Mari Kita Bangun Kota Pertemuan Tiga Luhak


Ahad, 26 Agustus 2018 - 10:11:11 WIB
Mari Kita Bangun Kota Pertemuan Tiga Luhak Mochtar Naim
MARI KITA BANGUN
KOTA PERTEMUAN TIGA LUHAK
 
Oleh: Mochtar Naim

Sampai kita di Baso dari Bukittinggi, lalu membelok kita ke kanan arah ke Tabek Patah, Batu Sangkar, dan tak lama masih jauh kita dari Tabek Patah, ada dua simpang. Simpang pertama membelok ke kanan arah ke Nagari Canduang, Lasi dan Sungai Pua di Dataran Tinggi Agam. Simpang kedua menurun ke kiri arah ke Piladang, Payakumbuh.
 
Lepas dari Baso tadi itu, kita sebenarnya sedang berada di pertemuan Luhak Nan Tigo:  Luhak Agam, Limo Puluah Koto dan Tanah Data. Kita tinggal menentukan Nagari-nagari apa saja yang saling bertemu dan berdampingan yang masing-masing mewakili Luhak Nan Tigo itu.
 
 Bayangkan, bagaimana di tanah melereng yang menuju ke Tanah Data itu kita berhadapan dengan empat puncak gunung yang berderet dari Gunuang Sago di sebelah Payakumbuh dan Tanah Data lalu Marapi dan Singgalang serta Tandikek di belakang Singgalang di dataran tinggi Agam Tuo. Sementara, menurun kita ke bawah melalui Baso ke Kamang Hilia dan Mudiak, yang lalu disekat dan dilingkari pula oleh barisan perbukitan sampai ke Gaduk dan Palupuah, yang kemudian berputar pula arah ke Matua yang kemudian bertemu pula lagi dengan Gunuang Singgalang dan Tandikek setelah melewati di bawahnya sebelah kanan gugusan Danau Maninjau yang indah-menawan.
  
Bagaimana kalau di lingkungan Nagari sesudah Baso tadi itu di mana ketiga Luhak yang merupakan pusat dari ranah Minangkabau itu saling bertemu dan saling berdampingan, kita bangun sebuah kota kecil yang mungkin kebanyakan kita tidak pernah mengimpikan sebelumnya, yaitu “Kota Budaya Minangkabau.” Berbeda dengan kota-kota biasa lain-lainnya, yang isinya terutama adalah kumpulan perkampungan dan daerah-daerah kediaman perkotaan, di samping kantor-kantor pemerintahan, pasar-pasar, pusat perdagangan dan ekonomi serta usaha sosial-pendidikan lainnya, Kota Budaya Minangkabau ini, hanya melulu pusat budaya Minangkabau semata. 
 
 Di  Kota Budaya Minangkabau (KBM) ini yang menonjol adalah sekolah-sekolah yang puncaknya adalah Universitas Minangkabau. Di sekolah-sekolah dan universitas Minangkabau ini yang ditekankan adalah bersenyawanya antara sains dan teknologi dengan sosial-budaya dan agama. Di Universitas Minangkabau ini semua yang berkaitan dengan unsur budaya Minangkabau didalami dan ditelusuri serta diperbandingkan dengan unsur budaya lain-lainnya di seluruh Nusantara dan Dunia ini. Yang belajar dan yang mengajar adalah siapa saja; tidak hanya dari Minang saja tapi dari manapun datangnya. Inti dari persoalan budaya yang dipertaruhkan di sini sesungguhnya adalah legitimasi dari budaya ABS-SBK, yang berarti serasinya berjalan antara Adat Minangkabau dengan Syarak Islam dan syarak Islam yang bersendi Kitabullah, Al Quranul Karim. Karena Syarak yang superior dari Adat, maka Adat yang tak serasi dengan Syarak dibuang.
 
 Dengan adanya universitas sendirinya tentu ada pula lembaga-lembaga sains dan ilmu pengetahuan yang mendukungnya, khususnya perpustakaan, museum, pusat-pusat pengkajian, dsb. Karena olah raga termasuk silat dan randai pun termasuk ke dalamnya, lapangan dan bahkan stadion olah-raga dan kesenian pun juga diperlukan. Dengan demikian, orang dan siapapun yang ingin tahu dan ingin belajar dengan adat, budaya dan kesenian Minang, tinggal memanfaatkan apapun yang tersedia di KBM (Kota Budaya Minangkabau) yang terletak di bumi pertemuan Luhak Nan Tigo itu. KBM secara berangsur-angsur akan menjadi tumpuan perhatian bagi siapapun yang ingin mendalami segi-segi dan sisi-sisi dari kebudayaan Minangkabau, yang untuk itu kita bangun sebuah Universitas Minangkabau dengan berbagai lembaga terkait. Nantinya, apapun yang berkaitan dengan Minangkabau orang akan meluangkan waktunya untuk berkunjung ke KBM, karena di sanalah nantinya terletak pusat jala pumpunan ikan dari budaya Minangkabau itu.
 
 Ini semua akan tetap hanya idaman selama dan selagi kita tidak gigih berusaha untuk melahirkan dan merealisasikannya. Namun dengan mengingat betapa penting artinya masyarakat dan kebudayaan Minangkabau menyumbang-kan kekayaan kebudayaannya kepada kekayaan kebudayaan Nusantara dan bahkan dunia seanteronya, kita dari sekarang sudah patut berfikir keras untuk bersepakat membangun Kota Kebudayaan Minangkabau yang kita inginkan dan impikan itu. Gubernur dan para Bupati dan Walikota, sampai ke Camat dan para Wali Nagari seanteronyapun, di samping juga para anggota DPRD di Provinsi dan seluruh Kabupaten dan Kota di Sumbar, beserta seluruh perantau di manapun mereka berada, bisa merealisasikan apa yang tak mungkin jadi mungkin itu. Mari kita mulai dari niyat yang ikhlas dari kita semua.
 
Semoga Allah swt membukakan jalan dan meridhainya, Amin yaa rabbal ‘alamin! ***  

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 28 Oktober 2016 - 00:52:10 WIB

    Pemuda Mari Berkarya

    Hari ini, tanggal 28 Oktober 2016 kita mem­peringati Hari Sumpah Pemuda yang ke-88. Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu pengakuan da­ri Pemu­da-Pemudi Indonesia yang meng­ikrar­kan satu tanah air, sa.
  • Jumat, 29 April 2016 - 03:55:56 WIB

    Mari Membangun Mentawai

    Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu dari tiga daerah yang masih berstatus tertinggal di Sumatera Barat. Dua daerah lainnya yang masih tertinggal adalah Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman Barat..
  • Selasa, 12 April 2016 - 03:38:31 WIB

    Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim

    Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim Pelabuhan laut memiliki arti pen­ting bagi sec­tor kemaritiman. Sejarah masa lalu telah di­ukir melalui keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur. Namun seiring waktu, jarak tempuh ke Teluk Bayur terasa jauh dari daerah pa­ling u.
  • Sabtu, 05 Maret 2016 - 03:22:30 WIB

    Mari Sukseskan PIN

    Pekan Imunisisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 serentak di seluruh Indonesia kecuali Provinsi Yog­yakarta. Pelak­sanaannya mulai 8-15 Maret nanti atau hanya tiga hari lagi..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]