Cegah DBD, Dinkes Pasaman Fogging Rumah Warga


Jumat, 24 Agustus 2018 - 14:51:17 WIB
Cegah DBD, Dinkes Pasaman Fogging Rumah Warga Tampak petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman tengah melakukan fogging di Kampung Lintang, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuksikaping, Jumat (24/8). 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Cegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasaman, melalukan fogging (pengasapan) di wilayah Kampung Lintang, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Jumat (24/8).

Pengasapan ini buntut dari meningkatnya kasus DBD hingga merenggut nyawa seorang bocah di kampung tersebut beberapa waktu lalu. Kurangnya kepedulian warga terhadap pola hidup bersih dan sehat disinyalir menjadi pemicu nyamuk aides aigepti berkembang pesat. 

Kepala Seksi Pencegahan, Penanganan Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Sri Tuti Andomi menyebutkan, pengasapan yang dilakukan di kampung tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran DBD agar tidak meningkat. 

"Empat mesin fogging kita terjunkan untuk melakukan pengasapan. Kami melakukan fogging disini (Kampung Lintang) karena, kasus DBD kian meningkat hingga merenggut nyawa seorang balita, diduga akibat DBD," kata Sri, saat ditemui di lokasi fogging. 

Sri menegaskan, fogging tidak dapat memutus rantai nyamuk penyebar penyakit tersebut. Menurutnya, tindakan yang paling efisien untuk mencegah penyebaran adalah dengan kesadaran pola hidup sehat, Pengasapan ini untuk pencegahan sementara.

"Ingat, fogging ini bukan solusi utama pemberantasan DBD. Ini hanya upaya sementara, membunuh induk, bukan jentik. Malu kita, jika fogging ini disebut upaya satu-satunya memberantas DBD. Jadi, warga harus tahu  hal ini," tutur Sri. 

Menurutnya, upaya paling ampuh untuk memberantas penyebaran DBD ditengah masyarakat adalah dengan melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M plus (menguras, menutup dan mengubur), setiap minggu. Baik di dalam maupun di luar rumah. 

"Jadi,  warga diminta goro membersihkan rumah, membersihkan pekarangan. Menguras bak mandi, membuang sampah yang menjadi sarang nyamuk. Kegiatan PSN harus setiao minggu dilakukan," imbuhnya.

Ia mencatat, sepanjang periode Januari-Agustus 2018, sebanyak 47 kasus DBD ditemukan di daerah itu. Tiga kecamatan di Kabupaten Pasaman tercatat sebagai daerah endemik DBD, yakni Lubuksikaping, Panti dan Rao.  

"Kalau untuk di Kecamatan Lubuksikaping, hampir setiap nagari rentan akan penyakit mematikan ini. Bahkan, di Perumnas, Nagari Tanjung Beringin, kawasan elit sekalipun kasus DBD tergolong tinggi. Sisanya, ada di Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti," katanya. 

Sri mengaku, telah melakukan berbagai langkah pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) sejak dini kepada masyarakat. Selain  melakukan fogging, pihaknya juga menggelar penyuluhan dan membentuk kelompok kerja penanggulangan DBD di tengah masyarakat.  

"Kami sudah membentuk 17 Pokjanal DBD. Kami juga memberdayakan peran Jumantik yang sudah dibentuk ditiap kejorongan. Pencegahan lain dengan cara berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari agar membersihkan wilayahnya masing-masing," tukasnya. 

Sementara Kepala Jorong Kampung Lintang, Azwar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Dinas Kesehatan karena telah melakukan fogging di daerah tersebut. Diakuinya, sebelumnya, seorang balita di wilayah tersebut meninggal dunia karena terjangkit DBD. Sejumlah warga pun menjadi khawatir akibat peristiwa tersebut. 

"Atas nama masyarakat, saya mengucapkan terima kasih, karena pemerintah langsung tanggap terhadap pengaduan oleh warga," ujarnya. (h/yud)

 

 

 

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]