BBPOM dan DLH Padang Imbau Masyarakat Tidak Gunakan Kantong Kresek


Jumat, 31 Agustus 2018 - 13:17:32 WIB
BBPOM dan DLH Padang Imbau Masyarakat Tidak Gunakan Kantong Kresek Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Badan Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) mengimbau supaya masyarakat tidak menggunakan kantong kresek berwarna hitam untuk meletakkan makanan langsung ke dalamnya. Karena, kantong kresek tersebut secara kesehatan sangat berbahaya jika bersentuhan langsung dengan makanan.

"Sebenarnya surat edaran sudah lama diedarkan oleh mentri kesehatan melalui dinas kesehatan akan bahaya menggunakan kantong kresek hitam tersebut. Meski bukan gawenya kita namun kita tetap melakukan pengawasan serta imbauan dan sosialisasi terhadap hal yang berbahaya bagi kesehatan," ujar Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, Rabu (29/8) di Padang.

Martin menyampaikan, jika masyarakat ingin juga menggunakan kantong kresek tersebut hendaknya makanan dimasukkan dulu ke dalam plastik putih baru setelahnya ke dalam kantong kresek hitam. "Jadi kami bukan melarang menggunakan secara umum namun masyarakat harus cerdas menyikapi bagaimana aturan dan fungsi yang sebenarnya. Kantong kresek bisa saja digunakan untuk hal lain seperti membawa barang-barang selain dari makanan," lanjutnya.

Selain itu, Martin juga menyampaikan bahwa kantong palstik tersebut secara lingkungan juga dapat berdampak negatif. Karena hancurnya sampah plastik bisa memakan waktu puluhan bahkan ratusan tahun. "Dampaknya bisa merusak lingkungan. Jadi selain berkoordinasi dengan dinas kesehatan kita juga berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup," tambah Martin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Al Amin, membenarkan bahwa sampah plastik dapat merusak lingkungan dan hancurnya sangat lama. Saat ini pihaknya sudah mulai melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya penggunaan sampah plastik.

"Dari 450 ton sampah per hari, sekitar 15 persen itu sampah plastik. Itu yang akan kita minimalisir untuk menyelamatkan lingkungan. Baik dengan cara pengolahan kembali sampah plastik dan sosialisasi guna mengurangi pengurangan penggunaan plastik," tutur Al Amin.

Ia mengimbau supaya ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar bisa membawa tas belanja langsung tanpa harus membawa pulang kantong plastik. "Kita mulai mengimbau dengan melakukan sosialisasi. Selain itu kita juga rekrut pelaku usaha ataupun komunitas dan pengrajin untuk bisa mengolah kembali sampah plastik," tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday, mengimbau pedagang makanan di Kota Padang agar jangan lagi menggunakan kantong kresek hitam dan stereofoam sebagai pembungkus makanan. Menurutnya penggunaan dua benda tersebut berbahaya bagi kesehatan.

"Jangan lagi gunakan itu. Apalagi yang kantong kresek hitam, jika terkena makanan langsung ada unsur-unsur yang akan menempel pada makanan. Itu kan daur ulang dari plastik yang belang-belang. Dan itu berbahaya," ungkap Merry kepada Haluan kemarin di Padang.

Ia juga menambahkan sebagai gantinya lebih baik gunakan yang warna putih atau kresek yang bening. Sementara untuk streofoam, Merry menuturkan ada partikel-partikel dari streofoam tersebut akan luruh jika diisi dengan makanan panas.

Namun, lebih lanjut ia mengatakan, jika makanan yang disajikan tidak dalam kondisi panas dan diberi alas seperti plastik, kertas pembungkus nasi, daun sehingga makanan tidak langsung mengenai streofoam hal tersebut tidak masalah.

"Jika pedagang memiliki alternatif lain, sebaiknya kedua media pembungkus makanan tersebut tidak digunakan," ungkapnya. (h/win/mg-yes)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]