Dua Kakak Adik Terduga Teroris di Solok Jarang Pulang Kampung


Rabu, 05 September 2018 - 10:13:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dua Kakak Adik Terduga Teroris di Solok Jarang Pulang Kampung Ilustrasi (haluan)

SOLOK, HARIANHALUAN.COM--Terkait ditangkapnya dua warganya, Wali Nagari Batu Banyak Daltoni Mandra, mengatakan kalau kedua terduga merupakan saudara kandung. Meski berasal dari Nagari Batu Banyak, keduanya tidak tercatat sebagai warga setempat karena hidup merantau.

"Keduanya hidup merantau dan jarang di kampung. Kadang di Jakarta, kadang di Padang dan Palembang. Saya tidak tahu kapan mereka pulang kampung karena jarang terlihat dan tidak menetap di sini," kata Daltoni, Selasa (4/9).

Terkait penangkapan itu, pihaknya juga tidak mengetahui secara lengkap kronologisnya.

“Namun dari informasi warga, proses penangkapan itu dilakukan oleh aparat berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang serta pakai penutup kepala dan wajah,” ungkap wali nagari.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung cepat. “Kedua tersangka ditangkap tanpa perlawanan dan langsung dibawa dengan mobil. Kami juga kaget dengan kejadian ini, karena tidak tahu kalau di nagari ini ada DPO polisi," ujarnya.

Tujuh orang

Secara keseluruhan, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap tujuh terduga teroris pelaku penembakan terhadap dua anggota PJR di Tol Kanci-Pejagan Km 223-400, Cirebon, pada Senin (20/8). Dua terduga teroris dilaporkan tewas dalam upaya penangkapan. Tujuh terduga teroris yang berhasil ditangkap yakni S, C, G, MU, KA, IA, dan RS. Terduga teroris yang tewas adalah IA dan RS. Keduanya ditembak mati karena melawan petugas saat ditangkap pada Senin (3/9).

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membeberkan kronologi penangkapan tujuh terduga teroris tersebut. Katanya, pada Minggu (2/9), Densus 88 Antiteror menangkap pria berisnisial S sekitar pukul 12.09 WIB. Kemudian berdasarkan keterangan S, petugas menemukan benang merah terkait rentetan peristiwa penembakan terhadap dua polisi PJR di Tol Kanci-Pejagan.

Kelompok penembak polisi PJR tersebut pernah beraksi menyerang anggota Polri di Polsek Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, Senin (18/6) serta anggota Sabhara di Polres Cirebon Kota. "Diperoleh keterangan bahwa pelaku penyerangan anggota Polsek Bulakamba adalah H dan RS. Pelaku penyerangan anggota Sabhara Polres Cirebon Kota adalah H dan RS. Pelaku penyerangan PJR adalah H, RS, IA, dan MU," ujar Setyo. Aksi mereka dibantu C dan G yang ditangkap pada hari yang sama, Minggu (2/9) pukul 14.09 WIB. Setyo mengatakan, C dan G memiliki keterlibatan membantu pelaksanaan aksi H, RS, IA, dan MU.

Densus 88 kemudian melanjutkan pengajaran terhadap para pelaku pada Senin (3/9/2018) dengan menangkap IA dan RS. Keduanya tewas karena melakukan perlawanan menggunakan senjata api jenis revolver. "Senin, 3 September pukul 09.30 WIB, tadi pagi, dilakukan penangkapan terhadap pelaku atas nama IA dan RS. Kemudian dilakukan penindakan menggunakan kekuatan yang terukur menyebabkan IA dan RS meninggal dunia," ungkapnya.

Senjata api tersebut, menurut dia, merupakan hasil rampasan milik anggota Sabhara Polres Cirebon Kota atas nama Brigadir Polisi Angga Turangga. Senjata itu dirampas dalam penyerangan yang terjadi pada 20 Agustus 2018. Kemudian, KA dan MU ditangkap sekitar pukul 11.34 dan 11.59 WIB seusai penangkapan IA dan RS. Adapun H hingga kini masih buron dan masih dilakukan pengejaran oleh kepolisian.

Para terduga teroris yang masih hidup disangkakan dengan Pasal 15 juncto Pasal 6 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme. Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu senjata api jenis revolver kaliber 58 mm, peluru utuh 1, dan 4 butir longsong peluru (kosong). Kemudian 2 senjata tajam yang digunakan untuk menyerang anggota Sabhara Polres Cirebon Kota. "Selain itu disita juga 2 buah sepeda motor, salah satunya ini (menunjukkan gambar sepeda motor Honda Beat warna putih biru) dan ini jaket (berwarna merah) pada saat menyerang anggota PJR," katanya.

350 terduga teroris

Setyo Wasisto mengatakan kepolisian telah menciduk lebih dari 350 terduga teroris pascapengesahan revisi UU Terorisme tiga bulan lalu, tepatnya akhir Mei silam. Menurutnya, 350 terduga teroris itu diduga anggota Jamaah Anshor Daulah (JAD) yang merupakan organisasi atau kelompok terlarang karena dinilai melakukan tindak pidana terorisme berdasarkan vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada akhir Juli kemarin. "Begitu selesai undang-undang kami bergerak, itu yang potensial melakukan aksi. Kalau dia JAD kena," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (4/9).

Dia pun menerangkan, masalah penanganan terorisme di kepolisian saat ini adalah ketiadaan rumah tahanan (rutan) khusus tersangka kasus terorisme. Menurutnya, langkah menitipkan terduga teroris di sejumlah rutan di markas kepolisian satuan wilayah tingkat resor alias polres seperti yang dilakukan saat ini berbahaya dan mengancam program deradikalisasi. "Sekarang masih dititip ke Polres. Ini rawan kalau dititip, kalau dia memberikan pemahaman yang lain akan berkembang lagi, padahal kami ingin deradikalisasi jangan sampai menyebar," ujarnya.

Jenderal bintang dua itu pun berkata, pihaknya sedang menunggu penyelesaian pembangunan rutan khusus terduga teroris di Cikeas, Jawa Barat. Setyo menambahkan, rutan yang dibuat dengan sistem kontainer ini dapat selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 menjadi UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme telah memberikan kewenangan bagi pihaknya untuk menjerat simpatisan kelompok atau pelaku tindak terorisme ke ranah pidana. Menurut Tito, hasil revisi beleid pemberantasan terorisme memberikan ruang bagi Polri untuk memeriksa para anggota jaringan terorisme sebelum melakukan aksinya. "Menurut undang-undang baru, UU Nomor 5 Tahun 2018, maka yang bersimpati pun kepada mereka (teroris) saat melakukan aksi itu, bagian dari kelompok, mereka itu bisa kami pidana," kata Tito di Markas Korps Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7). (h/ndi/mg-rei)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 11 Maret 2019 - 13:13:51 WIB

    Dua Program Jitu Presiden Jokowi untuk Sumbar

    Dua Program Jitu Presiden Jokowi untuk Sumbar Ia berharap anak-anak Indonesia bisa bersekolah hingga setidaknya menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Jokowi juga mengungkapkan, akses dan layanan pendidikan yang meningkat di era pemerintahannya ditunjukkan dengan meningkatn.
  • Rabu, 20 Februari 2019 - 15:57:52 WIB

    Seorang Caleg di Padang Diduga Cabuli Dua Bocah

    Seorang Caleg di Padang Diduga Cabuli Dua Bocah PADANG, HARIANHALUAN.COM-Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polresta Padang, mengamankan seorang laki-laki dalam perkara perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Tersangka ini diamankan di Simpang Kuranji.
  • Selasa, 15 Januari 2019 - 10:37:23 WIB

    Hujan Badai di Padang, Dua Unit Rumah Ditimpa Pohon

    Hujan Badai di Padang, Dua Unit Rumah Ditimpa Pohon PADANG, HARIANHALUAN.COM--Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda Kota Padang,mengakibatkan dua unit rumah rusak berat ditimpa pohon tumbang, sejak Senin (14/1/)..
  • Senin, 14 Januari 2019 - 17:07:33 WIB

    Kecelakaan Maut di Kinali, Dua Korban Tewas di TKP

    Kecelakaan Maut di Kinali, Dua Korban Tewas di TKP PASAMAN BARAT, HALUAN – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lintas Manggopoh-Simpang Empat, tepatnya di Jorong Langgam Kinali, Kecamatan Kinali Pasaman Barat. Kecelakaan menewaskan dua orang itu terjadi Minggu (13/1) p.
  • Jumat, 11 Januari 2019 - 11:12:43 WIB

    Diduga Akan Melakukan Aksi Dukung Paham Komunis, Dua Pemuda Diamankan Ormas Bukittinggi

    Diduga Akan Melakukan Aksi Dukung Paham Komunis, Dua Pemuda Diamankan Ormas Bukittinggi BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -Sejumlah warga yang akan melalukan Aksi Kamisan di Bukittinggi digagalkan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan, Kamis (10/1). Aksi Kamisan tersebut dianggap men.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM