MENUJU GELANGGANG

Realistis, Partai Demokrat Ingin Caleg Jadi Ujung Tombak


Selasa, 21 Agustus 2018 - 09:25:45 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Realistis, Partai Demokrat Ingin Caleg Jadi Ujung Tombak Ketua DPW Partai Demokrat Sumbar, Ir. H Mulyadi.

Bagi Partai Demokrat, pesta demokrasi, Pemilu tahun 2019 mendatang merupakan ajang merebut hati rakyat. Karenanya, calon anggota legislatif sebagai cerminan, diminta menjadi ujung tombak dengan hadir di tengah masyarakat dan merasakan apa yang jadi keluhan mereka.

Laporan: Rakhmatul Akbar

Sebagai partai yang pernah merasakan manisnya sebagai pemenang Pemilu di tahun 2009 silam, Ketua DPW Partai Demokrat Sumbar, Ir. H Mulyadi berharap pada Pemilu tahun depan capaian partai berlambang bintang mercy itu setidaknya bisa lebih baik dari Pemilu 2014.

“Tentu kita harus realistis jika berkaca dengan capaian Pemilu 2009. Tak hanya Sumbar, Demokrat adalah partai pemenang secara nasional. Ada beberapa faktor yang menentukan saat itu, salah satunya figur Capres. Untuk itu di Pemilu tahun 2019 kami akan berupaya seoptimal mungkin bisa mendekati capaian tahun 2009 yang bisa mengantarkan 14 caleg menjadi anggota DPRD  Sumbar. Itu tekad saya,”kata Mulyadi dalam sebuah perbincangan dengan Haluan di Padang.

Ia mengaku sudah membuat analisa di sejumlah dapil (daerah pemilihan) yang potensi untuk meraup suara konstituen. Karenanya, kami akan segera berkoordinasi dan berkumpul dengan seluruh Caleh DPRD provinsi yang beberapa waktu lalu sudah diumumkan KPU sebagai Daftar Calon Sementara (DCS)  bersama DPD Kabupaten Kota.

“Kami akan share tips (pada pertemuan itu) dari hasil verifikasi dengan harapan bisa mencapai target 13 kursi (DPRD Sumbar). Lalu, bagaimana caranya? Tentu kita akan pelajari potensi dan kemampuan Caleg kami. Tentunya, kita akan melakukan survey awal lalu berusaha minimal di setiap Dapil bisa terisi wakil dari Partai Demokrat. Tak lupa tentunya dengan berdoa karena kita ingin capaiannya melebihi capaian tahun 2014,”ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini.

Ia memastikan, kemampuan caleg menjadi bagian penting yang harus di improve terus, baik dari aspek personaliti, pengetahuannya sebagai legislator nantinya. Selain itu penting juga kiranya, para Caleg tersebut mampu menggali apa sebetulnya yang diinginkan oleh masyarakat. Jadi, seluruh kader harus terjun ke masyarakat.

“Kadang-kadang hal yang sederhana tak tersentuh oleh kita di saat sebagian dari kita berpikirnya tidak membumi. Akhirnya, hal-hal yang sederhana yang diinginkan oleh masyarakat bisa terlupakan. Karena dari itu, kita harus turun ke masyarakat. Dengarkan mereka. Jangan didebat,”kata alumni SMP Gadut Kabupaten Agam ini.

Dari sanalah, ujar Mulyadi lagi hal itu ditampung untuk kemudian dibahas dalam konsolidasi untuk didengar dan dibahas bersama. Itu semua berawal dari persoalan yang telah bisa kita pastikan terjadi di tengah masyarakat. Nantinya, muncullah formulasi untuk bisa memenuhi rasa keterwakilan masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, masyarakat akan merasakan dampak atas adanya wakil mereka di DPRD, bukan bagian dari kelompok-kelompok tertentu yang tidak ada korelasinya dengan masyarakat.

“Masyarakat itu mencatat lho, sejauh mana fungsi wakil mereka di legislatif. Jika itu diabaikan, masyarakat akan meninggalkan mereka dan itu merupakan hukum alam. Jadi, Caleg itu adalah ujung tombak, selain konsolidasi dengan DPD dalam membuat program yang berpihak kepada masyarakat,”tambah sosok penginisasi Program Peningkatan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) ini.

Mulyadi meyakinkan bahwa program menjadi salah satu pembeda Demokrat dengan yang lain. Program ini jelas berpihaknya kepada masyarakat pedesaan yang menjadi stimulan melalui pembangunan infrastruktur pedesaan. Program ini jelas dirasakan oleh masyarakat karena infrastruktur yang skalanya lebih kecil ini menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat pedesaan.

“Jika infrastruktur baik, tentunya akan memudahkan mobilitas masyarakat pedesaan yang juga mempermudah distribusi barang. Dengan demikian, hal ini juga berpengaruh kepada harga-harga barang yang dalam skala nasional memberikan efek positif pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi,”ucapnya.

Untuk itu, ia mengajak para kontestasi Pemilu kali ini masyarakat harus didorong menjadi lebih cerdas melalui informasi yang tepat.  Selain itu ia juga menilai ke depan pentingnya memberikan informasi yang faktual kepada masyarakat agar mereka tak tergiring kepada pengkotak-kotakan hingga menimbulkan hal ini bagus, itu tak bagus.

Dengan demikian, masyarakat bisa objektif dengan rujukan data-data benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Salah satu sumber informasi tersebut, katanya adalah media. Karenanya, ia mengajak pers juga ikut memberikan informasi yang membuat masyarakat nyaman, terutama menghadapi Pemilu ini. (*)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM