Diduga Gangguan Jiwa, Ibu Bacok Anak di Pessel


Kamis, 13 September 2018 - 19:29:20 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Diduga Gangguan Jiwa, Ibu Bacok Anak di Pessel Kondisi korban Fahrul (10), saat dilarikan warga keruman bidan setempat. IST

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Diduga mengalami gangguan jiwa (stres), Helmida (30), seorang ibu muda asal Sungai Gemuruh, Nagari Inderapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, tega membacok anak kandungnya sendiri, bernama Fahrul (10). Selasa, (11/9).

Akibat peristiwa tersebut, Fahrul mengalami luka sabet di bagian lehernya. Ia langsung dilarikan ke rumah bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Informasi yang diterima Haluan di lapangan, kejadian bermula saat adik korban bernama Tiara (5), menangis histeris karena ibunya Helmida (30), memotong rambutnya dengan pisau karter dengan cara yang tidak wajar sehingga rambutnya terlihat acak acakan. Tak lama berselang, Fahrul (10), datang menghampiri adiknya, dan spontan ditarik dari ibunya.

"Kami menduga dari kejadian itu, Helmida kesal, lalu mengamuk seraya mengambil golok dan dibacokan kepada anaknya Fahrul sehingga mengenai lehernya. Beruntung golok tersebut tidak tajam, sehingga fahrul hanya mengalami luka tidak terlalu dalam," ucap Padil (41) warga setempat.

Padil menjelaskan, habis membacok anaknya, Helmida lari keluar rumah. Warga sekitar yang mendengar suara teriakan histeris dari Fahrul, datang beramai ramai ke TKP.

"Saat itu, terlihat Fahrul tergeletak sedang berlumuran darah di lantai rumahnya. Dan langsung dibawa ke rumah bidan terdekat. Sementara, Helmida orang tua korban diikat warga dengan seutas tali, kemudian di musyawarahkan dengan keluarga untuk di bawa ke Rumah Sakit Jiwa Padang," kata Padil menjelaskan.

Sementara itu, Jamalus selaku Wali Nagari Inderapura Selatan, saat dihubungi wartawan menjelaskan, kejadian tersebut sudah di beritahukan kepada Kapolsek setempat.

"Atas nama pemerintah nagari, kami akan berupaya mengurus BPJS keluarga ini. Sebab, mereka tergolong dari keluarga miskin," ujarnya.

Hal senada dikatakan, Kapolsek Pancung Soal Iptu Andranova, dalam laporannya kepada awak media merilis, telah terjadi pembacokan anak dibawah umur, bertempat di Sungai Gemuruh, Nagari Inderapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, pada hari Selasa sore.

"Benar, korban atas nama Fahrul (10), dibacok oleh ibu kandungnya Helmida (30) yang mengalami gangguan jiwa. Namun, hingga kini belum ada laporan dari pihak keluarga terkait peristiwa tersebut," ujarnya.

Terpisah, Amrin suami Helmida mengakui, bahwa istrinya sudah 2 tahun lebih mengalami penyakit gangguan jiwa tersebut. Namun, belum bisa dibawa berobat ke dokter dikarenakan tidak memiliki biaya.

"Dulu pernah saya bawa berobat ke paranormal (dukun) di kampung ini. Saat itu sudah sembuh, namun sekarang kambuh lagi. Penyakitnya datang secara tiba tiba saja. Saya berharap agar istri saya bisa sembuh dan kembali normal seperti biasa. Namun, untuk biaya pengobatan sangat sulit karena saya memiliki ekonomi lemah. Untuk itu saya berharap agar pemerintah bisa membantu pengobatan istri saya, setidaknya untuk mendapatkan BPJS khusus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)," tuturnya seraya berharap. (h/kis)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM