Sumbar Rawan Gempa, ITP Siap Ciptakan Alat Cetak Batu Bata SNI


Selasa, 07 Agustus 2018 - 21:16:33 WIB
Sumbar Rawan Gempa, ITP Siap Ciptakan Alat Cetak Batu Bata SNI ITP lakukan peninjauan ulang terhadap alat uji kuat tekan batu bata SNI di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang. Tempat tersebut merupakan produksi batu bata terbesar di Sumbar. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sumatera Barat (Sumbar) masuk kawasan rawan bencana, terutama bencana gempa. Dari segi bangunan diperlukan bahan baku yang mempunyai standar untuk antisipasi goncangan gempa.

Melihat hal itu, Institut Teknologi Padang (ITP) siap ciptakan alat cetak batu bata berstandar nasional (SNI).

Wakil Rektor II ITP Ade Indra, ST, MT pada Haluan, Senin (6/8) mengatakan, setelah melakukan penandatanganan kerja sama sejak 2015, ITP kembali meninjau ulang lokasi yang menjadi tempat penelitian yaitu di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman baru-baru ini. Kunjungan dan peninjauan langsung ke Koperasi Bata Jaya (KBJ) yang bergerak di Bidang batu bata merah binaan ITP.

"Kerja sama tersebut terdiri dari ITP, Build Change dan KBJ bertujuan untuk penyempurnaan alat kuat tekan batu bata. Kemudian, untuk meningkatkan jumlah produksi, KBJ harus mempunyai alat cetak batu bata yang sederhana efisien dan mudah penggunaannnya. Selanjutnya, ITP akan membuatkan alat pengadukan material batu bata yang rencananya akan dibuat dua unit," papar Ade.

Ia menjelaskan, ITP akan membuatkan alat cetak batu bata sebanyak lima unit yaitu dua unit untuk KBJ dan tiga unit untuk dikompetisikan bagi anggota KBJ. Sementara, untuk alat pengadukan material akam dibuat dua unit yang satu untuk KBJ dan satu lagi untuk dikompetisikan juga.

"Kami memang sediakan betul untuk KBJ karena di sana merupakan tempat produksi batu bata terbesar di Sumbar. Untuk kompetisi sengaja juga kita sediakan supaya anggotanya bisa memiliki alat tersebut. Jika ada anggota lain yang juga berminat maka silakan membeli," ujarnya.

Ade menerangkan, kunjungan ke lapangan selain sebagai dosen peneliti juga konsen di bidang kualitas batu bata SNI mengingat kualitas bangunan yang belum sesuai standarnya. Batu bata yang berstandar SNI itu adalah yang memiliki spesifikasi di atas 5 MPa (Megapascal).

"Sejak adanya penelitian dan sosialisasi serta penerapan serta alat ukur kuat tekan sebagian besar produksi batu bata saat ini sudah di atas standard berkisar dari 7 sampai 10 MPa. Semua anggota koperasi sebelum memasarkan batu bata wajib melakukan pengecekan alat kuat tekan sesuai standard di KBJ tersebut," lanjutnya.

"Rencana pembuatan alat cetak batu bata dan alat aduk juga untuk memenuhi kebutuhan akan permintaan yang semakin melonjak. Sejauh ini tempat produksi batu bata berstandar nasional seperti KBJ belum bisa memenuhi permintaan yang membludak. Oleh karena itu kita siapkan alat tersebut," tutur Ade.

Ketua KBJ Syamsuar Dt. Talanai yang juga Babinsa Nagari Pasia Laweh sebagai binaan ITP sangat mendukung dan berterimakasih kepada ITP. Ia berharap batu bata berstandar nasional tidak hanya terdapat di daerah Kabupaten Pariaman saja namun di daerah lainnya.

"Kami sangat bersyukur adanya alat ukur kuat tekan tersebut. Ditambah lagi dengan nanti adanya alat cetak dan alat pengadukan yang diciptakan oleh ITP. Semoga ke depan semua daerah penghasil batu bata sudah berstandar nasional sehingga bangunan kita kuat dan aman dari gempa," tuturnya. (h/win)

 

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM