Sudah 75% Warga Solok Selatan Jadi Peserta BPJS Kesehatan


Ahad, 02 September 2018 - 11:03:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sudah 75% Warga  Solok Selatan Jadi  Peserta BPJS Kesehatan Rezna Afreyanti Kepala BPJS Kesehatan Solsel. JEFLY

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM-Masyarakat Solok Selatan (Solsel) yang memanfaatkan jaminan sosial kesehatan berjumlah 134.781 orang atau 75,4 persen dari jumlah penduduk di kabupaten ini sebanyak 178.687 orang. 

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Solsel, Rezna Afreyanti, Ahad ini,  mengatakan jumlah tersebut, terdiri dari Jaminan Kesehatan (Jamkesmas) yang bersumber dari dana pemerintah pusat sebanyak 51.493 orang. Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebanyak 39.803 orang dan Jaminan Kesehatan Mandiri sebanyak 11.382 orang. "Sisanya dari PNS, TNI Polri, Swasta, Pensiunan Pejabat eksekutif dan anggota DPRD serta tenaga honorer daerah dan wali nagari," ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya tiap bulan selalu melakukan pembaruan data dengan sinkronisasi dengan data dinas kesehatan kabupaten. "Tiap bulan, setiap tanggal 20 data diperbaharui (update) melalui aplikasi. Hal ini dilakukan supaya tidak ada data ganda dan antisipasi pindah domisili serta yang meninggal dunia," ujarnya.

Dalam melakukan update data itu, imbuhnya dalam sebulan rata-rata perubahan data sekitar 20 orang. "Contohnya, ada warga yang dulunya tanggungan jaminan kesehatan mandiri, lalu setelah bekerja di perusahaan mendapatkan jaminan dari perusahaan tempat bekerja sehingga data diperbaharui," katanya.

Sementara, lanjut Rezna, untuk temuan data ganda biasanya temuan pada jenis Jamkesmas. "Pasalnya, sebelum 2015 kartu Jamkesmas belum menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga ada temuan data yang ganda," katanya.

Terkait perpindahan penggunaan jaminan kesehatan dari Mandiri ke Jamkesda karena alasan ekonomi. Menurutnya, bisa dialihkan sepanjang ada perubahan data untuk jumlah kuota. "Nanti bisa dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan kabupaten. Biasanya, iuran tunggakan ditanggung pemerintah daerah. Hal ini jika memang   memenuhi syarat sebagai warga kurang mampu," tuturnya.

Ia menyebutkan, terkait layanan kesehatan yang dibatasi atau diluar tanggungan BPJS Kesehatan. Sesuai peraturan terbaru ada tiga diagnosa penyakit. "Pertama, operasi mata katarak jenis Phacho (menggunakan laser) namun selain jenis itu operasi katarak dalam tanggungan. Kedua, fisioterapi maksimal 2 kali seminggu. Dan terakhir bayi yang sehat dalam persalinan, terkecuali bayi pakai pelayanan khusus setelah persalinan maka ditanggung BPJS," katanya. (h/jef)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 19 Desember 2015 - 01:43:07 WIB
    Syafriani

    Nikmat Jadi Guru Sudah Saya Rasakan

    Nikmat Jadi Guru Sudah Saya Rasakan Syafriani sudah me­rasakan nikmatnya menjadi guru. Na­mu­n, hal ini tidak me­nge­n­durkan se­ma­n­gat­nya untuk terus me­la­hir­kan anak didik terbaik. Pe­rem­puan yang sebentar lagi menginjak usia setengah aba.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM