Jaga Kelestarian Alam, Disparpora Padang Pariaman Libatkan Pokdwarwis


Selasa, 03 Juli 2018 - 18:16:08 WIB
Jaga Kelestarian Alam, Disparpora Padang Pariaman Libatkan Pokdwarwis Ilustrasi (haluan)

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam membantu menjaga kelestarian alam. Hal ini merupakan terobosan baru, yang mana disparpora menyediakan paket khusus kepada para pengunjung.

Jon Kenedy mengatakan, pokdarwis yang dilibatkan tidak saja mengurus objek wisata, namun juga menjaga kelestarian alam. Salah satu caranya, dengan memberikan tawaran khusus kepada para pengunjung yang menyukai berwisata alam untuk menanam dan menjaga kelestarian alam ini.

"Kami menyediakan paket khusus, yang mana salah satu tawarannya menanam dan membersihkan sampah yang berserakan di kawasan wisata," ujarnya.

Ia melanjutkan, partisipasi dari pokdarwis tersebut, yaitu memberantas pembalakan liar, menanam pohon melalui paket wisata atau ekowisata, menjaga kebersihan lokasi wisata dari sampah dengan membentuk bank sampah.

Dengan adanya partisipasi tersebut, lanjutnya, maka tidak saja dapat menjaga kelestarian alam, namun juga mendatangkan wisatawan untuk berkunjung sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Setidaknya ada dua pokdarwis yang aktif berpartisipasi menjaga kelestarian alam di Padang Pariaman," katanya.

Ia menyebutkan, adapun dua pokdarwis tersebut, yaitu Lubuk Alung Adventure yang mengelola objek wisata Lubuk Nyarai yang terletak di Kecamatan Lubuk Alung dan Bukit Siriah Mountain View di Kecamatan Sungai Geringging.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disparpora Kabupaten Padang Pariaman, Wiwiek Herawati mengatakan, pihaknya terus mendorong pokdarwis lainnya untuk ikut menjaga kelestarian alam melalui pariwisata.

"Daya tarik Padang Pariaman, yaitu keindahan alamnya. Oleh karena itu, kelestarian alam menjadi salah satu fokus dalam pengembangan pariwisata sehingga dibutuhkan kerja sama pokdarwis untuk mewujudkan itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Lubuk Alung Adventure, Ritno Kurniawan menjelaskan, sebelum dibukanya objek wisata Lubuk Nyarai, hutan yang berada di lokasi tersebut sudah banyak yang rusak. "Kerusakan tersebut karena warga setempat menembang pohonnya untuk dijual," kata dia.

Namun setelah objek wisata Lubuk Nyarai dikenal oleh wisatawan, maka warga yang sebelumnya berprofesi sebagai penebang pohon berubah menjadi pemandu wisata, karena penghasilannya besar dari pada pekerjaan sebelumnya.

"Tidak berhenti di situ, kami pun membuat paket wisata menanam pohon yang ditawarkan kepada wisatawan," ujar dia.

Setiap wisatawan yang ingin menanam pohon di sepanjang jalur ke objek wisata, maka akan dikenakan biaya Rp10 ribu per pohon dan setiap perkembangan pohon akan dilaporkan ke pemandu wisata kepada penanam melalui email.

Untuk menjaga kebersihan, lanjutnya, pihaknya membuat bank sampah dan memajang sejumlah pengumuman yang bersifat mengajak wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan. Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Pokdarwis Bukit Siriah Mountain View, Asril mengatakan, sampah-sampah yang terkumpul di objek wisata itu dikumpulkan dan nantinya akan disortir.

"Kami pisahkan antara sampah dapat didaur ulang untuk kerajinan tangan dengan tidak," katanya. Apabila ada sampah yang tidak bisa dijadikan kerajinan tangan, maka pihaknya akan menjual dan bahkan membakarnya. (h/mg-rul)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM