Zakir, Penjual Ikan Keliling, Sepeda Tak Dikayuh Alamat Keluarga Tak Makan


Selasa, 03 Juli 2018 - 18:13:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Zakir, Penjual Ikan Keliling, Sepeda Tak Dikayuh Alamat Keluarga Tak Makan Zakir si penjual ikan keliling, duduk melepas penat di Kompleks Lanud Sutan Sjahrir, Senin (2/7). JEBRI CHANDRA

Oleh Jebri Chandra

Sabar dan penuh perjuangan, mungkin hal itu yang akan terlontar saat melihat sosok pria paruh baya penjual ikan keliling ini. Meski dalam keterbatasan, warga Siteba ini setiap hari berkeliling menjajakan ikan dengan sepeda tua kesayangannya. Semangatnya tak luntur, demi tanggung jawab sebagai suami dan bapak bagi anak-anaknya.

Pria itu bernama Zakir. Lahir pada 3 Maret 1956, pekerjaan menjual ikan keliling telah ia lakoni sejak 1970 di usianya yang baru 14 tahun. Sampai saat ini, ia pun masih setia mengayuh sepeda, keluar masuk gang menjajakan ikan demi pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

“Saya sudah jualan sejak 1970. Istri saya, Samsidar, selalu menemani dengan sabar. Kami punya delapan orang anak, Alhamdulillah sudah lepas (menikah) enam orang. Dua orang lagi masih jadi tanggungan saya,” kata Zakir saat bersua Haluan di kompleks Lanud Sutan Sjahrir, Tabiang, Senin (2/7).

Selain menjual ikan, Zakir mengaku pernah pula beberapa kali ikut temannya bekerja sebagai kuli bangunan di sekitar kawasan Lanud. Namun, ia mengakui bahwa penghasilan yang diperoleh dari menjadi kuli tidak bisa menutupi kebutuhan rumah tangga, yang kian lama kian tinggi.

“Tidak cukup, makanya jual ikan lagi. Sejak 1970 saya sebenarnya sudah jual ikan juga. Mulai dari Pantai Jalan Pasir Sebelah, Pasie Nan Tigo, Koto Tangah, hingga Siteba. Nyaris semuanya saya kelilingi asalkan ikan laku terjual. Kalau sepeda tidak dikayuh, keluarga di rumah tidak makan,” katanya lagi.

Bicara lelah, Zakir mengaku kadang ia tak bisa bersembunyi dari hal tersebut. Namun, ia tak punya pilihan lain untuk bekerja, karena takut menanggung risiko yang lebih buruk ke depannya seperti, tidak memiliki keahlian dan tidak mencukupi dalam hal penghasilan.

"Soal lelah, ya, lelah, tapi mau makan pakai apa kalau lelah. Ada pun pekerjaan baru, saya tak berani ambil sekarang. Tenaga sudah tidak cukup,” ujarnya.

Zakir mengaku sudah banyak suka duka ia dapatkan sejak mengayuh sepeda sebagai pedagang ikan keliling. Bahkan, beberapa kali ia harus terjatuh dari sepeda lusuhnya karena kehilangan kemampuan kendali dari kaki-kakinya yang mulai lemah.

“Seperti kalau di turunan, itu sudah saya injak remnya. Jadinya saya sering jatuh. Tetapi itu suka duka yang mesti dihadang. Mau bagaimana lagi,” katanya menutup.(*)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM