Sidang Kasus Bakar Mobil di Solok, Edi Cotok Cs Dituntut 7 Tahun Penjara


Selasa, 24 Juli 2018 - 20:55:35 WIB
Sidang Kasus Bakar Mobil di Solok, Edi Cotok Cs Dituntut 7 Tahun Penjara Sidang--Suasana sidang pembacaan tuntutan terhadap tiga orang terdakwa pengrusakan dan pembakaran mobil PT Hitay Daya Energi di PN Kotobaru, Selasa (24/7) YUTISWANDI

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM--Tiga orang terdakwa yang terlibat dalam kasus pembakaran mobil operasional PT. Hitay Daya Energi, dituntut 7 tahun penjara oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Solok. Sidang pembacaan tuntutan terhadap ketiga terdakwa a itu digelar Selasa (24/7) di Pengadilan Negeri Koto Baru.

Tim JPU Kejari Solok, menuntut Yuzarwedi alias Edi Cotok dan kawan-kawan (dkk) yakni Ayu Dasril dan Hendra alias kacak,7 tahun penjara. Tuntutan  tersebut terbilang rendah dibanding ancaman pasal 187 KUHP yakni 12 tahun penjara yang didakwakan kepada ketiga pelaku.

Dari pantauan Haluan di PN Koto Baru, sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut dimulai sekitar pukul 14.15 WIB. Meski tak seramai biasanya, sejumlah masyarakat dan kerabat terdakwa ikut menyaksikan lansung jalannya sidang.

Sejumlah petugas kepolisian yang dipimpin Wakapolres Arosuka Kompol El. Lase juga ikut diturunkan untuk mengamankan jalannya sidang yang dipimpin hakim ketua Devri Andri, SH,MH. Pada sidang ini juga tampak hadir, Kajari Solok Aliansyah dan para kasi dari Kejari Solok.

"Kami sudah berjaga-jaga dengan untuk mengamankan sidang sejak pukul 10.00 WIB, Alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar,"kata Kompol El Lase. 

Dalam amar tuntutannya, menurut JPU ketiga terdakwa dengan masing-masing perannya dalam aksi yang berujung pada pembakaran tersebut terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 187 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Tindakan yang sopan selama persidangan dan tanggungan keluarga menjadi salah satu dasar tim JPU meringankan tuntutan terhadap ketiga terdakwa," ucap ketua Tim JPU, Hartono kepada Haluan.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Wendra Rona Putra mengakui kalau tuntutan jaksa terlalu berlebihan mengingat berbagai fakta persidangan.

"Berdasarkan fakta persidangan terungkap, tidak satupun saksi yang memberikan keterangan bahwa terdakwa Yuzarwedi dan Ayu Dasril secara langsung menghasut atau memerintahkan pembakaran,"kata Wendra.

Begitu juga dengan terdakwa Kacak, ulas Dirut LBH Padang itu, hanya ada satu orang saksi yang memberikan keterangan kalau terdakwa Kacak turun dan mencoba menghidupkan api namun tidak hidup.

"Kami akan susun nota pembelaan, kita juga sudah mengidentifikasi ada banyak kejanggalan kejanggalan dalam tuntutan ini," ujarnya.

Sidang akan dilanjutkan pada Senin (30/7), dengan agenda pembacaan pledoy (pembelaan) terhadap terdakwa.(h/ndi)

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 18 Desember 2019 - 10:59:12 WIB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB ABU DHABI, HARIANHALUAN.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menghadiri rangkaian konferensi negara-negara pihak penandatanganan konvensi PBB melawan korupsi atau Conference of State Parties (CoS.
  • Senin, 09 Desember 2019 - 23:11:58 WIB

    Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar!

    Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar! DEN HAAG, HARIANHALUAN.COM- Para aktivis hak asasi manusia (HAM) internasional serta pendukung muslim Rohingya, menyerukan boikot global terhadap Myanmar, menjelang sidang di Pengadilan Internasional (ICJ) di Den Haag, Beland.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 23:06:23 WIB

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli PADANG, HARIANHALUAN.COM – Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12, mantan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Zulkaram (52.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 20:26:45 WIB

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang PADANG, HARIANHALUAN.COM- Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12. Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Zulkara.
  • Rabu, 27 Maret 2019 - 15:37:28 WIB

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Terdakwa Yandrizal (25) yang berprofesi sebagai atlet silat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, setelah diseret sebagai terdakwa untuk kasus pembunuhan terhadap korban Rio Ok.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]