Picu Gelombang Protes, Analisis Pakar Teroris Timbulkan Kontroversi


Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:21:07 WIB
Picu Gelombang Protes, Analisis Pakar Teroris Timbulkan Kontroversi TOKOH lintas ormas di Sumbar menggelar rapat perencanaan pertemuan alumni Aksi 212, Selasa (14/8). Dalam pertemuan, para tokoh juga menyuarakan protes terhadap Al Chaidar, pengamat teroris yang menyebut adanya ribuan anggota tiga jaringan teroris di Sumbar. RIO

Pernyataan Al Chaidar nyata-nyata menyinggung masyarakat Sumbar dan tidak bisa diterima. Sang pengamat diminta untuk bertanggung jawab atas pernyataannya.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Analisis yang dikemukakan pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar memicu gelombang protes dari lintas organisasi masyarakat Sumbar. Pernyataan Al Chaidar yang menyebut adanya ribuan bibit teroris di Sumbar dianggap berlebihan, bahkan menjurus pada fitnah.

Baca Juga : Soal Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp4,9 Miliar, Puluhan Massa Minta Kepala BPBD Sumbar Dicopot

Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Irfianda Abidin menyebutkan, analisis tersebut menciderai kultur Ranah Minang yang dari dulu dikenal sebagai negeri pelahir ulama dan pejuang. “Kami yang sudah lahir dan besar berpuluh-puluh tahun di Sumbar sangat kaget mendengarnya. Sumbar ini merupakan gudang daripada ulama dan para intelektual kemerdekaan, lalu kenapa disebut ada ribuan bibit teroris di sini? Pernyataan tersebut jelas berlebihan dan menjurus fitnah,” terang Irfianda saat rapat rancangan pertemuan alumni 212 Sumatera Barat setelah Idul Adha, Selasa (14/8).

Para tokoh Minangkabau, ditegaskan Irfianda meminta klarifikasi kepada Al Chaidar terkait pernyataannya itu. “Kita melihat hal ini adalah sebuah fitnah. Kita minta diklarifikasi lebih lanjut dan minta agar si narasumber didatangkan ke Sumbar. Dia harus tanggung jawab karena bisa dikatakan juga melakukan adu domba. Sumbar mempunyai kewibawaan dan harga diri yang tidak bisa dilecehkan. Kita tidak bisa terima pernyataan itu," tegas Irfianda.

Baca Juga : 34 DPD Demokrat Sampaikan Ikrar Setia, AHY: Moeldoko Musuh Bersama

Jika persoalan ini tak selesai dengan klarifikasi, MTKAAM bersama pihak lintas ormas akan mengambil tindakan lain. “Banyak pertanyaan yang muncul dari pernyataan tersebut. Kenapa baru sekarang? Persoalan ini harus dituntaskan. Bahkan bisa diambil tindakan hukum. Semua harus tuntas secepatnya. Yang bersangkutan mesti didatangkan,” papar Irfianda.

Paga Nagari Sumbar, Ibnu Aghil D Gani mengatakan, pernyataan Al Chaidar yang menyebutkan ribuan teroris lahir di Sumbar nyata-nyata menyinggung masyarakat Sumbar dan tidak bisa diterima. Sang pengamat diminta untuk bertanggung jawab atas pernyataannya. “Tentu dalam hal ini, Al Chaidar sebagai narasumber kita tuntut untuk mempertanggungjawabankan apa yang disebutnya. Tidak menutup kemungkinan Al Chaidar kita seret ke ranah hukum karena sudah menuduh masyarakat Sumbar melahirkan teroris," tegasnya.

Baca Juga : Diselundupkan ke Sel, Petugas Lapas Temukan Ganja dalam Kemasan Teh dan Keripik

Ketua FMM Masfar Rasyid menyebutkan, pemberitaan analisis pengamat terorisme sangat mengagetkan masyarakat Sumbar. "Walaupun ini analisis, tolonglah pengamat ini sedikit cerdas. Analisisnya jangan diboncengi oleh kepentingan-kepentingan sesaat yang tidak ada gunanya untuk kepentingan republik ini. Ini sangat menyakitkan bagi putra-putra Minang," terangnya.

Ditambahkan Ustaz Kamrianto Syafri Lc juga menyampaikan keberatan dan meminta aparat untuk mengejar pernyataan Al Chaidar. “Darimana dia bisa berkesimpulan bahwa di Sumbar ada ribuan teroris. Jangan-jangan dia adalah teroris yang berkamusflase sebagai pengamat terorisme. Aparat pasti tahu bahwa Al Chaidar ini adalah aktivis NII bawah tanah. Kami ingin aparat mengejar untuk meminta Al Chaidar menjelaskan darimana ia mendapat angka ribuan teroris ini," tambahnya dalam forum yang juga dihadiri oleh para tokoh ulama lainnya Sumbar.

Baca Juga : Beraksi di Pasar, Dua Induak-induak Diciduk Polisi Karena Curi Handphone

Ketua Pondok Pesantren Sumbar, Ustaz Doni Mus'ab menjelaskan sejak seblum kemerdekaan, Sumbar merupakan tanahnya santri. Pesantren melahirkan para ulama, tokoh, dan pengusaha. "Nah, pernyataan yang menyatakan Sumbar melahirkan ribuan teroris ini membuat kami sebagai tokoh-tokoh pesantren merasa tersinggung. Kami bisa memastikan ini semua merupakan  fitnah yang dibuat-buat dengan tendensius. Maka untuk itu kami ingin agar orang yang membuat fitnah ini dihadirkan ke Sumbar. Didebat terbuka dan dihadirkan datanya. Kalau difitnah Sumbar sebagai gudang teroris saat ini," katanya.

Menurutnya Jika hal ini tidak sesegera mungkin diselesaikan akan berpotensi membuat kegaduhan di Pilpres 2019. Boleh jadi orang yang sebelumnya dia bukan teroris, karena membaca berita seperti ini malah dia marah. "Maka perlu hal ini dapat dituntaskan, dia harus dapat membuktikan datanya secara ilmiah,” papar Doni.

Dihubungi terpisah, Imam FPI Sumbar, Busra Al Khalidy mendesak Al Chaidar untuk membuktikan omongannya, termasuk membuktikan bahwa Bukittinggi tempat latihan teroris. “FPI Sumbar mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas hal ini dengan transparan dan profesional sesuai dengan hukum yg berlaku. Jika ternyata  omongan Al Chaidar bohong, maka ia wajib dihukum karena telah membuat  keresahan dan menyebar kabar bohong," kata Busra Al Khalidy kepada Haluan, Selasa (14/8).

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]