Tak Ada Penolakan, Warga Bantu Makamkan Jenazah Terduga Teroris di Solok


Sabtu, 08 September 2018 - 15:53:41 WIB
Tak Ada Penolakan, Warga Bantu Makamkan Jenazah Terduga Teroris di Solok Proses pemakaman jenazah Ica Ardeboran alias  Rio (28) terduga teroris yang tewas ditembak petugas di Jakarta dimakamkan dipandam kuburan keluarganya di daerah Mankumbu Jorong Kapalo Koto Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok, Jumat (7/9) malam. YUTISWANDI

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM--Jenazah Ica Ardeboran alias Rio (28) terduga teroris yang tewas ditembak petugas di Jakarta dimakamkan dipandam kuburan keluarganya di Mankumbu Jorong Kapalo Koto, Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Jumat (7/9) malam.

Pemakamam almarhum telah dipersiapkan keluarganya semenjak siang setelah pihak keluarga mendapatkan kepastian atas pemulangan jenazah Rio untuk dikebumikan di kampungnya.

Jenazah didampingi oleh ibu terduga Nilma dan adik terduga Santi. Jenazah terduga teroris dijemput oleh pihak keluarga dengan menggunakan ambulance Baznas Kota Padang Suzuki APV BA 8263 BY.

Jenazah sampai di kampung halamannya sekira pukul 20.00 WIB tapi tak singgah di kediaman keluarganya.

Awalnya pihak keluarga bersikeras untuk menurunkan jenazah Rio di rumahnya. Namun, pihak kepolisian dari Densus 88 tidak mengizinkan karena jenazah sudah terlalu lama dan mesti segera dimakamkan.

Pihak keluarga akhirnya pasrah, meski jenazah hanya berhenti sesaat di simpang jalan di depan rumah dan kemudian langsung dibawa ke pemakaman.

Disaksikan wali nagari dan puluhan warga serta aparat prosesi pemakaman almarhum terlihat berjalan normal meski banyak warga yang ingin melihat dari dekat. Pemekaman selesai 21.00 WIB. Sosok Rio mamang tidak begitu dikenal warga sekitar.

Seperti yang dituturkan Wali Nagari Batu Banyak Daltoni Mandra, Rio memang lahir di kampung. Namun semenjak kecil Rio sudah meninggalkan kampung dan hidup diperantauan bersama orang tuanya di Kota Padang.

Setelah beranjak besar, Rio kemudian merantau ke Jakarta dan hidup sebagai pedagang di ibukota negara tersebut.

Semenjak hidup di rantau Rio jarang pulang kampung. Sehingga wajar sosok almarhum tidak begitu dikenal warga di kampungnya. Terkait berita yang tersiar atas kematian Rio, warga mengaku terkejut karena tidak menyangka kalau Rio terlibat dalam jaringan terlarang seperti yang diberitakan.

"Kami kaget dan tahu kalau ada warga kami yang diduga terlibat jaringan teroris saat ada penangkapan kemaren," ujar Daltoni Mandra.

Awalnya kata wali nagari, pihak keluarga sempat was-was, kalau warga setempat akan menolak jenazah Rio untuk dimakamkan di kampung halaman. Namun, setelah dimusyawarahkan dengan pemuka masyarakat setempat, akhirnya warga sepakat untuk memakamkan jenazah Rio di pandam pekuburan keluarganya di Nagari Batu Banyak.

Terkait sosok Rio, menurut penuturan Niko (26) sepupu Rio, anak ke 4 dari tujuh orang bersaudara dari pasangan Rajo Endah dan Nilma ini menikah dengan seorang perempuan asal Majalengka.

Setelah berhasil menapaki usaha sebagai pedagang pakaian di Jakarta, Rio kemudian mengajak dua orang adik laki-lakinya Roni Zulhanda dan Romi Andika untuk ikut mengembangkan usaha yang digeluti Rio. 

Namun lantaran tidak cocok dengan Rio, kedua saudaranya ini pulang kampung sekitar 5 bulan lalu dan bekerja di Kota Padang. Keduanya pulang ke Batu Banyak pada lebaran Iduladha lalu, sebelum dijemput oleh Densus 88 pada Senin (3/9). Menurut Niko, pihaknya juga tidak mengetahui jika kedua adik Rio juga terlibat dengan jaringan teroris yang membuat Rio ditembak oleh Densus 88.

" Kami dari pihak keluarga sampai saat ini  juga tidak mengetahui  bagaimana nasib kedua saudara kami itu. Karena pihak Densus 88 tidak mengizinkan pihak keluarga untuk menemui, karena masih dalam proses penyidikan," ujarnya. (h/ndi)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM