Disbudpar Lapor Polisi, Sarana Wisata di Gunung Padang Dicuri


Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:30:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Disbudpar Lapor Polisi,  Sarana Wisata di Gunung Padang Dicuri Ilustrasi (net)

PADANG, HARIANHALUAN.COMSejumlah sarana lokasi wisata milik Pemko Padang di Gunung Padang dicuri orang tak dikenal (OTK). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang telah membuat laporan perusakan dan pencurian sejumlah besi pegangan tangga menuju kawasan wisata tersebut.

Kepala Disparbud, Medi Iswandi, sementara waktu ini para pengunjung Gunung Padang terpaksa naik tanpa pegangan pada tangga yang disediakan. Meski harga dari aset yang dicuri tidak terlalu besar, pihaknya tetap menganggap kejadian ini sebagai persoalan serius.

"Kami sudah melaporkan ke polisi atas perusakan dan pencurian ini. Kalau diuangkan tidak sampai dua juta, tapi yang melakukan harus bertanggung jawab,” kata Medi kepada Haluan, Selasa (14/8).

Meski telah membuat laporan kepolisian, Medi memastikan perbaikan terhadap fasilitas wisata ke Gunung Padang tersebut akan dilakukan segera, tanpa harus menunggu proses hukum atas kasus pencurian yang terjadi.

“Secepatnya diperbaiki karena itu fungsinya untuk keselamatan. Kami padahal sudah melakukan pengawasan, tetapi yang namanya pencuri tentu lebih lihai melihat situasi sebelum beraksi. Fasum itu dirusak dan dicuri juga akhirnya,” sebutnya lagi.

Sarana Milik Warga

Menurut Medi, rusak atau hilangnya aset kepariwisataan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemko Padang. Semestinya masyarakat harus merasa ikut memiliki, sehingga ikut pula menjaga dan mengawasi aset tersebut.

"Menjaga aset itu bukan hanya kerja petugas keamanan saja. Itu aset Kota Padang sama halnya milik seluruh warga Padang. Ibarat kasus buang sampah sembarangan, jangan selalu salahkan pemerintah. Sebab, lingkungan ini punya kita bersama, maka jagalah bersama-sama," kata Medi setengah mengeluh.

Agar kejadian serupa tak terulang di kemudian hari, Medi mengajak seluruh lapisan mesayarakat mengubah sudut pandang demi kebaikan bersama. Sebab, jika pemerintah yang dikejar atas kasus seperti kehilangan aset karena pencurian, maka solusinya adalah penambahan pengamanan yang berkaitan pula dengan penganggaran.

“Selama ini kerap yang disalahkan pemerintah. Sementara yang mencuri bebas berkeliaran dan kadang dikenali oleh masyarakat sekitar. Kalau pemerintah yang dikejar terus, pemerintah hanya bisa melakukan tindakan penjagaan. Kalau pencurian tetap terjadi, tentu harus ditambah penjaganya dan jam kerjanya. Akibatnya, gaji dan anggarannya tentu bertambah juga,” sebutnya lagi.

Langkah Tepat

Praktisi hukum Kota Padang, Fauzi Novaldi menilai, langkah Disparbud dalam melaporkan kehilangan aset Pemko yang hilang di kawasan wisata merupakan langkah yang tepat. Ia pun berharap pihak kepolisian segera menyelidiki dan menemukan pelaku pencurian tersebut.

“Tentu saja perbuatan itu tidak bisa dibenarkan. Sebab aset seperti pegangan tangan di tangga menuju kawasan Gunung Padang itu ada fungsinya bagi pengunjung, terutama fungsi keselamatan. Saya mendukung penuh upaya Pemko melaporkan kehilangan ini,” kata lawyer tersebut.

Meski harga barang yang dicuri tidak begitu besar, katanya lagi, pencurian tetap pelanggaran hukum dan hukum tidak selayaknya memandang kecil dan besarnya kesalahan.

“Kepolisian kami harapkan juga serius atas hal-hal seperti ini. Paling tidak memberikan ganjaran bagi pelaku, dan memberi peringatan bagi siapa saja yang berniat melakukan hal yang sama,” sebutnya lagi. (h/win)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM