Kabupaten Solok, Kekurangan 500 Ekor Sapi Jantan


Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:50:06 WIB
Kabupaten Solok, Kekurangan 500 Ekor Sapi Jantan PASAR TERNAK — Aktifitas pedagang di Pasar Ternak Muara Panas, jelang pelaksanaan Hari Raya KURBAN (Idul Adha) 1439 H. YUTISWANDI

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM — Menyusul diberlakukannya larangan menyembelih sapi betina produktif, membuat Kabupaten Solok mengalami kekurangan sekitar 500 ekor sapi jantan untuk memenuhi kebutuhan penyembelihan hewan kurban Hari Raya Idul Adha 2018. Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan sapi jantan, pemerintah setempat terpaksa harus memasok sapi jantan dari daerah tetangga.

"Kebutuhan sapi kurban daerah ini diprediksi mencapai 1.500 ekor, sedangkan stok sapi jantan untuk kebutuhan kurban hanya sekitar 1.000 ekor," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon melalui Kepala Bidang Perternakan, Ir Topan Eka Putra, Jumat (17/8).
Sesuai data Dinas Pertanian, kata Topan, populasi ternak sapi jantan di Kabupaten Solok pada 2018 berjumlah 41 ribu ekor lebih, atau meningkat dari 2017 sekitar 40 ribu ekor.
Sementara pada 2016 tercatat populasi ternak sapi jantan hanya sekitar 39 ribu ekor, sehingga setiap tahun hanya meningkat sekitar 1000 ekor.

Dengan rendahnya populasi sapi jantan ini, dan adanya aturan dari Kementerian Pertanian yang melarang Rumah Pemotongan Hewan (RPH) menyembelih sapi betina produktif, maka daerah ini akan kekurangan sapi untuk pemotongan henwan kurban. Larangan penyembelihan sapi betina produktif ini juga terdapat dalam UU No.41 pada 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat 4, menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

“Sementara terkait persediaan daging untuk Hari Raya Idul Adha masih aman, namun karena masyarakat menyembelih sapi tepat bersamaan ketika hari raya tentu ketersediaan ternak menjadi perhatian,” bebernya.

Untuk mengantisipasi kekurangan ini pihaknya akan mencoba melakukan pembelian sapi ke pasar tenak yang ada di Sumbar, seperti di Pariaman dan Limapuluh Kota. Kemudian mendorong pedagang untuk membeli ke provinsi lain seperti Palembang dan Lampung. Pihaknya juga terus memantau harga sapi di pasaran untuk pengendalian harga sapi. “Untuk saat ini harga sapi masih di taraf normal, berkisar Rp13 juta hingga Rp16 juta per ekor sapi jantan, ini sedikit naik karena memang faktor ketersediaan sapi jantan yang terbatas,” katanya.

Pihaknya bersama kepolisian setempat juga telah melakukan pengecekan ke pasar ternak di Muaro Paneh, dan mensosialisasikan aturan larangan jual beli sapi betina produktif.

"Masih banyak masyarakat yang belum memahaminya, sehingga masih ada yang menjual sapi betina produktif ke pasar. Hal inilah yang akan segera diatasi oleh Pemkab Solok, karena aturan ini dimaksudkan untuk mempercepat program swasembada daging sapi," kata dia.

Sedangkan untuk memastikan kesehatan sapi kurban, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan, baik ke pasar maupun ke sentra peternakan sapi. Terutama bidang kesehatan hewan yang juga telah turun ke lapangan untuk melihat kualitas daging hewan, uji kelayakan konsumsi. Karena kesehatan hewan ternak yang akan dikurban ini sangat penting untuk diadakan pemeriksaan.

"Hal ini dilakukan agar tidak ada masalah kesehatan pada sapi-sapi yang akan dikurbankan," ujarnya. (h/ndi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 20:07:20 WIB

    Kabupaten Agam Prediksi Bakal Sembelih 5.681 Ekor Hewan Qurban

    Kabupaten Agam Prediksi Bakal Sembelih 5.681 Ekor Hewan Qurban HARIANHALUAN.COM - Dinas Pertanian Kabupaten Agam, memprediksi penyembelihan hewan pada Idul Adha 1441 hijriyah meningkat dibanding tahun sebelumnya..
  • Jumat, 26 Juni 2020 - 14:07:58 WIB

    Kabupaten Agam Raih Prediket WTP 6 Kali Berturut-turut

    Kabupaten Agam Raih Prediket WTP 6 Kali Berturut-turut HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Agam kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kalinya dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Sebelumnya predikat ini pertama kali diterima Agam pada .
  • Kamis, 25 Juni 2020 - 16:48:08 WIB

    Hasil Menurun, Anggota DPRD Sumbar Ini Bakar Semangat Petani di Kabupaten Solok

    Hasil Menurun, Anggota DPRD Sumbar Ini Bakar Semangat Petani di Kabupaten Solok HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi V DPRD Propinsi Sumatera Barat Daswippetra Dt Mjj Alam membakar semangat petani di Kabupaten Solok untuk membudidayakan cengkeh, kopi dan manggis dalam upaya menambah pendapatan rumahtanggany.
  • Jumat, 19 Juni 2020 - 20:13:05 WIB

    Distribusi BLT Dana Desa Tahap II di Kabupaten Agam Capai 80 Persen

    Distribusi BLT Dana Desa Tahap II di Kabupaten Agam Capai 80 Persen HARIANHALUAN.COM - Pemerintahan nagari di Kabupaten Agam telah mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa tahap dua kepada masyarakat terdampak Covid-19. Pendistribusian BLT dana desa ini sudah mencapai 80 persen.
  • Selasa, 02 Juni 2020 - 10:34:15 WIB

    BLT Kabupaten Solok Selatan Mulai Disalurkan

    BLT Kabupaten Solok Selatan Mulai Disalurkan HARIANHALUAN.COM -- Secara bertahap Bantuan Langsung Tunai (BLT) di salurkan dari alokasi dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Solok Selatan (Solsel) dengan nilai total Rp32 miliar untuk 17.141 Kepala Keluarga (KK) .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]