Soeleiman Effendi Layak Jadi Pahlawan Nasional


Senin, 02 Juli 2018 - 12:08:31 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Soeleiman Effendi Layak Jadi Pahlawan Nasional Foto bersama Ketua DPP Tujuah Lurah Koto Rantang Sepakat Dr Rumainur (kanan) didampingi Camat Palupuh Hasrizal, putri bungsu Soelaiman Efendi Sulfah Achni Ermansyah Jamin dan suaminya Ir Ermansyah Jamin. RIDWAN

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Almarhum Brigadir Jenderal (Brigjen) Soeleiman Effendi, yang hidup sepanjang tahun 1912-2001 berjasa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Ide-ide cemerlangnya dalam kemajuan dunia kepolisian di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak terhitung banyaknya. Sebab itu almarhum layak diusulkan  jadi pahlawan nasional.

 “Mengingat besarnya jasa Soeleiman Effendi, maka pada momen hari jadi kepolisian negara RI ke-72 yang jatuh 1 Juli 2018 ini, masyarakat Sumatera Barat, khususnya masyarakat Palupuh se-Indonesia bertekad  mencanangkan beliau diusulkan sebagai salah satu pahlawan nasional,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat Tujuah Lurah Koto Rantang Sepakat  (DPP TKS) Dr Rumainur, SH,MM,MB dalam jumpa pers , Jumat (29/06) sore lalu.

Pada acara jumpa pers yang berlangsung di salah satu rumah makan di Bukittinggi itu, Rumainur didampingi Putri bungsu Soelaiman Efendi yakni Sulfah Achni Ermansyah Jamin (70) sebagai saksi hidup dan suaminya Ir Ermansyah Jamin serta putrinya Vanni Jamin mengatakan, TKS merupakan organisasi masyarakat Tujuah Lurah Koto Rantang Sepakat (Palupuh) se-Indoensia.

Salah satu program TKS jelas Rumainur yang juga didampingi Camat Palupuh Hasrizal, S.Sos, Kasi Kesejahteraan sosial dan ekonomi Edwar, tokoh  masyarakat Palupuh Nasril, mantan Kapolsek Palupuh H Mohd Zen yang juga tokoh masyarakat Tilatang Kamang, Wali Nagari Nan Limo M Iskandar, S.Sos dan Wali Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh Aliwar adalah, mengangkat semua khasanah kecamatan Palupuh, baik ekonomi, budaya dan politik, serta  bagaimana sejarah masyarakat  Palupuh dalam memperjuakan dan mempertahankan NKRI dari cengkraman penjajah yang dikenal dengan Front Palupuh.

Berbicara tentang Front Palupuh, ungkap dosen dan ketua program S2 Hukum Universitas Nasional (UNAS) Jakarta serta staf ahli komisi VI DPR RI itu, itu tak terlepas dengan sejarah Sumatera Tengah, tak terlepas dengan Soeleiman Effendi termasuk sejarah berdirinya tugu Pahlawan Palupuh.                 

Brigjen Soeleiman Effendi kata pria kelahiran Kuran Kuran Palupuh itu, selain gigih berjuang mempertahankan  NKRI dari cengkraman penjajah, juga seorang yang memiliki andil dalam sejarah mengembangkan  kepolisian negara ini. Namun ada sisi perjuangan beliau yang terlupakan dalam sejarah.

Dalam sejarah kepolisian, Soeleiman Effendi yang pernah menjabat  kepala Polisi Padang (1945-1946), Wakil Kepala Polisi Cabang Sumatera (1946-1947) dan kepala Polisi Sumatera Tengah (1947 -1950) yang sekarang Mapolda Sumbar serta  wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri ) pertama. Kala itu Polri yang masih berada dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), dan Soelaiman Efendi adalah satu-satu personel ABRI terbaik pertama yang lolos dan dikirim ke Akademi Militer Amerika Serikat, yang merupakan Akademi Militer terbaik dunia setelah melalui seleksi ketat. “Dari otak Soelaiman Efendi, lahirlah Birgade Mobile (Brimob) pertama, polisi wanita (Polwan) pertama serta Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) kepolisian negara Republik Indonesia, serta berdirinya tugu brimog Palupuh namun luput dari sejarah,” ujar Rumaizar.

Untuk itu DPP TKS  atas nama masyarakat Sumatera Barat terus berupaya melengkapi dokumen-dokumen sejarah yang  diperlukan sebagai syarat untuk mengajukan Soeleiman Effendi menjadi sebagai salah seorang pahlawan nasional, termasuk menggelar seminar.

Sementara Sulfah Achni Ermansyah Jamin sebagai putri bungsu dari tiga bersaudara keluarga Soeleiman Effendi,  menambahkan, ayahnya  Soeleiman Effendi lahir di Matur kabupaten Agam pada tahun 1912, menikah dengan ibunya asal Lariang Palupuh, beliau  wafat di Jakarta tahun 2001 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Semasa hidup, perjuangan beliau tak kalah dari pejuang-pejuang yang sudah ditetapkan jadi pahlawan nasional. Bahkan orang –orang yang berada dibelakang beliau ada yang jadi pahlawan nasional, sementara beliau yang berada digaris depan dan pernah mendapat anugerah bintang gerilya dari Presiden tak tercatat sebagai pahlawan nasional.

Karena itu, kata Sulfah yang pernah tercatat sebagai seorang aktifis di Gebu Minang dan suaminya Ir. Ermansyah Jamin mantan ketua Gebu Minang didampingi  putrinya Vanni Jamin, sangat merespon dan mendukung penuh  upaya masyarakat Sumbar melalui DPP TKS untuk mengusulkan  ayahnya bisa tercatat sebagai pahlawan nasional.  “Agar ayah bisa diusulkan sebagai salah seorang  pahlawan nasional, kami juga ikut mengumpulkan dokumen sejarah tentang ayah kami melalui berbagai nara sumber yang kredibel serta melalui  kawan-kawan  seperjuangan beliau,  termasuk kegiatan jumpa pers yang digelar ini,” katanya.

Senada dengan Sulfah, Camat Palupuh Hasrizal yang didampingi Wali Nagari Nan Limo M.Iskandar dan Wali Nagari Pagadih Aliwar ketika diminta komentarnya menyambut positif dan mendukung penuh upaya DPP TKS  untuk mengusulkan nama Soeleiman Effendi untuk dapat masuk sebagai pahlawan nasional.  “Sehingga tercatat lagi putra terbaik dari ranah minang sebagai pahlawan nasional,”tambahnya. (h/ril)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM