Polda Pastikan Sumbar Kondusif


Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:08:07 WIB
Polda Pastikan Sumbar Kondusif Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kepolisian Republik Indonesia Daerah (Polda) Sumbar memastikan kondisi sangat kondusif kendati daerah ini disebut pengamat terorisme Al Chaidar punya potensi besar terkait dengan terorisme. Soal kondisi yang kondusif itu disebutkan oleh Kabid Humas Polda Sumbar KBP Drs Syamsi saat ditemui Haluan, kemarin.

"Sejauh ini Sumbar dalam keadaan aman dan kondusif. Cuma Densus 88 melakukan penangkapan 5 orang terduga teroris beberapa hari belakangan," kata mantan Wadirlantas Polda Sumbar ini.

Baca Juga : Banjir dan Longsor di Manado, 3 Warga Dilaporkan Meninggal

Hanya saja, ketika dikaitkan dengan pernyataan Al Chaidar, Syamsi menyebutkan pihaknya tidak memiliki data tentang keberadaan terorisme karena data itu biasanya hanya ada pada Densus 88.  "Jadi kita tidak mengetahui apa dasarnya Al Chaidar dan dimana ia melakukan penelitian sehingga muncul angka yang sedemikian besar," katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini tidak ada ditemukan tanda-tanda pergerakan itu. Penangkapan beberapa kemarin hari itu adalah datanya Densus.  "Soal data jumlah terorisme,  kami tidak bisa komentar banyak. Silahkan tanya aja sama Pak Al Chaidar itu, dari mana datangnya," katanya.

Baca Juga : Ngeri! Pria Ini Lakukan Aksi Bakar Diri

Ketika hal ini dimintai tanggapannya kepada Bundo Kanduang Raudha Thaib, ia mengaku pemberitaan terkait teroris tersebut sangat mengejutkan dan mengerikan. Informasi yang disampaikan mengandung dua sisi yaitu positif dan negatif.

"Positifnya yaitu memberikan informasi yang menyuruh kita untuk lebih waspada karena angka 3.000 teroris di Sumbar tersebut bukanlah sedikit. Namun, kita tetaplah harus mencari tahu kebenaran angka tersebut dari mana diperoleh. Negatifnya memang sangat meresahkan masyarakat," terang Raudha.

Baca Juga : Sudah 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Oleh Tim DVI

Ia menyampaikan, benar atau tidaknya hal tersebut sebagai masyarakat haruslah meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat harus kembali kepada adat dan tidak boleh masa bodoh.

"Berjalannya waktu selama ini membuat masyarakat bersikap tidak peduli dan masa bodoh saja terhadap lingkungan. Nah saatnya kini kita kembali dan peduli siapa orang di sekitar kita. Tidak boleh lengah dengan orang baru apalagi tidak dikenal. Jangan acuh tak acuh saja," tuturnya

Baca Juga : Baru Sepekan, Gunung Merapi Semburkan 19 Kali Awan Panas

Mengagetkan

Terpisah, sejumlah tokoh islam berkumpul di Padang menyikapi pernyataan Al Chaidar yang kerap menjadi sumber rujukan media nasional terkait dengan aksi terorisme di Indonesia. Hasilnya, ketua MTKAAM Irfianda Abidin beranggapan analisis itu bisa menjurus ke arah fitnah.

"Kami yang sudah lahir dan besar berpuluh-puluh tahun di Sumbar sangat kaget mendengarnya. Jadi sebenarnya di Sumbar ini merupakan gudang daripada ulama dan para intelektual kemerdekaan yang artinya 75 persen kemerdekaan dari Sumbar adalah orang minang," katanya kepada Haluan, Selasa (14/8) usai pertemuan.

Dalam kesempatan itu Ustad Ibnu Aghil D. Gani dari Paga Nagari Sumbar menyampaikan sebagai masyarakat Sumbar, ia nyata-nyata merasa tersinggung sekali dimana seolah-olah Sumbar memiliki, melahirkan dan menyimpan ribuan teroris.

"Tentu dalam hal ini, Al Chaidar sebagai narasumber kita tuntut untuk  pertanggung jawabannya, dan kita tidak mungkin sampai disini. Oleh karena itu, Al Chaidar kita seret ke ranah hukum karena sudah menuduh masyarakat Sumbar melahirkan teroris,"tegasnya.

Ketua FMM Masfar Rasyid beranggapan hal ini sangat mengagetkan masyarakat Sumbar, kendati ini analisis seorang pengamat terorisme.“Tolonglah pengamat ini sedikit cerdas, analisisnya benar dan jangan diboncengi oleh kepentingan-kepentingan sesaat yang tidak ada gunanya untuk kepentingan republik ini. Dan ini sangat menyakitkan bagi putra-putra minang yang mendengar kabar seperti ini," terangnya.

Di sisi lain, Ketua Majlis Ulama Islam (MUI) Kota Padang Duski Samad prihatin dan resah dengan pemberitaan yang beredar soal teroris di Sumbar. Menurutnya, data yang diperoleh oleh salah seorang pengamat teroris belumlah valid.

"Pemberitaan yang sensasional tersebut sangat mengganggu kenyamanan. Sebetulnya pengamat yang bicara bisa pakai data. Apa indikator orang dikatakan teroris. Dari mana diperoleh angka tersebut haruslah jelas. Karena terkait teroris tersebut kejahatan tingkat tinggi, bukan tingkat rendah," ungkap Duski Samad pada Haluan, Selasa (14/8). (h/mg-hen/mg-rio/win)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]