Yang Duduk dan Terduduk Setelah Pilkada


Kamis, 06 September 2018 - 08:43:50 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Yang Duduk dan Terduduk Setelah Pilkada Bustami Narda

 Pilkada serentak telah selesai. Bahkan sekarang telah pula memasuki tahapan  Pilpres dan Pileg serentak, yang bakal berangsung tahun 2019 nanti. Kembali kepada Pilkada serentak beberapa bulan lalu, pemenang Pilkada Gubernur-Wagub telah dilantik oleh Presiden Rabu (5/9).  

Oleh: Bustami Narda
 

    Pilkada serentak telah selesai. Bahkan sekarang telah pula memasuki tahapan  Pilpres dan Pileg serentak, yang bakal berangsung tahun 2019 nanti. Kembali kepada Pilkada serentak beberapa bulan lalu, pemenang Pilkada Gubernur-Wagub telah dilantik oleh Presiden Rabu (5/9).  

Sambil istirahat melepas lelah, kini pemenang Paslon Bupati/Walikota sedang menanti pelantikan. Terasa lelah karena sudah sekian bulan bekerja keras siang malam menelusuri lorong dan kampung-kampung menemui rakyat, menjajakan dagangan berupa program dan janji-janji, dengan harapan rakyat tertarik dan menjatuhkan pilihannya kepada kita, atau kepada Paslon dukungan kita, kalau kita bertindak sebagai tim sukses. Rasa lelah itu akan semakin terasa bagi yang kalah.

Sebaliknya bagi yang menang akan muncul kegembiraan. Kegembiraan yang bisa sedikit melumuri kelelahan. Yang menang akan gembira karena duduk, sedangkan yang kalah akan terasa lelah bercampur sedih karena terduduk. 
    

Bagi yang menang, rasa lelah akan terobati oleh banyaknya tamu datang mengucapkan selamat, memberikan senyum, mendecakkan kekaguman, memuji mengatakan hebat, dan tak jarang pula yang diam-diam mengambil muka menjadi pahlawan kesiangan. Sedangkan bagi yang kalah, rasa lelah akan semakin terasa mencekam karena  pendukung tiba-tiba menghilang, ditambah berbagai celetukan mengatakan kekalahan karena tidak melakukan hal ini, tidak melakukan hal itu, tidak mau mengeluarkan dana dan seabrek persoalan negatif lainnya. Sebab sudah hukum alam, bahwa kalau menang berselang “carano” datang, segala pujian dan sanjungan akan datang silih berganti. Ketika kalah, berselang “telunjuk di bibir”, segala cemo’oh, umpat, penyesalan dan kekesalan akan datang silih berganti.
  

 Saya sendiri sudah merasakan hal ini kalah Pilkada. Saya jadi teringat saat dua kali mengalami kekalahan dulu, ketika kini Pilkada serentak baru saja usai. Lelah, capek, kena umpatan kiri kanan, biasalah sebagai suatu resiko bermain politik. 

                    Kalah dan menang 
    Sebenarnya, ketika memilih maju ke percaturan politik, sebagai seorang politisi tentu sudah siap kita dalam sebuah pertarungan menerima kemenangan atau kekalahan. Bahkan setiap Pilkada ada ikrar siap menang-siap kalah. Tetapi, siapa pun orangnya, tentulah akan lebih memilih siap menang ketimbang siap kalah. Buktinya, tidak ada satu Paslon pun yang berjuang untuk kalah, tetapi semuanya berjuang untuk menang. 

    Karena itu, amatlah diperlukan jiwa besar dan kemampuan mengendalikan diri ketika dalam suatu pertarungan politik mengalami kemenangan atau kekalahan. Jiwa besar dan kemampuan mengendalikan diri sangat diperlukan untuk yang menang, alasannya karena jika tidak hati-hati, yang menang bisa menjadi orang sombong, membalas dendam, dan tidak mau merangkul yang kalah. Diperlukan kedua hal ini untuk yang kalah, karena jika tidak hati-hati, yang kalah bisa menjadi kalap, bisa emosional, bisa larut dalam suasana kecewa, tidak mau mengucapkan selamat pada yang menang, sebagai aktualisasi dari kebesaran jiwa.

    Pertarungan politik tak jauh berbeda dengan pertarungan di dunia olahraga, seperti pertarungan tinju bebas. Ketika pertarungan sedang berjalan, segala kekuatan, segala kemampuan, segala strategi, sesuai dengan rambu-rambu yang sudah ditetapkan wasit, dilakukan. Namun ketika pertarungan telah dinyatakan wasit berakhir, kembali bersalaman dan ucapan selamat akan muncul dari yang kalah dan rangkulan penuh akrab akan datang dari yang menang. 

    Di sinilah perlunya jam terbang berpolitik. Sebab, jauh atau dekatnya jam terbang berpolitik, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang tampil berjiwa besar dan mengendalikan diri ketika menerima kemenangan atau kekalahan. 

    Tidak sedikit orang yang kecewa berkepanjangan selesai melakukan pertarungan politik. Kekalahan politik dianggapnya sudah membuat dunia ini gelap baginya selama-lamanya. Padahal, sesungguhnya bukanlah demikian. Ini hanya sebuah liku kecil dari perjalanan hidup yang tidak perlu terlalu dibawa ke dalam hati. 

            Jangan sombong dan larut kecewa
    Dengan demikian, sebagai penutup tulisan ini, saya ingin menyampaikan kepada yang menang dan yang kalah sebagai suara dari rakyat kecil, bahwa bagi yang menang ingatah selalu janji-janji anda kepada rakyat, terutama selama kampanye baru lalu. Ingat pulalah bahwa anda bukanlah bos, tetapi pelayan.

Anda adalah pelayan rakyat. Mobil yang anda pakai adalah punya rakyat, rumah dinas yang anda tempati bersama anak istri anda adalah milik rakyat. Bahkan baju dan celana yang anda pakai adalah dibeli dari uang rakyat. Karena itu, adalah berdosa atau bahkan mungkin anda akan dikutuk Allah swt, jika sempat merasa menjadi orang yang harus dilayani rakyat dan demikian pula apabila anda membeda-bedakan rakyat. Rumah, mobil, pakaian dan berbagai fasilitas lainnya yang anda pakai itu bukanlah dibeli dari uang rakyat yang pada Pilkada kemarin mendukung anda saja, bukan pula dari uang rakyat yang separtai dengan anda saja, tetapi uang seluruh rakyat tanpa ada kecualinya.
  

  Bagi yang kalah, janganlah terlalu kecewa. Dunia tidak akan gelap bagi anda, karena kekalahan anda dalam Pilkada ini. Anda bukan kalah karena tidak adapat suara sama sekali. Anda kalah karena suara pendukung anda lebih sedikit dibandingkan suara pendukung lawan anda yang menang. Artinya, anda bukan tidak ada pendukung, bukan tidak ada kekuatan. Atau, bisa saja kekalahan ini membuat rakyat makin simpati kepada anda, karena anda mampu menerima kekalahan dengan jiwa besar dan pengendalian diri yang matang. Selamat untuk yang duduk, dan terduduk*.  
 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 September 2018 - 08:45:20 WIB
    SILEK ARTS FESTIVAL 2018

    Berharap Menjadi Warisan yang Diakui Dunia

    Berharap Menjadi Warisan yang Diakui Dunia Ritual Mambukak Galanggang menjadi pertanda dimulainya iven Silek Arts Festival (SAF) di Taman Budaya Sumatera Barat, Kota Padang. Ritual ini merupakan konsep tentang pembukaan gelanggang yang bukan hanya tentang lingkungan a.
  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 18:20:43 WIB

    Syafri, Perjalanan Tanpa Kaki yang Penuh Harapan

    Syafri, Perjalanan Tanpa Kaki yang Penuh Harapan Seorang lelaki senja tengah mengayuh sepeda di Kawasan Jati Kota Padang. Tangan sepeda buatan membantunya menyusuri dan tiap sudut Kota Padang. Syafri nama lelaki itu. Meski hidup dalam keterbatasan fisik, ia tetap menikmati .
  • Ahad, 15 Juli 2018 - 15:41:26 WIB

    Rumah Kelahiran Pahlawan Nasional yang Terlupakan

    Rumah Kelahiran Pahlawan Nasional yang Terlupakan AGAM,HARIANHALUAN.COM-Betapa gemuruhnya sambutan terhadap kemenangan Lalu Muhammad Zohri dalam lomba lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018) lalu..
  • Jumat, 22 Juni 2018 - 01:13:18 WIB
    Selembar Uang Pemanggil Jamaah

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid Kegusaran Bang Dul bukan karena iri atau tidak bahagia dengan dibangunnya masjid yang megah di sskitar pemukimannya, hanya saja ia takut masjid yang sudah lama dihidupkannya akan kehilangan jamaah dan menjadi bangunan tua yan.
  • Ahad, 27 Mei 2018 - 16:05:58 WIB

    Ingin Obati Kakinya yang Mengalami Kelainan, Amel Bercita-cita Jadi Dokter

    Ingin Obati Kakinya yang Mengalami Kelainan, Amel Bercita-cita Jadi Dokter SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM-- Hidup dalam keterbatasan fisik tidak menjadikan bocah perempuan bernama Amel (7) hilang semangat dalam menggapai cita-cita. Amel mengalami, cacat kedua kakinya sejak lahir. .

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM