Diolah Jadi Energi, Padang Belajar “Sampah” dari Hildesheim


Kamis, 09 Agustus 2018 - 15:46:10 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Diolah Jadi Energi, Padang Belajar “Sampah” dari Hildesheim Seminar Penanganan Sampah dan Pendidikan Inklusi yang diadakan UBH, Pemko Padang, dan Delegasi Kota Hidelsheim-Jerman, Selasa (7/8). Hadir  Rektor UBH, Azwar Ananda; Konsulat Jendral RI di Hamburg Jerman, Dr. Bambang Susanto; Wali Kota Hildesheim, Dr.Ingo Mayer; dan Kabag Kerja Sama Daerah Pemko Padang, Erwin. AFRIANITA

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pengelolaan sampah di Jerman merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Di negara itu sampah telah berhasil diolah menjadi sumber energi yang berguna.

Hal itu terungkap dalam Seminar Penanganan Sampah dan Pendidikan Inklusi, yang diadakan Universitas Bung Hatta (UBH), bersama Pemko Padang dan delegasi Kota Hildesheim, Jerman, Selasa (7/8).

Hadir  dalam seminar tersebut, Rektor UBH, Azwar Ananda; Konsulat Jendral RI di Hamburg Jerman, Dr. Bambang Susanto; Wali Kota Hildesheim, Dr.Ingo Mayer; dan Kabag Kerja Sama Daerah Pemko Padang, Erwin.

Walikota Hildesheim Dr. Ingo Mayer menerangkan, penanganan sampah di Kota Hidelsheim yang berpenduduk 100 ribu orang merupakan proses pengelolaan sampah terbaik di Jerman.

“Mungkin Padang tidak akan meniru seratus persen cara kami dalam menangani sampah, tapi setidaknya melalui seminar ini kami bisa berbagi cara terbaik dalam mengatasi sampah. Di negara kami, penyortiran sampah dimulai dari rumah penduduk. Sampah plastik tidak dipisah, dicampur, dan dibakar untuk dijadikan energi. Tetapi penyaringannya harus baik,” kata Ingo.

Sementara itu, Rektor UBH, Azwar Ananda menyebutkan, Kota Padang dan UBH telah menjalin kerja sama selama 30 tahun dengan Kota Hildesheim, Jerman. Tepatnya sejak 1988 lalu.

“Tiga puluh tahun kerja sama itu salah satunya diisi dengan symposium atau seminar tentang manajemen sampah dan pendidikan inklusi,” ujar Azwar Ananda.

Ditambahkannya, sejak kerja sama terjalin, hingga hari ini sudah lebih dari 80 mahasiswa UBH yang bertandang ke Hildesheim, Jerman. Selain itu, puluhan Dosen UBH dan Dosen HAWK Hidelsheim Jerman juga saling berkunjung untuk berbagi ilmu.

Dalam kesempatan itu, Konjen RI di Hamburg Jerman, Dr. Bambang Susanto mengatakan, kualitas pendidikan Jerman memang merupakan yang terbaik di dunia, serta merupakan negara yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia (HAM).

“Tak salah kalau salah satu tema simposiumnya itu pendidikan inklusi. Dari sekitar 4.780 warga Indonesia di Jerman, sepertiga lebih adalah mahasiswa, utamanya S2 dan S3, ini bukti pendidikan di Jerman bagus,” katanya.

Sementara itu, Kabag Kerja Sama Daerah Pemko Padang, Erwin menyebutkan, kerja sama antara Padang dan Hildesheim memang telah terjalin sejak lama. Beberapa kesepakatan telah lahir seperti, kerja sama bidang teknik meliputi berbagai disiplin ilmu serta penerapan di lapangan, aspek perencanaan kota, air minum, penyempurnan sistem drainase pembuangan sampah, pola transportasi, dan tata kota.

"Kerja sama ini juga meliputi bidang pendidikan peningkatan keahlian staf pemerintahan daerah, membantu pengembangan perguruan tinggi serta sekolah-sekolah kejuruan atau pendidikan formal. Sementara itu di bidang sosial budaya, ada kerja sama pembinaan kesenian daerah, peningkatan prestasi olahraga, dan sebagainya," kata Erwin.

Bahkan pada kejadian gempa 2009 lalu, lanjutnya, Kota Hidelsheim juga memberikan bantuannya, yang kemudian dibagi dua.

Separuh untuk UBH dan separuh untuk Kota Padang. Sekarang sudah 30 tahun kerja sama sister city atau kota kembar Padang-Hidelsheim ini,” katanya lagi. (h/ita)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM