "Ketiga tersangka itu, pada saat kejadian menjabat sebagai Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan Pasaman. Mereka, diduga sengaja memenangkan perusahaan milik tersangka Leonardy ini," kata Erik.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman, Adhryansah menuturkan, bahwa kegiatan pembangunan jalan Pintu Padang-Botung Busuk tahun 2016 itu diduga tidak sesuai spek dan mutu sebagaimana dalam kontrak kerja antara rekanan dengan pemerintah.

Ditambah lagi, kata Adhryansah, hasil audit BPKP Perwakilan Sumatera Barat, ditemukan terjadi kerugian negara sebesar Rp200 juta, dari total nilai pengerjaan proyek pembangunan jalan tersebut sebesar Rp3 Miliar. "Ada kerugian negara, itu setelah pihak BPKP Sumbar melakukan audit pada Desember 2017 lalu. Setelah data itu kita dapatkan, barulah kita (Kejaksaan) gelar perkara," katanya.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi ini dilakukan sejak April 2017. Setelah dilakukan penyelidikan, Kejari Pasaman pun mendapatkan alat bukti cukup untuk menjerat tiga ASN dan seorang rekanan sebagai tersangka. (h/yud)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]