Tidak Serahkan LADK, KPU: Parpol Dibatalkan Ikut Pemilu


Jumat, 14 September 2018 - 15:06:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tidak Serahkan LADK, KPU: Parpol Dibatalkan Ikut Pemilu Pilpres. ILUSTRASI


PADANG,HARIANHALUAN.COM --Komisi Pemilihan Umum  (KPU ) Sumbar megaskan, bagi peserta pemilu (Partai politik) yang tidak menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye  (LADK) rekening khusus dana kampanye akan dibatalkan sebagai peserta pemilu 2019.

"Yang harus dilakukan partai politik adalah membuka rekening khusus dana kampanye nanti fungsinya untuk aliran dana kampanye. Ladk cakupan informasinya adalah seluruh penerimaan dan pengeluaran sejak rekening khusus dana kampanye itu dibuka harus dilaporkan jumlahnya. Terakhir laporan ladk tersebut tanggal 23 September," jelas Koordinator Divisi Umum, Keuangan, logistik KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani, Jumat (13/9).

Misalnya parpol baru membuka rekening tersebut tanggal 21 September, maka cuma dua hari kesempatan aktivitas penerimaan dan pengeluaran LADK karena pada tanggal 23 September pukul 18.00 WIB parpol wajib melaporkan LADK tersebut ke KPU.

Jika sampai batas waktu tersebut parpol tidak menyampaiakan, maka akan dibatalkan sebagai peserta pemilu partainya. "Yang melakukan pembatalan bukan KPU provinsi tapi KPU pusat,   KPU provinsi hanya membuat kronologis keterlambatan yang dituangkan dalam berita acara dan disampaikan ke kpu pusat. Nanti KPU pusat yang akan menerapkan keputusan tersebut," jelasnya.

Sementara itu, jika laporan penerimaan dan pengunaan dan pengeluaran dana kampanye tidak dilaporkan pada KPU maka sanksinya tidak ditetapkan sebagai calon terpilih. "Itu yang sangat fatal konsekuensi hukumnya, periode lppdk ini tiga hari setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu sampai 25 april 2019," ulasnya.

Terkait nominal sumbangan dana kampanye, untuk DPD jumlah sumbangan dari perseorangan maksimal 500 juta. Jika melebihi dari ketentuan, maka dana tersebut akan dilaporkan ke KPU dan akan masuk pada kas negara. Pembatasan hanya untuk per orang bukan jumlah sumbangannya, namun total sumbangan tetap harus dilaporkan ke KPU.

Berbeda dengan DPD, untuk Parpol jumlah sumbangan perorangan maksimal 2,5 miliar, kalau untuk kelompok dan badan 25 miliar. Terkait aturan dana kampanye, peserta pemilu berkewajiban melaporkan dana kampanye ke KPU yang kemudian nanti akan diaudit oleh KAP.

"Seluruh biaya yang digunakan untuk kegiatan kampanye harus dilaporkan, dan juga ada aplikasi untuk dana kampanye ini. Seperti silon sipol dan yang lainnya, cuman aplikasi untuk dana kampanye ini sifatnya offline hukan online jadi nanti tidak ada alasan bagi peserta pemilu karena jaringan eror atau aplikasinya eror," pungkasnya. (h/rin)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 30 Oktober 2018 - 14:41:48 WIB

    Alirman Sori: Tidak Lagi Agen Perubahan, Pemuda Harus Jadi Pelaku Utamanya

    Alirman Sori: Tidak Lagi Agen Perubahan, Pemuda  Harus Jadi Pelaku Utamanya PADANG, HARIANHALUAN.COM-Pemuda sebagai penerus estafet kepemimpinan masa depan negeri ini, harus bangkit sebagai garda terdepan   membangun bangsa dan negara. .
  • Kamis, 27 September 2018 - 23:15:46 WIB

    Wali Nagari Diminta Tidak Berkampanye

    Wali Nagari Diminta Tidak Berkampanye PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Demi terwujudnya Pemilu yang aman, damai dan badunsanak 2019 mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan, mengimbau, agar pejabat ditingkat nagari tidak ikut berpolitik prak.
  • Selasa, 04 September 2018 - 10:32:40 WIB

    Ketua DPR: Deklarasi #GantiPresiden Tidak Salah

    Ketua DPR: Deklarasi #GantiPresiden Tidak Salah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden, tidak salah dan memang tidak boleh dipersalahkan atas nama demokrasi atau kebebasan berpendapat. .
  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:13:31 WIB
    DIBATAL JADI CAWAPRES DI MENIT TERAKHIR

    Rocky Gerung: Mahfud MD  Tidak Terhina, yang Terhina Moralitas Publik

    Rocky Gerung: Mahfud MD  Tidak Terhina, yang Terhina Moralitas Publik "Orang Indonesia menyaksikan itu dan mencatat di dalam batinnya, satu perbuatan imoral dan standar moral orang indonesia sangat tinggi itu, politik dijadikan semacam pameran imoralitas.".
  • Senin, 23 Juli 2018 - 09:45:08 WIB

    KPU Sumbar Kembalikan Berkas Bacaleg, Tidak Satupun Parpol Penuhi Syarat

    KPU Sumbar Kembalikan Berkas Bacaleg, Tidak Satupun Parpol Penuhi Syarat PADANG, HARIANHALUAN.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar mengembalikan berkas bakal calon legislatif (bacaleg) yang dianggap tak memenuhi syarat. Berkas itu diberikan kepada 16 partai politik yang sudah mendaftarkan bacale.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM