Balunau di Solsel, Ibu-ibu Ikut Main Bola Lumpur


Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:02:26 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Balunau di Solsel, Ibu-ibu Ikut Main Bola Lumpur Perempuan warga Pekonina Alam Pauh Duo, Solok Selatan ikut bermain bola lumpur (balunau) dalam memeriahkan HUT RI ke-73 di lapangan bola kaki Pekonina, Jumat (17/8). Jefli.

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM- Lapangan Bola Kaki Pekonina, Nagari Alam Pauh Duo, Solok Selatan (Solsel) sebagian disulap pemuda setempat menjadi arena bermain bola kaki berlumpur sementara. Arena permainan itu dibuat berukuran sekitar 15×10 meter persegi.

Menariknya, kaum perempuan juga ikut berperan dalam permainan unik itu tak lain ikut memeriahkan HUT ke-73 RI itu. Permainan bola kaki lumpur atau 'Balunau' sebutan masyarakat sekitar, biasanya dimainkan di areal persawahan yang tidak ditanam padi.

"Untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan hari kemerdekaan bangsa Indonesia dan mengenang pejuang bangsa, aneka permainan dan kesenian kami gelar," kata panitia, Sukar pada harianhaluan.com, Jumat (17/8). 

Pantauan Haluan dilokasi, wanita-wanita yang ikut bermain bola lumpur tidak hanya kaum muda, tapi juga kaum ibu-ibu rumah tangga. Mereka bermain penuh semangat, walaupun sulit dalam menggiring bola karena lumpur yang menahan langkah serta menahan lajunya bola jika ditendang.

Terjungkal, berjatuhan ke dalam lumpur  menjadi hiburan tersendiri buat warga yang menonton permainan itu.

"Dalam satu tim,terdiri dari lima orang, hingga pukul 16.30 WIB sudah mendaftar sekitar 25 tim yang terdiri dari dewasa dan anak-anak," ujar Sukar.

Ia mengakui, ide memanfaatkan untuk sementara lapangan bola kaki yang masih dalam perbaikan muncul dari ketua pemuda.

"Proses pembuatan lapangan bola lumpur dihabiskan waktu hingga tiga hari dengan cara menggunakan mesin bajak. Kami pemuda kerja hingga malam," ucapnya.

Menurutnya, kekompakan dan kerja ekstra keras untuk membuat arena oleh para pemuda juga tidak luput dari dukungan warga secara swadaya.

"Tidak hanya permainan bola lumpur, tapi juga digelar panjat pinang, pacu karung pakai helem, tarik tambang dan kesenian Kuda Kepang. Acara digelar selama tiga hari," ujarnya.

Ketua Pemuda Pekonina, Sunanto, menambahkan kegiatan bisa terlaksana karena adanya bantuan partisipasi warga.

"Kekompakan bisa terwujud karena saling peduli sesama warga dan kita bisa memberikan contoh baik pada pemuda. Selain itu, juga tidak lepas dari bimbingan anggota dewan, Novri Yendri sebagai warga terhadap pemuda. Mulai dari bantuan dana hingga bantuan moril dan tenaga," katanya.

Anggota DPRD Solsel, Novri Yendri yang juga warga sekitar ikut memeriahkan permainan bola kaki lumpur. Ia berbaur dengan warga dalam memeriahkan momentum HUT ke-73 RI.

"Kami sudah biasa kerja keras makanya tidak ada rasa canggung. Setidaknya, kita bisa merekat persatuan dan kebersamaan. Tidak hanya warga Pekonina tapi juga warga sekitar. Bahkan, tiap hari besar, kami rutin menggelar acara dalam kebersamaan," ucapnya. (h/jef)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM