Mantan Rektor UIN IB Wafat


Jumat, 31 Agustus 2018 - 13:13:37 WIB
Mantan Rektor UIN IB Wafat Sirajuddin Zar

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Mantan Rektor IAIN yang kini telah menjadi UIN Imam Bonjol Padang Sirajuddin Zar meninggal dunia. Sebelum wafat, guru besar Filsafat Islam itu tak sadarkan diri di ruang sidang Pengadilan Tipikor Padang, Kamis (30/8).

Sirajuddin Zar ditunjuk menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi kampus III IAIN jilid II yang menjerat mantan Pejabat Pemberi Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan tanah, Hendri Setiawan. Bersama empat rekannya Syaflinda, Adrian Asril serta Yeni Syofyan yang merupakan penerima ganti rugi tanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang.

Baca Juga : Ratusan Tabung Gas Subsidi 3 Kg Disita Petugas Polsek

Sirajuddin yang kala kasus bergulir menjabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak sendirian didatangkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ada juga Prof Asasriwarni selaku Wakil Ketua Panitia Pengadaan Tanah, Yulizar Yunus selaku Sekretaris pengadaan tanah, Yeldawati selaku bendahara, A Yessi dan Syafruddin selaku anggota.

Sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Siti Rahmah, almarhum sempat memberikan keterangan terkait proyek pengadaan tanah pembangunan Kampus III IAIN itu. Sirajudin mengaku, mengetahui adanya serah terima pelepasan hak melalui dokumen. "Yang menunjuk notaris serta PPAT itu Salmadanis (terpidana kasus korupsi IAIN jilid I)," kata Sirajudin saat bersaksi.

Baca Juga : Astaghfirullah, TKW di Malaysia Dianiaya Majikan, 5 Tahun Tak Digaji

Dalam dakwaan JPU disebutkan, jika kampus IAIN IB Padang melakukan pengadaan tanah yang bersumber dari dana APBNP sebesar Rp 37,5 miliar. Setelah itu, Rektor IAIN IB Padang menunjuk bagian keuangan termasuk terdakwa Hendri Setiawan selaku PPK saat itu. Rektor pun membentuk ketua pengadaan tanah yang diketuai Prof Salmadanis yang kini masih mendekam di sel tahanan Anak Air Padang. Lalu, pihak kampus juga membuat tim sembilan berdasar SK Rektor. Setelah terbentuk, Salmadanis membuat rapat bersama rektor dan ditetapkan lokasi yang saat itu di kawasan Sungai Bangek.

Namun, saat sidang berjalan, saksi Sirajudin Zar tiba-tiba pingsan. Alhasil, kondisi ruang sidang yang semula alot mendadak buncah. Majelis hakim pun langsung menskor sidang beberapa menit. Lalu, JPU dan beberapa saksi lainnya sempat menggotong saksi Sirajudin Zar keluar dari ruang sidang menuju mobil, untuk dilarikan ke RS Siti Rahmah. Tak beberapa lama usai masuk ke RS, Sirajudin Zar keluar dari dalam Instalasi Gawat Darurat (IGD), menggunakan tandu jenazah menuju ambulans untuk dibawa ke rumah duka.

Baca Juga : Terduga Gembong 500 Gram Sabu Diciduk Polisi

Salah seorang perawat jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Siti Rahmah, Yulida Wati menyebutkan, almarhum diketahui meninggal, karena mengalami serangan jantung. "Ketika sudah berada di rumah sakit, kondisinya sudah tidak sadarkan diri, dalam pemeriksaan kami mendapati yang bersangkutan sudah meninggal dunia," ucap Yulida.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumbar Febru mengatakan, Sirajuddin sebelum dirujuk ke RS Siti Rahmah sedang berada di pengadilan Negeri Padang, menjalani proses persidangan kasus korupsi pengadaan tanah kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jilid II, beliau hadir sebagai Saksi dalam persidangan tersebut sekitar 15.21 WIB. “Almarhum sempat memberikan keterangan sebelum pingsan dan dilarikan ke rumah sakit,” ujar Febru.

Baca Juga : Simpan Sabu Dalam Koper, Sepasang Pasutri Dicokok Polisi

UIN berduka

Mendengar kabar duka tersebut, sontak keluarga besar dan jajaran pimpinan UIN IB Padang mendatangi RS Siti Rahmah, sekitar 17.00 WIB. Dari informasi yang diperoleh Haluan, jenazahnya akan dibawa ke rumah keluarganya di Parupuak Tabiang, Padang.

Kabag Humas UIN IB Padang, Suardi Sikumbang, menyebutkan, rencananya jenazah akan dikebumikan esok hari (hari ini-red) di Padang. "Jenazahnya sudah sampai di rumah, dan akan dikebumikan besok (hari ini-red)," kata Suardi.

Suardi mengatakan, Sirajuddin berasal dari Lagan, Pesisir Selatan, beliau meninggal dalam usai 65 tahun dan meninggalkan empat anak serta seorang istri. Salah seorang anaknya saat ini tengah menanti kebarangkatan ke Padang dari Jakarta. (h/mg-pmi)

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]