KONTEN PORNO MAKIN MASIF

Awasi Aktivitas Gawai di Tangan Anak


Senin, 03 September 2018 - 19:32:15 WIB
Awasi Aktivitas Gawai di Tangan Anak Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Orang tua diminta lebih ketat mengawasi aktivitas anak dalam menggunakan gawai dengan jaringan internet. Sebab belakangan semakin banyak jalan untuk lebih mudah mengakses konten pornografi melalui gawai.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, di hadapan wali murid Yayasan Pertiwi Kota Padang, di Palanta Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (1/9). Menurut Mahyeldi, penyebaran konten pornografi lewat internet semakin massif dewasa ini.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

"Selain Narkoba yang harus kita lawan, bahaya Narkolema alias Narkoba Lewat Mata atau pornografi juga harus serius dilawan bersama-sama. Langkah pertama, kontrol penggunaan HP oleh anak-anak kita," kata Mahyeldi.

Pemko Padang sendiri, kata Mahyeldi lagi, telah mengeluarkan larangan bagi siswa untuk membawa gawai ke sekolah, serta meminta pihak sekolah terus mengawasi hal tersebut dan memberikan tindakan tegas atas pelanggaran aturan yang dilakukan.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

"Kami sangat memerlukan dukungan orang tua dan sinergitas bersama masyarakat terhadap pemberantasan bahaya narkolema ini. Dengan mengerjakan ini bersama, berarti kita bersama menjaga masa depan generasi muda kita," kata Mahyeldi lagi.

Bahayakan Otak

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Ahli Psikologi Universitas Mercu Buana, Inge Hutagalung mengatakan, konten pornografi memiliki dampak negatif serius karena dapat merusak lima bagian otak manusia terutama prefrontal cortex yang terletak pada bagian otak dekat tulang dahi dan otak logika.

"Akibatnya bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat karena melakukan stimulasi berlebihan tanpa saringan lantaran otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi," kata Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana tersebut.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Ia mengatakan, rusaknya otak akibat pornografi akan mengakibatkan seseorang mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan, dan lelah. Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan.

Pornografi, katanya lagi, berimbas pada semakin mendekatnya remaja pada kehidupan permisif atau serba boleh dalam urusan seksual. Peristiwa dalam tayangan dan bacaan akan memotivasi serta merangsang seseorang, terutama kaum remaja di Indonesia, untuk meniru atau mempraktikkan hal yang dilihat dan dibaca.

“Itu tanpa memikirkan perbedaan kebudayaan, nilai, serta norma dalam lingkungan masyakarat. Meningkatnya jumlah remaja yang berperilaku seksual aktif juga meningkatkan kasus kehamilan tidak dikehendaki (KTD) dan tindakan aborsi yang kerap dianggap sebagai sebuah solusi permasalahan KTD,” sebutnya lagi.

Inge mengatakan, tindakan aborsi berisiko tinggi terhadap kesehatan reproduksi. Komplikasi yang dialami dari aborsi dapat menyebabkan pendarahan hebat, infeksi dan keracunan dari bahan yang digunakan untuk pengguguran kandungan, kanker serviks, kerusakan pada alat kemaluan serta kerusakan permanen pada organ reproduksi yang lebih jauh dapat mengakibatkan infertilitas atau bahkan kematian. (h/rel/isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]