SOAL ISLAM NUSANTARA 

NU Ajak MUI Sumbar Tabayyun


Selasa, 31 Juli 2018 - 12:02:25 WIB
NU Ajak MUI Sumbar Tabayyun Ilustrasi (net)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pengurus Nahdatul Ulama (NU) Sumbar mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar tabayyun atau bermusyawarah terkait konsep Islam Nusantara. Musyawarah dianggap pengurus NU menjadi jalan yang tepat untuk menyelesaikan polemik yang terjadi.

Ketua Rais Suriyah NU Sumbar, KH, Zainal menilai, barangkali MUI Sumbar keliru dalam memahami Islam Nusantara sebagai sebuah istilah yang muncul beberapa tahun yang lalu di Indonesia, termasuk di Sumbar. “Akibatnya, muncul dan berkembang pula pemahaman yang keliru di tengah-tengah umat Islam, khusunya di Sumbar,” terang Zainal dalam keterangan tertulisnya yang diterima awak Redaksi Haluan, Senin (30/7) sore.

Baca Juga : Pastikan Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Sumbar Gelar Vicon dengan Jajaran

Dijelaskan KH Zainal, Islam Nusantara itu merupakan ijtihad sebagian ulama Indonesia, khusunya ulama di kalangan NU dalam memahami dan mentafsirkan ajaran agama Islam dalam konteks ke-Indonesia-an. Islam Nusantara, katanya tidak bertentangan dengan dasar-dasar Islam. “Sebagai sebuah hasil ijtihad, hal itu setaraf dan sederajad dengan hasil ijtihad ulama lain. Ijtihad tidak bisa membatalkan ijtihad lain,” ujarnya.

Pengurus NU Sumbar sangat menyayangkan peryataan MUI Sumbar dan MUI kabupaten/kota se-Sumbar yang telah mengklaim bahwa Minangkabau tidak memerlukan Islam Nusantara. “Padahal belum tentu seluruh orang Minangkabau sependapat dengan itu, baik yang kampung maupun yang di rantau,” ujarnya.

Baca Juga : Sekdako Sonny Turun ke Lapangan Pastikan Satgas Kelurahan di Padang Panjang Berjalan

Zainal, berpendapat pernyataan MUI Sumbar bisa berdampak negatif bagi internal umat Islam, khusunya di Sumbar. “Pernyataan itu tersebut telah mereduksi fungsi MUI sebagai wadah bagi semua komponen umat Islam. Untuk itu, kami pengurus NU Sumbar bersedia melakukan pertemuan, diskusi, tabayyun dan sejenisnya dengan MUIS umbar untuk membicarakan masalah Islam Nusantara. Hal itu dilakukan agar tidak bekembang paham yang keliru dan bisa membingungkan umat Islam, khususnya di Sumbar,” kata Zainal.

Sebelum NU Sumbar berbicara, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud sudah lebih dulu menilai langkah MUI Sumbar yang melarang ajaran Islam Nusantara di Minangkabau sebagai tindakan yang gagal paham. "Jadi menilai ini seperti agama baru. Siapa juga yang mau buat agama baru. Mereka saya kira lagi gagal paham," ujar Marsudi.
Marsudi mengatakan bahwa konsep Islam Nusantara bukanlah sebuah ajaran atau aliran agama baru yang keluar dari koridor syariat Islam. Sebab, Islam Nusantara merupakan suatu konsepsi Islam yang turut mempertimbangkan adanya budaya dan adat istiadat lokal khas yang ada di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa Islam Nusantara sebagai bentuk penafsiran alternatif masyarakat Islam yang selama ini selalu didominasi perspektif Arab dan Timur Tengah. "Kita itu agama Islam Nusantara, ya Islam di nusantara ini seperti dia juga, yang mempunyai perbedaan budaya tapi yang tak bertentangan dengan syariah, contoh, ada halal bi halal itu adanya di Indonesia, kumpal kumpul itu adanya di nusantara," ujarnya.

MUI membuka pintu

Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar mempersilakan pengurus NU Sumbar untuk datang dan duduk bersama. “Kalau ingin minta kejelasan dan bertanya silakan datang ke Kantor MUI Sumbar. Namun sebenarnya ulama di Sumbar juga telah membuat kesepakatan tentang adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah jauh-jauh hari di Bukit Marapalam,” papar Gusrizal.

Ia mengatakan, penolakan konsep Islam Nusantara adalah hasil keputusan Rakorda MUI, dan berbicara untuk umat Islam di Sumbar. "Apakah tidak boleh kami, ulama dari berbagai daerah di Sumbar berbicara tentang umat Islam di Sumbar? Lagian, dalam keputusan itu tidak ada yang menyinggung satu kelompok atau ormas. Coba baca lagi isinya, dan dicermati," kata Buya Gusrizal saat dihubungi Haluan. (h/mg-hen)

Baca juga: Tepat-tolak-islam-nusantara-mui-sumbar-kami-tegak-jaga-ranah-minang

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]